Example 728x250
Daftar Penyakit

Hati-Hati, Lansia Rentan Terkena Xerosis

68
×

Hati-Hati, Lansia Rentan Terkena Xerosis

Sebarkan artikel ini
Lansia Rentan Terkena Xerosis
Xerosis lansia/freepik


banner 678x960

Golansia.com – Seiring bertambahnya usia, banyak hal yang berubah, termasuk penyakit kulit. Selain keriput, para lansia juga kerap mengalami kulit kering. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan xerosis. Kondisi ini juga bisa menyebabkan kulit terasa gatal, gatal, dan pecah-pecah.

Xerosis menyerang seluruh bagian tubuh, umumnya tangan, lengan, dan kaki. Dalam banyak kasus, perubahan gaya hidup dan penggunaan pelembab dapat mengembalikan kelembapan kulit. Jika pengobatan tidak cukup, orang tersebut harus berkonsultasi dengan dokter untuk pengobatan lebih lanjut.

Alasan Lansia Rentan Mengalami Xerosis

Orang lanjut usia atau orang yang berusia di atas 40 tahun lebih rentan terkena xerosis. Meski kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, usia muda menjadi salah satu faktor risiko terjadinya xerosis. Mengapa ini terjadi?

Seiring bertambahnya usia, pori-pori kita memproduksi lebih sedikit minyak, sehingga kulit cenderung lebih kering dibandingkan kita yang lebih muda. Oleh karena itu, orang lanjut usia lebih rentan mengalami kulit kering dibandingkan orang muda. Namun, tidak hanya usia, sejumlah faktor lain yang menjadi penyebab xerosis, antara lain:

Riwayat kesehatan. Siapa pun yang memiliki riwayat keluarga eksim atau dermatitis alergi biasanya menderita kulit kering.

Musim Kulit kering sering terjadi pada musim dingin ketika kelembapan udara relatif rendah. Di musim panas, kelembapan yang lebih tinggi membantu kulit memproduksi lebih banyak minyak, sehingga mencegah kekeringan.

Terlalu sering mandi. Sering mandi atau mencuci dengan air hangat dapat meningkatkan risiko kulit kering.

Gejala yang Perlu Dikenali

Lansia yang mengidap xerosis mungkin mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Kulit terasa seperti mengencang, terutama setelah mandi, mandi air hangat atau berenang.
  • Kulit terasa dan terlihat kasar.
  • Gatal-gatal (pruritus).
  • Kulit sedikit mengelupas, scaling atau mengelupas parah.
  • Muncul garis-garis halus atau retak di kulit.
  • Kulit terlihat lebih abu-abu.

Bila kamu memiliki anggota keluarga yang tergolong lansia, dan mengalami berbagai gejala tersebut, bantulah ia untuk mendapatkan perawatan. Salah satu cara mudah yang bisa dilakukan adalah dengan berbicara pada dokter dan beli obat yang diresepkan, melalui aplikasi Halodoc.

Perawatan yang Bisa Dicoba

Perawatan xerosis pada lansia tergantung pada seberapa parah kekeringan yang dialami. Jika terjadi kekeringan parah sampai menyebabkan luka, pemeriksaan lebih lanjut di dokter kulit mungkin diperlukan. Dokter biasanya memberikan informasi seputar perubahan gaya hidup dan merekomendasikan salep bebas, resep, krim, atau losion untuk mengobati gejala.

Selain pengobatan dari dokter kulit, kamu juga bisa membantu lansia untuk melakukan perubahan gaya hidup, guna meringankan gejala xerosis, seperti:

  • Menggunakan pelembap setiap hari. Pelembap bekerja untuk menyegel kulit agar air tidak keluar.
  • Hindari terlalu sering mandi. Sebaiknya hindari mandi lebih dari dua kali sehari, dan pastikan tidak terlalu lama saat mandi.
  • Gunakan krim pembersih. Pembersih kulit yang lembut atau gel mandi dengan pelembab tambahan.
  • Tutupi kulit. Ketika cuaca sedang dingin atau berangin, pakailah pakaian yang tertutup. Musim dingin bisa membuat kulit kering, jadi kenakan syal, topi, dan sarung tangan saat bepergian.
  • Pakailah sarung tangan karet. Hal ini jika diharuskan merendam tangan dalam air atau menggunakan pembersih yang kasar. Mengenakan sarung tangan membantu melindungi kulit.

Beberapa tips tadi dapat membantu meringankan gejala xerosis pada lansia, terutama bila sudah memiliki tipe kulit yang kering. Sebab, orang dengan tipe kulit yang kering lebih rentan mengalami xerosis, ketimbang yang punya tipe kulit berminyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *