Example 728x250
BerandaKesehatanTips Sehat Manula

Dr. Abidin: Perilakumu Kualitas Kesehatanmu

61
×

Dr. Abidin: Perilakumu Kualitas Kesehatanmu

Sebarkan artikel ini

Golansia.com — Perilaku yang diulang-ulang dan membentuk kebiasaan, yang baik maupun yang buruk sangat mempengaruhi Kesehatan di kehidupan dan masa depan. Hal ini dipaparkan oleh founder Golansia.com, Dr. Abidinsyah Siregar pada seri sehat selaras di podcast Smart FM yang bertema “Kenali Perilakumu untuk Kualitas Kesehatanmu”, pada Jum’at, 19 Januari 2024.

“Suatu perilaku itu berulang-ulang tanpa disadari sebagai satu hal yang buruk maka dia menjadi kebiasaan, budaya, ujungnya yakin percaya bahwa tidak apa-apa, dan ini berlangsung tanpa disadari sekian lama sampai suatu ketika terjadi hal yang tidak diinginkan. Dan kalau yang tidak diinginkan itu terjadi pada saat kita di puncak karir atau pada saat kita tidak punya biaya kesehatan wah itu merupakan suatu musibah besar,” ungkap Dr. Abidin.

Dr. Abidin mengatakan, perlu diketahu bahwa kita tidak bisa menuduh orang lain jik aitu terjadi, lantaran yang disebut dengan perilaku itu “i’m self” alias “saya sendiri” pelakunya.

“Sayalah orangnya jadi kita gak bisa tunjuk sana tunjuk sini karena ini karena itu ya tidak begitu, atau istilah yang biasa the enemy not that out there. Ya bukan ada di luar kita tapi pada diri kita sendiri, pada sikap kita,” lanjutnya.

Disinilah problem Indonesia hari ini, kata Dr. Abidin, dimana persoalan kesehatan kita itu terutama terbesar terbanyak bahkan diduga itu mencapai 70% adalah penyakit2 yang tidak menular.

“Seperti apa? Penyakit tekanan darah tinggi, stroke, gangguan jantung, gangguan ginjal dan macam-macam, termasuk kanker. Itu semua adalah perilaku. Sesuatu yang tidak datang dari orang lain maupun lingkungan di sekitar kita tetapi karena cara berpikir kita yang salah tentang Kesehatan,” ungkapnya.

 

Perilaku apa yang baik untuk kesehatan kita?

Menurut Dr. Abidin, apa yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari, sesungguhnya kita ini terlahir dalam keadaan baik dan sehat tapi perlu kita ingat bahwa keadaan kita ke depan, berapapun umur kita nanti itu mulai ditentukan sejak hari pertama kelahiran kita.

“Jadi sejak hari petama itulah kondisi yang akan kita hadapi kedepannya seperti apa. Apa yang akan terjadi pada diri kita ditentukan sejak hari pertama. Kenapa kita sebut sebagai hari pertama? Karena kita dilahirkan dari ayah dan ibu yang kita tidak tahu seperti apa perilaku mereka dulu ketika mereka remaja, menikah, ketika menjadi suami istri, menjadi ayah dan ibu. Dan seperti apa situasi lingkungan kita berada. Dua faktor ini adalah dominan paling berpengaruh terhadap kehidupan kita kedepan yaitu lingkungan dan perilaku,” kata Dr. Abidin.

Ia pun kenuturkan, diantara 2 yang paling dominan yang paling bisa kita kelola adalah perilaku. Karna itu adalah urusanku sendiri. Sementara perilaku masih bisa kita perbaiki dengan pengetahuan. Kita tidak akan minum air yang kotor di sekitar kita. Saya tidak akan menghirup udara polutif di sekitar saya. Saya bisa mengatur cara hidup dan perilaku yang baik. Jadi semuanya itu ada pada keputusan kita menyikapi seperti apa jalan hidup kita

Kedua, merangsang saraf untuk beraktifitas dengan sensor yang tinggi sehingga kita terasa bugar ketika pagi hari. Kebiasaan malas olahraga menyebabkan otot tubuh kita tidak berkembang dengan baik. Sementara otot itu tugasnya untuk mendorong peredaran darah ke seluruh tubuh dari jantung sampai ke otak ke seluruh organ, seluruh jaringan.

“Itu hanya bisa dilakukan bukan oleh jantung saja, tapi harus ada bantuan pulsasi kontraksi dari otot hingga darah lancar ke seluruh tubuh. Jika hanya jantung yang bekerja otomatis jantung bekerja lebih berat indikatornya akan terjadi gambaran tekanan darah tinggi yang ujungnya bisa akan menuju gangguan pembuluh darah, penyempitan pembuluh darah dan bisa ujungnya jadi stroke,” lanjutnya.

 

Pagi hari kita makan apa?

“Saya kerjanya beraktifitas fisik yang tinggi, maka tentunya karbonya harus tinggi. Oh saya tugasnya di kantor dan banyak duduk, proteinnya harus tinggi. Saya akan melakukan perjalanan jauh, lemaknya mesti tinggi. Nah, di balik itu semua yang kita sebut karbohidrat, protein, lemak, jangan lupa harus cukup air. Jadi kita harus minum 8 gelas sehari dan seterusnya. Ada mineral, vit, dan ada buah-buahan dan sayur untuk membuat pencernaan baik,” terang Dr. Abidin.

Kemudian, lanjut Dr. Abidin, kita perlu menghindari polusi udara bebas. Kita bebas memilih mau kita hirup atau tidak, tapi kita tetap bernafas.

 

Banyak perokok di sini, saya harus bersikap sperti apa?

Tentu tidak bersikap negatif untuk melarang mereka, biarkan saja karena mereka perilakunya belum jadi perilaku sehat, kata Observer Kesehatan ini. Orang sehat cari akal supaya tidak terpapar dari asap rokok yang jauh lebih mengancam orang-orang yang tidak merokok (pasif).

“Sampai 20% jauh lebih mengancam orang-orang yang tidak merokok secara langsung. Jadi kita sebenarnya lebih terancam. Itu harus kita ungkapkan perasaan kita kepada rekan kita yang merokok, tolong deh, mas tolong deh mba kalau boleh merokok jangan saat kita bersama begini. Mari kita bicarakan kebersamaan bukan mendatangkan penyakit diantara kita. Misalnya begitu ya” jelas Dr. Abidin.

Ia pun menyarankan agar setelah beratifitas di luar untuk membersihkan diri atau mandi. Langsung tidur karena terlanjur Lelah sangat tidak baik karena macam-macam bahan berbahaya menempel pada badan kita selama berinteraksi di luar. Pun dengan tempat tidur perlu dibersihkan. Serta tidur cukup paling tidak minimal 7 jam. Jika tidak maka akan menjadi satu ligkungan yang makin memburukan disebabkan perilaku kita yang sembarangan.

 

Makanan Manis Menyenangkan tapi Beresiko

Dr. Abidin mengatakan, kita sepakat bahwa yang manis itu menyenangkan tetapi ada resiko yang harus dikerjakan tubuh kita. Tubuh akan bekerja keras menetralisir gula jangan sampai masuk ke darah.

“Otak akan memerintahkan kepada pankreas yang letaknya dekat usus besar untuk mengeluarkan enzim insulin. Dengan adanya insulin maka kadar gula darah dalam usus yang bercmpur dengan makanan akan ternetralisir sehingga ketika akan diserap oleh darah dalam darah jumlahnya menjadi terkontrol. Pertanyaannya, dapatkah kita menjamin insulin dalam tubuh kita itu cukup dan sepanjang hidup kita dia akan cukup menghadapi kebiasaan minum manis-manis tadi,”.

“Tubuh kita semakin berumur kemampuan organ kita semakin menurun oleh karena itulah orang bijak dan pintar tidak harus sekolah yang tinggi tapi bagaimana mengenal kemampuan tubuhnya bahwa pada waktu tertentu, ok stop minuman manis. Ok stop lemak-lemak. Ok stop yang asin-asin. Ok stop rokok. Karena saya sudah berumur 40 tahun, misalnya begitu,” katanya.

Di umur 40 tahun, apa yang dikatakan para ahli sebagai life begin. Hidup dimulai dari 40.

“Saya akan dipercaya sebagai manager, pejabat, kebutuhan ekonomi, rumah, sehari-hari, dan untuk anak sekolah akan sangat tinggi pada saat seperti itu jangan lakukan hal buruk lagi. Stop semua yang manis, sudah dirasa kenapa saya tidak mengatur kembali pola hidup yang lebih benar pada saat tubuh saya sudah menuju penurunan pross kemampuan,” tutur Dr. Abidin.

Oleh karena itu kata Dr. Abidin, cara hari ini berperilaku maka pertanyaan paling penting itu adalah catat mana perilaku buruk kita perbaiki sekarang juga.

Kesimpulan, bahwa tubuh kita adalah

  1. Investasi seumur hidup alat kerja utk mewujudkan cita-cita kita
  2. Selamatkan tubuh kita kesehatan kita karena hanya dia yg bisa menolong perjalanan hidup kita
  3. Kita punya kecerdasan memilih apa yang baik untuk tubuh kita yang otomatis baik juga untuk orang di seitar kita.

“Maka itu perhatikan perilaku kita dari mulai pagi, tulis, setelah ditulis catat dengan jujur, setelah itu buat kolom di sebelah kanan perbaikan apa yang mau saya lakukan terhadap perilaku itu. Kurang, cari dibuku tambahkan apa lagi. Percayalah dalam tempo satu atau dua bulan ke depan kalau itu sudah diimplemantasikan rasakan betapa hebatnya tubuh kita betapa besarnya kontribusinya terhadap cita-cita kita. Bersyukur kepada benda yang namanya tubuh yang tubuh itu sendiri di bawah kendali kita,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *