Example 728x250
Daftar Penyakit

Alasan Mengapa Lansia Rentan Mengalami Gangguan Muskuloskeletal

51
×

Alasan Mengapa Lansia Rentan Mengalami Gangguan Muskuloskeletal

Sebarkan artikel ini
Lansia Rentan Mengalami Gangguan Muskuloskeletal
Foto: lansia minum obat/freepik


banner 678x960

Golansia.com – Kelompok lansia rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan. Hal ini disebabkan penuaan pada tangan dan kaki serta melemahnya sistem kekebalan tubuh. Salah satu masalah kesehatan yang paling umum adalah gangguan muskuloskeletal.

Gangguan muskuloskeletal merupakan penyakit degeneratif yang berbahaya bagi lansia. Kelainan ini menyebabkan jaringan tubuh memburuk seiring berjalannya waktu. Mengapa lansia menderita gangguan muskuloskeletal? Berikut ulasannya!

Gangguan Muskuloskeletal Rentan Menyerang Lansia

Sistem muskuloskeletal meliputi tulang, tulang rawan, tendon, dan jaringan ikat. Bagian tersebut berfungsi untuk menjaga postur tubuh dan membantu kamu untuk bergerak. Sistem muskuloskeletal dapat mengalami gangguan yang dikenal sebagai gangguan muskuloskeletal.

Gangguan muskuloskeletal dapat disebabkan oleh beberapa pemicu, seperti riwayat mengalami cedera, penyakit tertentu, gangguan tulang belakang, hingga usia. Gangguan ini menyebabkan kondisi jangka pendek, seperti terkilir hingga patah tulang. Pada kondisi panjangnya, hal yang bisa terjadi adalah cacat tubuh.

Pengidap gangguan muskuloskeletal merasakan beberapa gejala, seperti perasaan nyeri dan keterbatasan mobilitas serta fungsional, sehingga mengurangi kemampuan seseorang untuk beraktivitas. Pada tahapan yang parah dapat terjadi kerapuhan tulang, cedera, dan peradangan sistemik.

Gangguan muskuloskeletal berbanding lurus dengan usia. Jaringan-jaringan akan mengalami peningkatan kerapuhan pada tulang, hilangnya ketahanan tulang rawan, menurunnya elastisitas ligamen, kekuatan otot yang melemah, dan penyebaran lemak yang mengurangi kemampuan jaringan untuk menjalankan fungsinya.

Karena beberapa hal tersebut, lansia rentan terhadap gangguan muskuloskeletal. Selain itu, gangguan ini juga bisa disebabkan faktor pekerjaan, yang membuat seseorang melakukan hal berulang kali sehingga beberapa bagian tubuh selalu digerakkan dan mengalami gangguan.

Faktor risiko lainnya saat seseorang mengalami gangguan ini adalah aktivitas yang berlebihan sehingga penggunaan otot melewati batas. Selain itu, gaya hidup tertentu, seperti pada atlet juga berisiko terhadap gangguan yang menyerang sistem alat gerak pada tubuhmu.

Cara Diagnosis Gangguan Muskuloskeletal

Perawatan pengidap gangguan muskuloskeletal berbeda-beda tergantung dari penyebab dan gejala yang ditimbulkan. Maka dari itu, penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Untuk mendiagnosis gangguan pada sistem alat gerak, kamu perlu melakukan pemeriksaan fisik, seperti:

  • Rasa sakit pada beberapa bagian tubuh.
  • Timbul kemerahan.
  • Mengalami bengkak.
  • Otot-otot yang melemah.
  • Atrofi otot.

Selain itu, dokter juga melakukan pengujian pada refleks tubuh pengidapnya. Refleks yang tidak biasa mengindikasikan terjadinya kerusakan saraf pada tubuh. Dokter juga melakukan tes pencitraan, seperti sinar X atau pemindaian dengan MRI. Hal ini dilakukan untuk memeriksa tulang dan jaringan lunak.

Cara Mencegah Gangguan Muskuloskeletal

Cara terbaik untuk menjaga kesehatan sistem muskuloskeletal dengan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti:

  • Rutin melakukan olahraga.
  • Memenuhi kebutuhan tidur.
  • Mengontrol berat badan.
  • Menjalani pola makan sehat.
  • Menghindari kebiasaan merokok dan alkohol.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *