Example 728x250
BerandaStroke

Simak, Perbedaan Stroke Ringan dan Stroke Ini Perlu Diketahui

126
×

Simak, Perbedaan Stroke Ringan dan Stroke Ini Perlu Diketahui

Sebarkan artikel ini
ilustrasi stroke (istimewa)


Golansia.com — Baik stroke ringan maupun stroke memiliki penyebab dan gejala yang mirip, tetapi sebenarnya tingkat keparahannya berbeda.

Mengutip Medicine Net, stroke ringan dan stroke lumrahnya disebabkan oleh adanya penyumbatan pembuluh darah arteri di otak.

Selain itu, gejala stroke ringan dan stroke juga sama, mungkin satu atau lebih dari kondisi berikut:

  • Mati rasa pada tangan dan/atau kaki, biasanya pada salah satu sisinya
  • Disfasia (kesulitan berbicara)
  • Pusing Perubahan penglihatan
  • Kesemutan (parestesia)
  • Kemampuan pengecap dan/atau penciuman yang tidak normal
  • Kebingungan
  • Kehilangan keseimbangan
  • Perubahan kesadaran dan/atau pingsan

Mengutip Healthline, kedua kondisi ini juga merupakan keadaan darurat medis. Selanjutnya, atikel akan menunjukkan macam perbedaan stroke ringan dan stroke.

Apa perbedaan stroke ringan dan stroke?

Stroke ringan disebut sebagai ministroke (transient ischemic attack/TIA). Sedangkan, stroke biasanya diklasifikasikan sebagai iskemik atau hemoragik. Keduanya dibedakan sebagai berikut:

  • Gejala stroke ringan dan stroke

Mengutip Healthline, perbedaaan utama antara gejala stroke ringan dan stroke adalah durasi dan keparahannya.

Gejala stroke ringan biasanya berlangsung kurang dari 1 jam, tetapi terkadang terkadang gejala dapat bertahan lama hingga 24 jam.

Paling sering stroke ringan berlangsung beberapa menit, terkadang berakhir sebelum Anda benar-benar menyadarinya.

Meski gejala TIA berlangsung singkat dan Anda merasa baik-baik saja, Anda tetap harus periksa ke dokter, sebaiknya dalam waktu 60 menit setelah timbulnya gejala.

Gejala stroke berlangsung jangka panjang dan menyebabkan kecacatan permanen. Sehingga, ketika gejala stroke terjadi, penderitanya harus secepatnya diperiksakan ke dokter.

Pada stroke ringan, fungsi organ normal kembali dengan cepat. Namun dengan stroke, fungsi organ normal mungkin tidak akan pernah kembali.

Mengutip Medicine Net, penyumbatan aliran darah pada stroke ringan dapat kembali secara spontan.

Sedangkan pada stroke, tubuh tidak dapat memulihkan aliran darah secara spontan. Alhasil, sel-sel otak akan rusak dan/atau hancur secara permanen.

Mengutip Healthline, stroke ringan adalah faktor risiko utama stroke yang bersifat permanen.

Menurut suatu studi pada 2021, sejumlah individu yang pernah mengalami TIA, 29,5 persennya menderita stroke permanen setelah dipantau selama rata-rata hampir 9 tahun.

Lebih dari sepertiga partisipan menderita stroke setelah 90 hari mengalami stroke ringan.

  • Pengobatan stroke dan stroke ringan

Menurut Medicine Net, pengobatan stroke mini biasanya berupa pengobatan untuk mengurangi risiko penggumpalan darah, pengurangan faktor risiko lain (seperti merokok).

Setelah itu, kemungkinan tindak lanjut untuk mempertimbangkan pembedahan, jika penyebabnya adalah aneurisma.

Pengobatan untuk stroke yang bersifat permanen, tergantung pada jenisnya.

Jika stroke jenis iskemik (disebabkan oleh gumpalan darah), diobati dengan obat atau metode mekanis untuk menghilangkan gumpalan.

Jika jenis stroke hemoragik (pendarahan ke dalam jaringan otak), membutuhkan operasi penyelamatan jiwa, yang dilakukan oleh ahli bedah saraf.

Stroke ringan maupun stroke adalah kondisi medis berbahaya, sehingga Anda perlu berhati-hati dengan kondisi keduanya.

sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *