Example 728x250
Jantung

Penyakit Jantung Koroner Menyerang Orang Lanjut Usia

130
×

Penyakit Jantung Koroner Menyerang Orang Lanjut Usia

Sebarkan artikel ini
Penyakit Jantung Koroner Menyerang Orang Lanjut Usia
Penyakit Jantung Koroner Menyerang Orang Lanjut Usia


Golansia.com Menurut American College of Cardiology, penyakit Jantung koroner merupakan suatu kondisi yang paling sering terjadi pada orang lanjut usia, biasanya pada orang yang berusia di atas 75 tahun. Faktanya, penuaan menyebabkan kaku jantung dan pembuluh darah.

Penurunan denyut jantung akibat perubahan kapasitas pemompaan jantung yang disertai penurunan fungsi dan pergerakan menyebabkan kelemahan otot pada lansia. Apalagi jika Anda belum terbiasa menjalani pola hidup sehat melalui pola makan dan olahraga di usia muda. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentangnya, baca lebih lanjut di sini!

Pertambahan Usia dan Menurunnya Fungsi Tubuh

Seiring bertambahnya usia, perubahan terjadi pada komponen struktural arteri. Hal ini juga termasuk penurunan elastisitas arteri. Kemampuan pembuluh darah tua tersebut untuk menjaga aliran darah melalui jantung juga menurun.

Faktanya, bertambahnya usia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Namun hal ini bukan satu-satunya faktor, ada pemicu lain seperti kolesterol LDL tinggi, kolesterol HDL rendah, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, diabetes, merokok, dan obesitas.

Bahkan ada kemungkinan penyakit jantung koroner dimulai sejak masa kanak-kanak dan semakin terlihat seiring bertambahnya usia. Gaya hidup memainkan peran utama dalam perkembangan penyakit jantung koroner.

Pola hidup sehat yang mencakup nutrisi yang baik, pengendalian berat badan, dan aktivitas fisik yang teratur dapat berperan besar dalam mencegah penyakit jantung koroner.

Apakah Penyakit Jantung Koroner Berbahaya?

Penyakit jantung koroner termasuk penyakit berbahaya yang perlu diwaspadai. Selain bisa menyebabkan serangan jantung, penyakit tersebut bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti:

Nyeri Dada (Angina)

Ketika arteri koroner menyempit, jantung mungkin tidak menerima cukup darah di saat paling dibutuhkan, terutama selama aktivitas fisik. Hal ini bisa menyebabkan nyeri dada (angina) atau sesak napas.

Irama Jantung Tidak Normal (Aritmia)

Pasokan darah yang tidak memadai ke jantung atau kerusakan jaringan jantung bisa mengganggu impuls listrik jantung, sehingga menyebabkan ritme jantung tidak normal.

Gagal Jantung

Bila beberapa area jantung kamu secara kronis kekurangan oksigen dan nutrisi karena aliran darah yang berkurang, atau bila jantung kamu rusak akibat serangan jantung, jantung mungkin menjadi terlalu lemah untuk memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai gagal jantung.

Pencegahan Penyakit Jantung Koroner dengan Gaya Hidup

Merokok adalah faktor risiko utama penyakit jantung, terutama aterosklerosis. Berhenti adalah cara terbaik untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan komplikasinya. Ada baiknya ketika kamu tahu kamu memiliki risiko penyakit jantung koroner, lakukan pengecekan tekanan darah secara rutin. Tekanan darah yang normal setidaknya optimal kurang dari 120/80 Hg.

Nah, mengapa praktisi kesehatan selalu menyarankan untuk senantiasa olahraga tentu ada alasannya. Olahraga membantu kamu mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat dan mengendalikan diabetes, peningkatan kolesterol dan tekanan darah tinggi, serta semua faktor risiko penyakit jantung lainnya.

Selain itu, jangan lupa untuk terus menerapkan diet sehat dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Diet yang sehat seperti konsumsi buah-buahan, sayuran biji-bijian rendah lemak jenuh, kolesterol, natrium, dan gula tambahan sangat dapat membantu kamu mengontrol berat badan, tekanan darah, dan kolesterol.

Bingung memulai menu makanan sehat untuk penyakit jantung koroner? Kamu bisa mengikuti panduan yang ada di sini:

Sarapan

  • Semangkuk bubur gandum yang dimasak dan ditaburi dengan 1 sendok makan kenari cincang dan sesendok teh kayu manis.
  • Secangkir susu skim.

Makan siang

  • Secangkir yoghurt rendah lemak yang ditambahi kacang kenari.
  • 1/2 cangkir persik roti bakar Melba.
  • Satu brokoli yang direbus.
  • Dua sendok makan keju krim rendah lemak tanpa rasa.

Makan malam

  • 4 ons salmon.
  • Setengah cangkir kacang hijau dengan sesendok makan almond panggang.
  • Dua cangkir sayuran salad campuran.
  • Dua sendok makan saus salad rendah lemak.

Selain diet sehat, cara menjaga kesehatan jantung juga bisa dengan mengelola stres dengan baik. Berlatihlah teknik untuk mengelola stres, seperti relaksasi otot dan pernapasan dalam. Hati-hati, stres dan depresi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan.

Perawatan untuk Penyakit Jantung Koroner

Beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit jantung koroner, meliputi:

  • Obat-obatan penurun kolesterol, termasuk statin, niasin, dan fibrat. Obat-obatan ini membantu mengurangi kadar kolesterol darah, sehingga mengurangi jumlah lemak yang menempel pada pembuluh.
  • Aspirin: Obat ini atau pengencer darah lainnya membantu untuk melarutkan darah yang tersumbat, dan mencegah risiko stroke atau infark miokard. Namun, dalam beberapa kasus, aspirin mungkin bukan pilihan yang baik. Beritahu dokter jika keluarga atau kerabat mengidap gangguan pembekuan darah.
  • Beta blockers: Obat ini menurunkan tekanan darah dan mencegah risiko infark miokard.
  • Nitrogliserin dan inhibitor enzim yang mengubah angiotensin: Obat ini dapat membantu mencegah risiko infark miokard.

Operasi:

  • Pemasangan stent untuk memperlebar arteri koroner yang menyempit.
  • Bedah koroner seperti operasi bypass jantung adalah pengobatan yang paling umum untuk PJK. Dokter juga dapat melakukan angioplasty jika diperlukan.

Itulah yang perlu diketahui mengenai penyakit jantung koroner.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *