Example 728x250
BerandaJantung

Perhatikan Tanda-tanda Peringatan Penyakit Jantung yang Muncul pada Kulit Ini

45
×

Perhatikan Tanda-tanda Peringatan Penyakit Jantung yang Muncul pada Kulit Ini

Sebarkan artikel ini
Perhatikan Tanda-tanda Peringatan Penyakit Jantung yang Muncul pada Kulit Ini (foto isitmewa)


Golansia.com — Terdengar sepele, namun ternyata, perubahan pada kulit bisa mengungkapkan kondisi jantung kita.

Sam Awan, MD, dokter kulit bersertifikat di US Dermatology Partners McKinney menjelaskan, bahwa organ terbesar di tubuh kita, seperti kulit, bisa menjadi jendela untuk mengetahui kesehatan mendasar.

Contohnya ketika kulit menguning, ini dapat menjadi tanda penyakit hati. Kemudian, jika kulit di sekitar persendian memar atau bengak, ini bisa menjadi tanda Anda menderita rheumatoid arthritis.

Bila terjadi masalah pada kesehatan jantung Anda, beberapa tanda peringatan dini juga bisa muncul di kulit dengan berubahnya penampilan dan tekstur kulit. Tanda-tanda peringatan ini tidak memandang usia. Berapa pun usia Anda, tandanya akan muncul.

Tanda-tanda peringatan ini tidak memandang usia. Berapa pun usia Anda, tandanya akan muncul.

Untuk tahu apa saja tanda-tanda peringatan penyakit jantung pada kulit Anda, baca terus artikel ini.

Apa saja tanda peringatan penyakit jantung?

Dikutip dari American Academy of Dermatology Association, berikut tanda-tanda peringatan penyakit jantung pada kulit:

Bengkak di telapak kaki dan tungkai bawah

Jika ini terjadi, kemungkinan jantung Anda tidak bekerja dengan baik. Istilah medis dari pembengkakan ini disebut edema. Ini terjadi karena cairan menumpuk di kaki dan tungkai bawah. Banyak penyakit jantung menyebabkan kondisi ini. Saat cairan menumpuk, Anda mungkin melihat pembengkakan, yang bisa meluas hingga ke kaki bagian atas dan selangkangan.

Kulit berubah kebiruan atau keunguan

Jika pembuluh darah jantung Anda mengalami penyumbatan, perubahan warna kulit ini bisa terjadi. Isitilah medis dari kondisi ini adalah sianosis (mengacu pada warna kebiruan pada kulit).

Kulit yang berubah membiru atau ungu biasanya terjadi saat Anda kedinginan. Jika area kulit Anda berwarna biru (atau ungu) saat Anda sedang hangat, itu bisa menjadi tanda darah Anda tidak mendapat cukup oksigen.

Muncul pola seperti jaring berwarna biru atau ungu pada kulit Anda

Pola ini muncul ketika Anda memiliki pembuluh darah arteri yang tersumbat. Kondisi ini dalam dunia medis disebut sebagai Livedo reticularis (istilah medis untuk pola seperti jaring).

Beberapa orang melihat pola ini pada kulitnya saat merasa kedinginan. Saat kulit mereka memanas, pola ini menghilang. Pola ini juga mungkin terlihat saat mengonsumsi obat tertentu.

Jika salah satu dari hal ini menyebabkan pola seperti jaring, biasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jika penyebab tersebut di terjadi, tetapi muncul pola ini, Anda perlu waspada.

Pola seperti jaring yang muncul di permukaan kulit ini bisa terjadi sebagai tanda penyakit cholesterol embolism syndrome, yang terjadi ketika arteri kecil tersumbat.

Penyumbatan tersebut dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan organ, sehingga penting untuk memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan diagnosis penyakit yang Anda derita.

Tumbuh bercak kekuningan pada kulit

Ini menjadi tanda bahwa Anda memiliki kadar kolesterol tinggi, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Kondisi ini disebut sebagai xanthelasma (jika timbunan kolesterol berada di kelopak mata) dan xanthoma (timbunan kolesterol berada di tempat lain di kulit).

Timbunan kolesterol ini bisa muncul di banyak area di kulit Anda, seperti di sudut mata, garis di telapak tangan, atau bagian belakang kaki bagian bawah. Kondisi yang bisa menjadi tanda penyakit jantung tidak menimbulkan rasa sakit.

Jika Anda melihat pertumbuhan ini di area kulit mana pun, temui dokter Anda. Anda mungkin memerlukan tes kolesterol atau tes kesehatan lainnya. Kadar kolesterol yang tidak sehat memerlukan pengobatan untuk dapat mencegah penyakit jantung.

Muncul kumpulan benjol kecil di kulit

Ketika Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung meliputi lonjakan kadar kolesterol atau gula darah, gejala ini bisa muncul.

Kondisi ini dalam dunia medis disebut xanthoma erupsi (mengacu pada munculnya banyak timbunan lemak kolesterol secara tiba-tiba).

Benjolan yang muncul secara tiba-tiba ini bisa terlihat seperti ruam, kutil, atau penyakit kulit menular yang disebut molluscum contagiosum. Benjolan ini sebenarnya adalah timbunan lemak kolesterol yang disebabkan oleh tingginya kadar trigliserida (jenis kolesterol) dalam darah.

Perawatan sangat penting untuk menurunkan trigliserida dan mengobati kondisi medis serius, seperti penyakit jantung yang disebabkan oleh tingginya kadar kolesterol.

Benjolan halus di kulit Anda

Kondisi ini disebut sebagai nodul amiloidosis sistemik (“nodul” berarti benjolan dan amiloidosis mengacu pada jenis protein yang terbentuk).

Ini terjadi bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki simpanan protein di jantung atau organ lain.

Benjolan lilin ini bisa muncul di bagian kulit mana saja. Hal ini sering kali menunjukkan adanya penumpukan protein yang tidak normal di suatu organ, seperti jantung.

Jika protein menumpuk di jantung, sulit bagi jantung untuk bekerja dengan baik.

Perubahan warna kulit kecoklatan atau kemerahan

Perubahan warna kulit ini bisa mengindikasikan Anda mengalami infeksi di jantung atau pembuluh darah Anda.

Bintik-bintik yang timbul di bagian bawah kaki pasien ini juga merupakan tanda adanya infeksi jantung yang disebut endokarditis infektif.

Berbeda dengan nodul Osler, bintik-bintik ini tidak menimbulkan rasa sakit.

Bintik-bintik ini akan hilang tanpa pengobatan, biasanya dalam beberapa hari atau minggu.

Namun, infeksi penyebab perubahan warna kulit ini memerlukan pengobatan. Nama medis dari masalah kulit ini adalah Lesi Janeway, diambil dari nama seorang dokter Amerika, Theodore Caldwell Janeway.

Ruam tidak gatal dan demam

Jika di kulit Anda muncul ruam tidak gatal dan diikuti demam, ini bisa menjadi tanda Anda menderita demam rematik. Ruam ini berbentuk bercak datar dengan tepi agak menonjol.

Nama medis dari kondisi kulit ini adalah Eritema marginatum.

Jika seorang anak menderita ruam ini disertai demam, Anda perlu cepat membawanya ke dokter.

Jika tidak ditangani dengan cepat, masalah medis lainnya bisa berkembang. Demam rematik pada seorang anak, bisa menyebabkan penyakit jantung seumur hidup.

Ruam dan bibir pecah-pecah, bengkak, dan sering berdarah

Nama medis dari kondisi kulit ini disebut sindrom kelenjar getah bening mukokutan (nama lain penyakit Kawasaki).

Jika seorang anak mengalami ruam, demam, dan bibir sangat kering hingga pecah-pecah dan berdarah, kemungkinan besar penyebabnya adalah penyakit Kawasaki.

Penyakit yang menyerang pembuluh darah ini biasanya menyerang anak-anak berusia antara 6 bulan hingga 5 tahun.

Meskipun penyakit Kawasaki dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 12 hari tanpa pengobatan, penyakit ini dapat menyebabkan efek samping yang serius, seperti penyakit jantung.

Selain yang di atas, tanda-tanda lain yang muncul di kulit dan bisa menjadi tanda peringatan penyakit jantung, antara lain:

  • Cincin abu-abu di sekitar bagian mata Anda yang berwarna
  • Perubahan pada lidah, seperti bengkak dan memerah seperti stroberi.

Jika Anda melihat salah satu dari tanda-tanda di atas, periksalah segera ke dokter umum dan cobalah untuk tetap tenang.

Tanda-tanda peringatan penyakit jantung mungkin saja tidak berbahaya, tetapi penting untuk memeriksakannya. Penyakit jantung lebih mudah diobati, bila ditemukan sejak dini.

sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *