Example 728x250
Tips Sehat Manula

Ketahui Pola Pernapasan Normal Mulai Dari Bayi Hingga Lansia

183
×

Ketahui Pola Pernapasan Normal Mulai Dari Bayi Hingga Lansia

Sebarkan artikel ini
Pola Pernapasan Normal Mulai Dari Bayi Hingga Lansia
Foto: lansia/freepik


Golansia.com – Kecepatan pernapasan yang normal merupakan salah satu tanda kehidupan terpenting yang harus dimiliki tubuh. Tergantung pada usia, kecepatan pernapasan setiap orang mungkin berbeda-beda. Artinya, laju pernapasan anak-anak dan orang dewasa atau lansia pasti berbeda.

Jumlah napas per menit. Ini biasanya diukur saat istirahat. Lalu berapa frekuensi normalnya pada anak-anak, dewasa, dan lansia? Mari kita saksikan perdebatannya!

Frekuensi Napas Normal dari Bayi sampai Lansia

Menurut laman Cleveland Clinic, frekuensi napas normal pada orang dewasa umumnya adalah sekitar 12-20 kali per menit. Sementara itu, pada lansia biasanya lebih tinggi. Terutama jika memiliki kondisi medis tertentu, atau menjalani pengobatan jangka panjang.

Lebih jelasnya, berikut ini frekuensi napas normal dari bayi hingga lansia, yang perlu diketahui:

  • Bayi (0-1 tahun): 30-60 napas per menit.
  • Batita (1-3 tahun): 24-40 napas per menit.
  • Anak usia prasekolah (3-6 tahun): 22-34 napas per menit.
  • Anak usia sekolah (6-12 tahun): 18-30 napas per menit.
  • Remaja (12-18 tahun): 12-16 napas per menit.
  • Dewasa (19-59 tahun): 12-20 napas per menit.
  • Lansia (usia 60 tahun ke atas): 28 napas per menit.

Menurut laman Stanford Children’s Health, pola pernapasan bayi bisa berbeda-beda antara satu bayi dengan yang lain. Bayi bisa saja bernapas dengan cepat beberapa kali. Lalu istirahat selama kurang dari sepuluh detik, dan kembali bernapas. Ini adalah hal yang normal, sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Jika bayi bernapas lebih dari 60 kali per menit, bisa jadi ia merasa kepanasan, rewel, atau menangis. Namun, biasanya frekuensi napas bayi akan kembali normal lagi setelah ia sudah merasa lebih nyaman.

Dari daftar frekuensi napas normal bayi hingga lansia tadi, dapat diketahui bahwa frekuensi pernapasan seseorang bisa berubah seiring bertambahnya usia. Setelah mencapai usia dewasa, frekuensi pernapasan biasanya terus berkurang.

Ini merupakan salah satu tanda vital yang biasanya diperiksa petugas medis saat mengalami kondisi tertentu. Bersamaan dengan pemeriksaan denyut nadi, suhu tubuh, dan tekanan darah.

Bagaimana Cara Menghitungnya?

Seperti dijelaskan tadi frekuensi napas adalah jumlah napas yang dilakukan per menit. Pengukurannya sebenarnya bisa jadi tidak menentu. Sebab, sewaktu-waktu bisa meningkat atau berkurang, misalnya karena sedang demam atau mengalami kondisi medis tertentu.

Jadi, saat melakukan pemeriksaan frekuensi napas normal, penting untuk mengetahui kondisi tubuh. Apakah sedang mengalami kesulitan bernapas atau tidak, karena ini bisa memengaruhi hasil pengukuran.

Perlu diketahui bahwa pernapasan adalah proses yang melibatkan banyak organ dan jaringan tubuh. Seperti otak, batang otak, otot pernapasan, paru-paru, saluran udara, dan pembuluh darah.

Lantas, bagaimana cara mengukurnya? Kamu bisa mengukurnya dengan menghitung oksigen yang dihirup dalam satu menit. Berikut ini langkah-langkahnya:

Posisikan tubuh serileks mungkin. Lebih baik dilakukan saat duduk di kursi atau berbaring di tempat tidur.

Lalu, hitung berapa kali dada atau perut mengembang dalam satu menit.

Catat hasil penghitungan tersebut.

Itulah pembahasan mengenai frekuensi napas normal dari bayi hingga lansia, dan cara mengukurnya. Dapat diketahui bahwa frekuensi napas setiap orang bisa berbeda-beda berdasarkan usia, dan kondisi kesehatan yang dimiliki.

Untuk menjaga sistem pernapasan tetap sehat, jalanilah gaya hidup sehat dan jauhi kebiasaan buruk seperti merokok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *