Example 728x250
KesehatanTips Sehat Manula

Puasa Sehat Puasa Smart Lansia

68
×

Puasa Sehat Puasa Smart Lansia

Sebarkan artikel ini


banner 678x960

Golansia.com — Puasa tidak hanya sebagai bentuk ketakwaan, dalam ilmu kedokteran terbukti bahwa dengan berpuasa terjadi detoksifikasi yang banyak manfaat. Apalagi jika puasa tersebut dikerjakan dengan smart maka akan memberikan hasil sangat baik bagi kesehatan.

Berikut ini golansia akan mengupas bagaimana cara puasa sehat dan smart dengan Dr. Abidinsyah Siregar, sebagaimana dikutip dari siaran podcastnya di Smart FM pada Jum’at (8/3/20240).

Menurut Dr. Abidin, puasa harus tetap smart, spesifik, measurable, achievable, relevan, juga time bond.

“Pakai perhitungan terukur, kita tahu manfaatnya dan kapan harus kita lakukan. Jadi puasa bukan hanya ritual rutin tapi harus semakin cerdas hingga akan menemukan pembelajaran baru makanan apa yang cocok untuk tubuh kita. Atau kalau sedang sakit makanan apa yang harus kita makan sehingga menjadi obat untuk diri kita. Karena pada saat yang sama saat tubuh sedang detoksifikasi, berat badan sedang kita kendalikan, gangguan pembuluh darah dijauhkan, hipertensi dijauhkan, maka inilah saatnya yang tepat untuk recovery, perbaikan, self healing. Dan kita bisa belajar banyak dari bahan bacaan termasuk hal tentang ibadah,” kata Dr. Abidin.

Makan Minuman yang Cukup

Dr. Abidin mengatakan, saat berpuasa, kita perlu mengkonsumsi makanan yang cukup, tidak terlalu banyak tapi sesuai kebutuhan. Setiap jenis makanan ada berat jumlah dan kalorinya. sepertyi makanan seberat 100 gram yang mengandung 500 gram kalori.

“Misalnya kita butuh karbohidrat yang cukup, tidak harus banyak, yang harus kita perbanyak itu adalah bagaimana supaya karbo itu beredar dalam tubuh kita tidak terganggu sistem distribusi daripada nutrisi dalam pengaliran darah,” ucapnya.

Perbanyak minum minuman yang bersumber dari buah-buahan yang mengandung vitamin C dan B direkomendasikan Dr. Abidin lantaran akan meningkatkan imunitas tubuh.

“Kedua perbanyak sayur agar tetap fresh, tidak loyo. Kemudian cukupkan kertersediaan minum. Atur minum sejak menjelang malam atau berbuka kita cukupkan hingga nanti pada saat sahur tinggal menggenapkan. Tentu tidak banyak minum seperti yang dianjurkan 8 gelas perhari,” lanjutnya.

“Bahkan yang selalu diingatkan dalam bulan puasa, isilah  perutmu sepertiga dgn bahan makanan, sepertiga minuman, sepertiga diisi udara. Artinya tidak ada konsep makan banyak saat puasa. Dengan niat maka rasa lapar hilang, yang ada kenikmatan kebahagiaan maka kalau sudah terbiasa tidak menjadi masalah.”

 

Menghindari Terlalu banyak Kegiatan di Luar

Dr. Abinin mengungkapkan, saat berpuasa, sebaiknya menghindarkan aktifitas di luar gedung, di bawah terik matahari supaya penguapan berkurang.

“Perbanyak aktifitas dalam rumah sambil menggali ilmu tentang kesehatan, sosial, relationship, komunikasi. Ini bisa jadi alat pendongkrak bukan hanya meningkatan kualitas kesehatan tapi juga peran kita sebagai manusia,” terangnya.

 

Makanan yang Cocok

Puasa bukan hanya ritual rutin tapi harus semakin cerdas hingga akan menemukan pembelajaran baru makanan apa yang cocok untuk tubuh kita.  Jika sedang sakit, Dr. Abidin mengatakan untuk memilih makanan apa yang bisa menjadi obat untuk diri sendiri. Karena pada saat yang sama, tubuh sedang detoksifikasi, berat badan sedang dikendalikan, gangguan pembuluh darah sedang dijauhkan, hipertensi dijauhkan, maka inilah saatnya yang tepat untuk recovery, perbaikan, self healing. Dan kita bisa belajar banyak dari bahan bacaan termasuk hal tentang ibadah.

 

Jangan jadi Ajang Balas Dendam

Terkadang, banyak di antara kita mengalami kenaikan berat badan saat puasa. hal ini penyebabnya adalah mengkonsumsi makanan dengan kalori berlebih, apalagi jika setelah makan tidak banyak kegiatan produktif seperti, lebih banyak duduk-duduk, nonton, tidur, dan kurang bergerak.

“Sebenarnya rasa lapar itu hanya di ujung lidah sementara usus kita sudah mengalami adaptasi. Jadi keinginan dalam pikiran kita begitu besar tapi sesungguhnya sistem tubuh kita sudah adaptasi terhadap kemampuan penyerapan makanan. Kedua, mengawali buka puasa dangan buah-buahan manis. Karena pada saat itu kita mengalami penurunan kadar gula dalam darah yang tadinya sudah dipakai untuk aktifitas sehari-sehari. Sekaligus sebenarnya itu bisa mengurangi kadar gula dalam darah sehingga jauh dari kemungkinan terkena diabetes. Tinggal mengatur jangan melakukan sesuatu yang berbeda, kalau dengan makan karbo yang banyak ya sama saja kita tidak mendapat manfaat dari puasa tadi. Perbanyak makan buah dan sayur saat sahur karena dia akan mengendap dalam tubuh berupa cairan. Kalau dari air putih kita hanya dapat H2O, deposit air. Tapi deposit gula mineral garam dan serat itu berasal dari buah dan sayur,” ucap Dr. Abidin.

“Makan buah yang manis atau kurma 3 biji, air putih secukupnya. Lalu lakukan aktifitas supaya perut kita adaptasi dengan rasa lapar. Sebagaimana niat itu adalah mengunci perut kita sehingga berbuka dengan makanan sedikit pun kita sudah merasa kenyang. Nah tapi ketika mulai menyadari bahwa saya perlu makan, baru datang fungsi, saraf, keinginan bangkit kembali. Nah itulah saat makan yang tepat. Jadi jangan disertakan berbuka dengan makan, supaya ada adaptasi dari usus untuk siap menerima makanan.”

 

Tips Sehat Asam Lambung saat Puasa

Makanan yang kita makan merangsang asam lambung menjadi meningkat sehingga terjadi kenaikan gas yang menyebabkan jaringan otot perut kita meregang dan luka sehingga menimbulkan perasaan nyeri, gembung. Orang puasa tanpa niat akan dikejar oleh perasaan lapar yg akan diikuti asam lambung tinggi.

“Tapi orang yang berpuasa dengan niat, justru produk asamnya sangat rendah. Itulah salah satu mukjizat fungsi dari kendali pikiran kita. Pikiran sangat mempengaruhi kondisi tubuh kita. Karena perintah dari kepala, yang lain mengikuti. Kalau pikiran kita konsentrasi untuk tidak memproduksi asam lambung maka otomatis produk asam lambung akan rendah, itu satu. Kedua, dengan orang berpuasa yang tadinya punya asam lambung ternyata banyak orang gastritis atau asam lambung yang tinggi itu justru sembuh. Jadi justru ketika makan kenyang maka akan meregangkan otot perut sehingga semua lukanya terbuka, begitu juga kalau lapar asamnya yang melukai. Tapi justru dengan berpuasa bisa terkendali. Jadi niatkanlah berpuasa untuk kesehatan,” jelas Dr. Abidin.

Ia juga menyebutkan, sahur jangan hanya minum karena kita butuh energi yang diperoleh dari bahan makanan. Butuh untuk konsentrasi, berpikir, kerja, aktifitas.

“Bisa dibayangkan kalau hanya minum, tubuh kita akan mengeruk simpanan deposit dari dalam tubuh. Jadi dari otot, jaringan tubuh kita ditarik semua glikogennya diubah menjdi glukosa, dan glukosa itu yang dipakai untuk aktifitas. Lama-lama kita akan kehilangan potensi diri kita ini yang tidak boleh dilakukan. Ada pertanyaan dari sahabat nabi, bolehkah tidak makan? Ternyata Rosulullah SAW mengatakan, itu diharamkan kalau puasa sampai tidak makan. Jadi puasa itu adalah makan dan tidak makan di waktu tertentu bukan tidak makan sepanjang waktu. Otak, jantung, organ, kita butuh makanan, dia mau kerja maka kebutuhannya kita selesaikan, puasa kita jalankan,” terangnya.

Seperti disabdakan Rasul, summu tasihhu, berpuasalah, sesungguhnya puasa itu untuk kesehatan, kata Dr. Abidin, dan dari segi ilmu kedokteran berpuasa itu adalah peristiwa besar detoksifikasi dalam tubuh sehingga banyak racun.

“Problem kesehatan akan hilang, dan tubuh kita akan mengami recovery, revitalisasi, sehingga nanti kita akan memenangkan 2 hal. Pertama memenangkan perintah Allah swt, kita laksanakan, kedua memenangkan diri kita sehingga kita bisa tampil lebih sehat.” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *