Example 728x250
Daftar Penyakit

Orang Lanjut Usia Cenderung Mengalami Patah Pelvik Saat Terjatuh, Benarkah?

75
×

Orang Lanjut Usia Cenderung Mengalami Patah Pelvik Saat Terjatuh, Benarkah?

Sebarkan artikel ini
lansia Cenderung Mengalami Patah Pelvik
lansia Cenderung Mengalami Patah Pelvik

Golansia.com – Pelvik atau panggul adalah struktur tulang, seperti cincin di bagian bawah batang, terdiri dari tiga tulang terpisah di setiap sisinya; tulang ilium, iskium, dan kemaluan, yang menyatu seiring bertambahnya usia. Ligamen yang kuat menghubungkan panggul dengan tulang segitiga besar di dasar tulang belakang.

Seluruh strukturnya membentuk rongga berbentuk cangkir di bawah dada, yang berisi banyak organ pencernaan dan reproduksi. Ruang berongga (asetabulum) di kedua sisi panggul berfungsi sebagai soket sendi panggul.

Selain itu, otot-otot yang menggerakkan kaki terhubung ke panggul, dan saraf utama serta pembuluh darah yang mempersarafi kaki bagian bawah juga melewati panggul. Orang lanjut usia yang menderita osteoporosis mempunyai risiko lebih besar menderita patah tulang jenis ini karena terjatuh atau terpeleset.

Patah tulang panggul yang lebih besar biasanya disebabkan oleh benturan benda tumpul, seperti kecelakaan mobil. Tergantung pada tingkat keparahan dan luasnya cedera, jenis patah tulang ini dapat mengancam jiwa dan mungkin memerlukan intervensi bedah.

Patah tulang pinggul adalah retak atau patahnya satu atau lebih tulang panggul. Patah tulang jenis ini dapat menyebabkan nyeri dan kesulitan berjalan atau berdiri. Beberapa orang mungkin juga mengalami pendarahan panggul karena kedekatan fraktur dengan pembuluh darah utama dan kesulitan buang air kecil.

Patah tulang relatif jarang terjadi di Amerika Serikat, yaitu 0,3 hingga 6 persen dari seluruh cedera. Paling sering terjadi pada orang berusia 15 hingga 28 tahun. Pada usia 35 tahun, pria lebih banyak mengalami patah tulang dibandingkan wanita. Setelah usia 35 tahun, wanita lebih mungkin mengalami patah pergelangan kaki dibandingkan pria. Terapis fisik rutin dapat membantu penderita nyeri punggung menghilangkan rasa sakitnya dan memulihkan kekuatan, mobilitas, keseimbangan, dan fungsinya.

Lansia Rentan Patah Pelvik

Kenapa para lansia rentan terkena patah pelvik? Ini dikarenakan massa tulang yang rendah dan berat badan yang rendah telah ditemukan sebagai prediktor kuat fraktur panggul pada mereka yang berumur. Selain itu, trauma sekecil apapun, seperti kecelakaan mobil bisa memberikan dampak yang luas ke lansia. Faktor usia dan daya tahan tubuh juga membuat para lansia rentan dalam hal keseimbangan tubuh, sehingga lebih mudah jatuh dan rapuh.

Keseriusan patah tulang panggul tergantung pada berapa banyak tulang yang patah dan seberapa parah serta cedera apa yang mungkin terjadi pada organ-organ di dalam panggul. Karena itu, fraktur panggul memiliki tingkat keparahan yang sangat tinggi dari yang cukup kecil hingga yang mengancam jiwa.

Fraktur panggul yang stabil hampir selalu menyakitkan. Nyeri pada pinggul atau pangkal paha biasa terjadi yang diperparah dengan menggerakkan pinggul atau mencoba berjalan, walaupun berjalan mungkin masih bisa dilakukan. Beberapa pengidap mencoba mempertahankan satu pinggul atau lutut tertekuk ini dapat meringankan rasa sakit.

Gejala patah pelvik bervariasi sesuai dengan tingkat keparahannya. Ini mungkin termasuk:

  • Nyeri dan nyeri tekan di pangkal paha, pinggul, punggung bagian bawah, dan bokong atau panggul.
  • Memar dan bengkak di atas tulang panggul.
  • Mati rasa atau kesemutan di area genital atau di paha atas.
  • Rasa sakit yang mungkin juga hadir saat duduk dan buang air besar.

Mungkin juga ada tanda-tanda perdarahan yang terlihat. Pendarahan dapat terjadi pada kulit di tempat beberapa lebih mungkin terlihat daripada yang lain, termasuk memar di atas tulang panggul sendiri, memar atau benjolan lunak di pangkal paha atau di perineum, memar di bagian belakang yang kecil, pendarahan Miss V pada perempuan, dan memar pada skrotum pada laki-laki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *