Example 728x250
Daftar Penyakit

Penyebab Hidronefrosis Pada Lansia

51
×

Penyebab Hidronefrosis Pada Lansia

Sebarkan artikel ini
Penyebab Hidronefrosis Pada Lansia
Penyebab Hidronefrosis Pada Lansia.freepik


banner 678x960

Golansia.com – Buang air kecil merupakan salah satu hal yang harus dilakukan setiap orang setiap hari untuk membuang kelebihan cairan dalam tubuh. Namun, beberapa orang mungkin mengalami kesulitan buang air kecil. Salah satu penyebab penyakit ini adalah hidronefrosis yang rentan dialami oleh lansia.

Hidronefrosis Rentan Diidap Lansia

Hidronefrosis adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh pembengkakan pada ginjal akibat penumpukan urin. Ini karena urin tidak bisa mengalir dari ginjal ke kandung kemih akibat adanya penyumbatan. Penyakit ini bisa muncul pada salah satu atau kedua ginjal. Kondisi ini menyebabkan sakit perut, panggul, dan punggung.

Intensitas nyeri yang dialami pengidapnya bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan penyakit itu sendiri. Lalu apa penyebab hidronefrosis pada lansia? Salah satu penyebabnya adalah pembesaran prostat. Seiring bertambahnya usia, bagian tubuh seseorang, termasuk kelenjar prostat, cenderung sedikit kendur. Dalam hal ini, penyakit ini dapat menghambat aliran urin dan menyebabkan hidronefrosis.

Selain itu, ada penyebab lain dari gangguan pembengkakan ginjal, seperti refluks vesicoureteral, dimana urin kembali naik dalam tubuh dari kandung kemih ke ureter. Kondisi ini membuat kandung kemih sulit dikosongkan sehingga menyebabkan pembengkakan ginjal. Jika Anda terkena dampaknya, berikut langkah diagnosis dan pengobatannya.

Cara Diagnosis Hidronefrosis

Awalnya, dokter akan melakukan pemindaian untuk mendiagnosis gangguan yang terjadi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk melihat organ-organ yang berada di dalam tubuh. Cara ini juga untuk memastikan ginjal orang yang diperiksa bengkak atau tidak. Apabila dipastikan ginjal bengkak, maka tes ultrasonografi lebih lanjut perlu dilakukan.

Bukan itu saja, berikut ini beberapa pemeriksaan lainnya untuk memastikan gangguan yang terjadi adalah hidronefrosis:

  • Tes urine dan tes darah untuk memeriksa infeksi yang terjadi.
  • Rontgen dan CT scan untuk memberikan gambar di dalam tubuh.
  • Pemindaian MAG3 yang dilakukan dengan pencitraan obat nuklir untuk mengevaluasi fungsi dan drainase di ginjal.

Langkah Penanganan yang Dilakukan

Ketika hasil menunjukkan positif hidronefrosis, langkah penanganan akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasari. Sebagai langkah penanganan awal, dokter akan melakukan prosedur kateterisasi untuk mengeluarkan urine di dalam ginjal agar kerusakan ginjal tidak lanjut ke tahap yang lebih parah. Prosedur ini juga dapat mengurangi rasa sakit akibat pembengkakan ginjal.

Nah, setelah prosedur kateterisasi dilakukan, berikut ini langkah penanganan lebih lanjut:

  • Pengidap yang mengalami penyempitan ureter, dokter akan memasang tabung kecil yang disebut dengan stent.
  • Pengidap yang mengalami penyakit batu ginjal, dokter akan melakukan operasi pengangkatan batu.
  • Pengidap yang mengalami pembengkakan prostat, dokter akan melakukan operasi pengangkatan prostat.
  • Pengidap yang mengalami kanker saluran kemih, dokter akan melakukan perawatan radioterapi atau kemoterapi.
  • Pengidap yang mengalami kesulitan buang air kecil, dokter akan memberikan antibiotik untuk menurunkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih.

Pembengkakan ginjal merupakan kondisi yang membahayakan tubuh. Oleh karena itu, turunkan risiko mengidap kondisi tersebut dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini dengan berhenti merokok, banyak minum air putih, konsumsi makanan sehat bergizi seimbang, serta melakukan diet sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *