Example 728x250
Tips Sehat Manula

Cara Merawat Lansia Penderita Anemia Agar Tetap Sehat

177
×

Cara Merawat Lansia Penderita Anemia Agar Tetap Sehat

Sebarkan artikel ini
Cara Merawat Lansia Penderita Anemia
Cara Merawat Lansia Penderita Anemia


Golansia.com – Saat seseorang mengalami anemia, jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam darahnya kurang dari yang seharusnya. Anemia dapat disebabkan oleh kehilangan darah, produksi sel darah merah (RBC) yang tidak mencukupi, atau rusaknya sel darah merah dalam tubuh. Kondisi ini didiagnosis dengan mengukur jumlah darah dengan tes darah sederhana.

Anemia sering terjadi pada lansia atau lanjut usia, dan prevalensinya (rasio populasi) meningkat seiring bertambahnya usia. Berdasarkan kriteria anemia Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), prevalensi anemia pada lansia berkisar antara 8 hingga 44 persen, dengan prevalensi tertinggi pada pria berusia di atas 85 tahun.

Lantas, bagaimana cara merawat lansia dengan anemia agar tetap sehat?

Cara Merawat Lansia dengan Anemia

Perawatan anemia sebenarnya tergantung pada penyebab yang menyertainya. Jika dokter sudah memberikan resep suplemen, kamu hanya perlu memastikan untuk memberikan suplemen dengan dosis dan waktu yang dianjurkan dokter. Dokter biasanya meresepkan suplemen zat besi orang (sulfat atau glukonat).

Perawatan dengan suplemen mungkin perlu dilanjutkan selama 6 bulan atau lebih. Jadwal dan dosis pemberian obat umumnya 325 mg ferrous sulfate 1-2 kali sehari, 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.

Kamu juga bisa memberikan jus jeruk atau suplemen vitamin C oral pada lansia untuk membantu tubuhnya menyerap zat besi. Namun, hindari pemberian antasida, penghambat reseptor H2, suplemen kalsium, dan antibiotik tertentu. Sebab obat-obatan tersebut dapat mengganggu penyerapan zat besi di tubuh lansia.

Lansia yang memiliki anemia juga perlu penyesuaian makanan. Pastikan untuk memberikan makanan yang mengandung berbagai vitamin dan mineral, termasuk:

  • Zat besi. Makanan kaya zat besi termasuk daging sapi dan daging lainnya, kacang-kacangan, lentil, sereal yang diperkaya zat besi, sayuran berdaun hijau tua, dan buah kering.
  • Nutrisi ini dapat ditemukan dalam buah-buahan dan jus buah, sayuran berdaun hijau tua, kacang polong, kacang merah, kacang tanah, dan produk biji-bijian yang diperkaya. Contohnya roti, sereal, pasta, dan nasi.
  • Vitamin B-12. Makanan yang kaya vitamin B12 termasuk daging, produk susu, dan sereal yang diperkaya.
  • Vitamin C. Makanan yang kaya vitamin C yaitu jus jeruk, paprika, brokoli, tomat, melon, dan stroberi. Makanan tersebut juga membantu meningkatkan penyerapan zat besi.

Penyebab Paling Umum Anemia pada Lansia

Setiap kali anemia terdeteksi pada lansia, penting untuk mencari tahu apa yang menyebabkannya. Perlu diketahui, dibandingkan kebanyakan sel dalam tubuh, sel darah merah normal memiliki umur yang pendek, yaitu sekitar 100-120 hari. Jadi tubuh yang sehat harus selalu memproduksi sel darah merah.

Produksi sel darah merah dilakukan di sumsum tulang dan memakan waktu sekitar tujuh hari, kemudian sel darah merah baru bekerja di dalam darah selama 3-4 bulan. Setelah sel darah merah mati, tubuh memulihkan zat besi dan menggunakannya kembali untuk membuat sel darah merah baru.

Anemia terjadi ketika ada yang tidak beres dengan proses normal di dalam tubuh. Pada anak-anak dan dewasa muda, biasanya ada satu penyebab anemia. Namun, pada lansia terbilang cukup umum jika ada beberapa penyebab anemia yang muncul bersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *