Example 728x250
Daftar Penyakit

Ketahui Tentang 5 Kelainan Darah Yang Dapat Menyerang Lansia

43
×

Ketahui Tentang 5 Kelainan Darah Yang Dapat Menyerang Lansia

Sebarkan artikel ini
Kelainan Darah Yang Dapat Menyerang Lansia
Lansia kena Kelainan Darah


banner 678x960

Golansia.com – Penyakit yang berhubungan dengan lansia sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan osteoporosis, darah tinggi, stroke atau arthritis. Dalam beberapa kasus, orang lanjut usia juga bisa menderita kelainan darah. Kelainan darah adalah penyakit yang mempengaruhi satu atau lebih bagian darah. Kondisi ini dapat menyebabkan aktivitas darah menjadi tidak normal. Lalu kelainan darah apa saja yang bisa terjadi pada lansia?

Ini Fungsi Darah pada Tubuh

Sebelum kita membahas bagaimana kelainan darah bisa terjadi pada lansia, ada baiknya kita mengetahui lebih jauh mengenai fungsi darah dalam tubuh manusia. Darah merupakan cairan yang berperan penting dalam pengangkutan zat dan oksigen yang dibutuhkan jaringan tubuh. Selain itu, darah juga berperan dalam mengangkut bahan kimia metabolisme dan membangun pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.

Darah manusia terdiri dari empat komponen utama yaitu sel darah putih, sel darah merah, plasma darah, dan trombosit (trombosit). Setiap bagian darah mempunyai fungsi yang berbeda-beda, sehingga jika terdapat cacat maka kerja masing-masing bagian darah dapat terhenti. Berikut fungsi masing-masing bagian darah, antara lain:

  • Sel darah merah berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
  • Sel darah putih berfungsi melawan infeksi.
  • Trombosit berfungsi membantu proses penggumpalan darah.
  • Plasma darah berfungsi dalam produksi antibodi pada tubuh.
  • Ini Kelainan Darah yang Dapat Dialami Lansia

Ada beberapa kelainan darah yang rentan untuk dialami mereka yang sudah lansia, antara lain:

  1. Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Penambahan usia merupakan faktor risiko seseorang terserang anemia jenis ini. Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat kebanyakan terjadi pada lansia di atas 75 tahun. Proses menuanya seseorang akan diiringi dengan menurunkan kapasitas fungsional, baik di tingkat seluler maupun organ. Nah, kondisi inilah yang bisa memicu anemia.

Sesuai namanya, anemia jenis ini terjadi ketika tubuh kekurangan vitamin B12 atau folat yang dipenuhi melalui asupan makanan. Kedua vitamin ini punya peran penting, memproduksi sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Sumsum tulang pengidap kelainan darah ini akan memproduksi sedikit jumlah sel darah merah. Nah, tanpa pasokan sel darah merah yang sarat oksigen ini, maka fungsi beberapa anggota tubuh tidak bisa bekerja dengan baik. Bagaimana dengan gejalanya?

Beragam, mulai dari sesak napas, pusing kulit pucat atau kekuningan, detak jantung tidak teratur, hingga linglung atau mudah lupa.

  1. Anemia Aplastik

Anemia aplastik merupakan kelainan darah lainnya yang juga dapat menyerang lansia. Meski terbilang penyakit langka, tetapi anemia aplastik bisa terjadi pada pria dan wanita di segala usia. Namun, kelainan darah ini lebih sering ditemukan pada mereka yang berusia 20-an dan usia lanjut di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Anemia jenis ini merupakan kelainan darah yang terjadi ketika sumsum tulang berhenti memproduksi sel darah baru (sel darah merah, putih, ataupun trombosit). Alhasil, pengidap kelainan darah ini sering merasa lemas, kurang bertenaga, bahkan berisiko mengalami infeksi dan peredaran darah secara berlebihan.

  1. Multiple Myeloma

Sebagian besar kasus multiple myeloma didiagnosis pada usia pertengahan. Dengan kata lain, seiring bertambahnya usia, risiko seseorang terserang kelainan darah ini bisa meningkat. Mieloma multipel merupakan kelainan darah berjenis kanker, yang menyerang sel plasma. Sel plasma ini merupakan salah satu jenis sel darah putih pada sumsum tulang.

Hal yang perlu digaris bawahi, multiple myeloma yang dibiarkan bisa memicu berbagai komplikasi. Mulai dari infeksi, nyeri dan kerusakan tulang, anemia, infeksi, dan penurunan fungsi jantung.

  1. Limfoma

Limfoma merupakan kanker yang muncul dalam sistem limfatik. Sistem ini menghubungkan kelenjar limfe atau kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Sistem limfatik juga masuk ke dalam bagian penting dalam sistem imun manusia.

Limfoma terbagi menjadi dua, yaitu limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin. Nah, risiko limfoma non-Hodgkin ini bisa meningkat seiring bertambahnya usia, khususnya lansia di atas 60 tahun.

Kelainan darah ini terjadi karena perubahan atau mutasi pada DNA sel-sel limfosit, sehingga pertumbuhannya jadi tak terkendali. Sayangnya, sampai saat ini penyebab mutasi tersebut masih belum diketahui secara pasti.

  1. Sepsis

Sebenarnya sepsis bisa terjadi pada semua orang. Namun, bertambahnya usia atau usia terlalu tua (lebih dari 75 tahun) amat rentan terserang sepsis. Sepsis atau keracunan darah merupakan komplikasi akibat infeksi atau luka yang berpotensi mengancam nyawa.

Sepsis terjadi karena zat kimia yang masuk ke dalam pembuluh darah untuk melawan infeksi dan memicu respon peradangan dalam tubuh. Peradangan ini mampu memicu sejumlah perubahan yang dapat merusak berbagai sistem organ, bahkan menyebabkan kegagalan organ tubuh.

Lantas, kenapa sepsis rentan menyerang lansia? Ingat, lansia secara progresif akan kehilangan daya tahan terhadap infeksi akibat sistem imun yang melemah. Bila terjadi, kondisi tersebut dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk sepsis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *