Example 728x250
Daftar Penyakit

Tindakan Medis Untuk Pengobatan Sepsis Pada Lansia

139
×

Tindakan Medis Untuk Pengobatan Sepsis Pada Lansia

Sebarkan artikel ini
Pengobatan Sepsis Pada Lansia
ilustrasi: lansia sakit


Golansia.com – Sepsis adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh merespons suatu infeksi. Pada penderita sepsis, sistem kekebalan tubuh menimbulkan reaksi yang dapat merusak organ dan mengancam jiwa. Tanda dan gejala sepsis antara lain demam tinggi, detak jantung cepat, kesulitan bernapas, dan kebingungan.

Sepsis biasanya lebih banyak menyerang orang lanjut usia. Namun, anak-anak kecil dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau masalah kesehatan tertentu mungkin berisiko terkena penyakit ini. Diperlukan perhatian medis segera untuk mengatasi kondisi ini.

Lalu apa saja prosedur medis untuk mengatasi sepsis pada lansia?

Penanganan Medis untuk Lansia yang Mengidap Sepsis

Kondisi sepsis pada lansia memiliki banyak tantangan yang mempengaruhi tingkat diagnosis, pengobatan, dan parameter pemantauan. Belum lagi perubahan terkait usia komorbiditas berkontribusi pada peningkatan infeksi pada lansia. Beberapa tindakan medis dalam mengobati sepsis pada lansia yaitu:

  1. Cairan intravena

Pemberian cairan intravena (IV) perlu diberikan sejak dini dan intens. Strategi ini berfungsi untuk mengoptimalkan preload (peregangan) jantung, dan untuk meningkatkan atau mempertahankan tekanan perfusi (aliran cairan melalui peredaran darah) organ sampai target hemodinamik terpenuhi.

  1. Antibiotik

Pengidap sepsis perlu mendapatkan antibiotik spektrum luas tepat dalam waktu satu jam setelah sepsis terdiagnosis. Untuk meningkatkan penemuan sepsis dan pemberian antibiotik yang tepat waktu, lansia dengan gejala atipikal harus melakukan evaluasi untuk mendapatkan pengobatan intens.

Setelah mengetahui hasil tes darah, dokter akan beralih ke antibiotik lain untuk melawan bakteri tertentu yang menyebabkan infeksi.

Pada pengidap sepsis berat  (tanpa memandang usia) memerlukan sejumlah besar perawatan suportif mencakup oksigen. Tergantung pada kondisi lansia, pengidapnya mungkin juga memerlukan bantuan mesin untuk bernapas. Jika ginjal lansia terpengaruh, maka kemungkinan perlu menjalani dialisis.

  1. Obat Vasopressor

Obat vasopressor dapat menyempitkan pembuluh darah dan membantu meningkatkan tekanan darah. Umumnya, seseorang yang mengalami syok septik akan menerima vasopressor. Kondisi ini adalah tahapan terakhir dari sepsis yang tandanya seperti tekanan darah yang sangat rendah.

Apabila tekanan darah masih terlalu rendah bahkan setelah menerima cairan infus, maka pasien akan menerima obat ini. Kamu bisa mencari tahu pengobatan sepsis lainnya melalui laman berikut, “Mengidap Sepsis, Lakukan Pengobatan Ini“.

Alasan Lansia Berisiko Tinggi Terkena Sepsis

Orang yang lebih tua atau lansia memiliki risiko sepsis yang lebih tinggi, karena mereka:

  • Biasanya memiliki masalah kesehatan kronis, seperti penyakit paru-paru, ginjal, dan hipertensi.
  • Mengalami penurunan kekebalan daya tahan tubuh.
  • Sering mengalami infeksi, terutama yang dapat menyebabkan sepsis.
  • Memiliki risiko malnutrisi yang lebih tinggi.
  • Biasanya memiliki penyakit yang mengharuskan memasang kateter atau selang infus sehingga meningkatkan kemungkinan infeksi.

Sepsis sering berasal dari infeksi saluran kemih atau infeksi saluran pernapasan. Contohnya pneumonia atau flu. Melansir Medical News Today, pada tahun 2020 COVID-19 muncul sebagai faktor risiko sepsis, terutama pada lansia.

Tanda-tanda awal sepsis mungkin lebih sulit pada lansia, dan masalah ini dapat berkembang lebih cepat. Melansir Sepsis Alliance, orang berusia di atas 65 tahun 13 kali lebih menjalani perawatan di rumah sakit akibat sepsis, daripada orang yang berusia di bawah 65 tahun. Selain itu, 63 persen orang berusia 60 tahun ke atas mengalami sepsis saat memasuki perawatan intensif.

Komplikasi Akibat Sepsis

Setelah lansia pulih dari sepsis, mereka kemungkinan memiliki peningkatan risiko terhadap:

  • Infeksi berulang.
  • Sakit kronis dan kelelahan.
  • Gangguan stres pasca trauma (PTSD).
  • Kerusakan organ.

Secara keseluruhan, sangat penting bagi lansia, keluarga, dan orang-orang terdekat untuk mengenali tanda-tanda sepsis. Hal tersebut demi memastikan pengobatan yang cepat untuk semua jenis infeksi, dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah berkembangnya sepsis.

Perawatan atau tindakan medis untuk sepsis memang sering kali berhasil. Namun, jika tidak segera melakukan pengobatan, kondisi tersebut dapat berkembang dan menjadi lebih sulit untuk ditangani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *