Example 728x250
Tips Sehat Manula

Bolehkah Orang Lanjut Usia Melakukan Diet?

145
×

Bolehkah Orang Lanjut Usia Melakukan Diet?

Sebarkan artikel ini
lansia Melakukan Diet
lansia Melakukan Diet


Golansia.com – Setiap orang pasti ingin memiliki tubuh ideal. Begitu pula dengan para lansia yang ingin menjaga kebugarannya agar tetap sehat. Salah satu cara untuk mencapai diet ini adalah dengan menurunkan berat badan. Namun, bolehkah orang dewasa berdiet?

Tentu saja para lansia berhak untuk melakukan pola makan, terutama pola makan yang memberikan efek positif bagi kesehatannya. Meski biasanya orang lanjut usia sedang melakukan diet saat penyakit ini terdiagnosis. Penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, jantung, dan ginjal mengharuskan penderitanya menghindarinya demi menjaga berat badan. Hal ini dilakukan untuk mengontrol sirkulasi perut yang dapat merangsang metabolisme.

Banyak orang lanjut usia melakukan diet penurunan berat badan untuk mengurangi risiko penyakit. Program diet yang diikuti banyak orang dianggap ekstrem jika dilakukan oleh para lansia. Ketika orang lanjut usia mengikuti diet ini, berat badan mereka menurun secara signifikan dan massa otot menurun. Selain itu, pola makan ini juga dapat menyebabkan kekurangan nutrisi tertentu pada lansia sehingga dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Tipe Makanan

Untuk seorang lansia, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan protein tinggi. Makanan-makanan yang mengandung protein tinggi adalah ikan dan daging. Sebaiknya, cara pengolahannya adalah dengan direbus atau dikukus.

Makanan yang direbus dan dikukus baik untuk kesehatan tubuh. Pasalnya, cara masak tersebut dapat memecah protein kompleks menjadi sederhana. Di samping itu, makanan yang direbus dan dikukus mempermudah sistem pencernaan lansia untuk mencerna makanan.

Untuk karbohidrat, sebaiknya seorang lansia memenuhi pasokan karbohidrat sebesar 45-60 persen dari total energi. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks yang baik untuk kesehatan.

Makanan-makanan yang mengandung gula atau pemanis buatan dan minuman bersoda sebaiknya juga dihindari. Utamakan makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti beras merah, gandum, dan roti putih. Hal ini dilakukan untuk menjaga kadar glukosa pada tubuh.

Selain itu, konsumsi lemak untuk lansia yang direkomendasikan sekitar 25 persen dari total kebutuhan energi. Sedangkan konsumsi lemak jenuh tidak lebih dari 10 persen, serta total kolesterol harus kurang dari 200 miligram per hari.

Lemak juga dibutuhkan oleh para lansia untuk memberikan energi jangka panjang, membantu aktivasi hormon-hormon, menjaga suhu tubuh, melindungi sel-sel tubuh, dan mengangkut vitamin ke seluruh tubuh.

Sumber lemak jenuh yang perlu dihindari adalah makanan bersantan, susu tinggi lemak, daging babi, dan minyak kelapa. Sedangkan, sumber kolesterol terdapat pada makanan seperti jeroan, telur, mentega, otak dan sebagainya.

Diet Sekaligus Sebagai Pengobatan

Diet bukan hanya untuk menurunkan berat badan, tetapi juga untuk mencegah penyakit yang dapat menyerang tubuh dan mengobati penyakit yang telah ada. Karena tidak tertutup kemungkinan, sejalan dengan usia, tubuh akan lebih rentan terhadap penyakit. Di sini lah diet dapat berperan memberi kesehatan pada lansia.

Misalnya, ketika seorang lansia dikatakan mengidap diabetes, maka ia harus mengontrol pola makan dengan mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi serta rendah kalori, gula, dan lemak jenuh. Hal yang terpenting adalah, diet mempunyai tujuan untuk menyesuaikan pola makan dengan penyakit yang ada.

Ketika seorang lansia mengidap sebuah penyakit, selain diharuskan rutin meminum obat, juga pastikan ia tahu jenis makanan dan minuman yang diperbolehkan dan dilarang untuk dikonsumsi. Hal tersebut dimaksudkan agar tetap menerapkan diet dengan makanan yang sehat dan seimbang.

Intinya, lansia diperbolehkan untuk melakukan diet asalkan tetap memperhatikan makanan yang dikonsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *