Example 728x250
Stroke

Stroke Pada Lansia, Waspadai Faktor Risikonya

204
×

Stroke Pada Lansia, Waspadai Faktor Risikonya

Sebarkan artikel ini
Stroke Pada Lansia
Stroke Pada Lansia


Golansia.com – Dunia musik Indonesia berduka atas meninggalnya penyanyi legendaris Bob Kuncioli pada tahun 2022 lalu akibat stroke. Seperti penyakit jantung, stroke bisa berakibat fatal pada orang lanjut usia.

Ini merupakan keadaan darurat yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu. Perlu diketahui bahwa otak membutuhkan pasokan oksigen dan nutrisi yang konstan.

Jika suplai darah terganggu meski hanya sebentar, hal ini dapat menimbulkan masalah. Sel-sel otak mulai mati setelah beberapa menit tanpa darah atau oksigen.

Hal-Hal yang Jadi Faktor Risiko Stroke pada Lansia

Ada banyak hal yang bisa meningkatkan risiko stroke pada lansia. Beberapa di antaranya ada yang bisa diubah, tapi ada pula yang tidak. Berikut ini beberapa faktor risikonya:

  • Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu penyebab paling umum dari stroke. Tekanan darah 140/90 atau lebih tinggi dapat merusak pembuluh darah (arteri) yang menyuplai darah ke otak.

  • Penggunaan Tembakau

Merokok atau mengunyah tembakau dapat meningkatkan risiko stroke pada lansia. Hal ini karena nikotin membuat tekanan darah naik. Asap rokok juga menyebabkan penumpukan lemak di arteri utama di leher. Ini juga mengentalkan darah dan membuatnya lebih rentan membeku.

Bahkan, menjadi perokok pasif atau menghirup asap rokok saja juga dapat memengaruhi. Jadi, sebaiknya hindari kebiasaan merokok dan jauhi asap rokok jika kamu tidak merokok.

  • Mengidap Penyakit Jantung

Risiko stroke juga bisa meningkat pada lansia yang mengidap penyakit jantung. Seperti katup jantung yang rusak serta fibrilasi atrium, atau detak jantung tidak teratur.

Penyakit jantung nyatanya merupakan faktor risiko terpenting kedua untuk penyakit stroke. Ia juga menjadi penyebab utama kematian di antara mereka yang selamat dari stroke. Penyakit jantung dan stroke memiliki banyak faktor risiko yang sama.

  • Diabetes

Orang yang memiliki penyakit diabetes sering memiliki tekanan darah tinggi dan lebih cenderung kelebihan berat badan. Keduanya meningkatkan kemungkinan stroke.

Selain itu, diabetes juga dapat merusak pembuluh darah, yang membuat stroke lebih mungkin terjadi. Jika seseorang mengalami stroke saat kadar gula darah tinggi, risiko cedera pada otak jadi lebih besar.

  • Kelebihan Berat Badan dan Kurang Gerak

Peluang stroke pada lansia juga mungkin meningkat jika kelebihan berat badan. Namun, risiko bisa diturunkan dengan mengubah gaya hidup dan berolahraga secara teratur setiap harinya.

  • Penggunaan Obat-obatan

Beberapa obat dapat meningkatkan peluang seseorang terkena stroke. Misalnya, obat pengencer darah, yang disarankan dokter untuk mencegah pembekuan darah, terkadang dapat membuat stroke lebih mungkin terjadi melalui pendarahan.

Penggunaan terapi hormon untuk gejala menopause seperti hot flashes juga sering dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih tinggi. Estrogen dosis rendah dalam pil KB juga dapat meningkatkan risiko.

  • Usia

Siapapun bisa terkena stroke, bahkan bayi dalam kandungan. Namun umumnya, risiko penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia. Bahkan berlipat ganda setiap dekade setelah usia 55 tahun.

  • Riwayat Keluarga

Stroke dapat diturunkan dalam keluarga. Kamu dan kerabat mungkin memiliki risiko yang sama untuk terkena tekanan darah tinggi atau diabetes. Beberapa stroke juga bisa terjadi akibat kelainan genetik yang menghalangi aliran darah ke otak.

  • Jenis Kelamin

Wanita sedikit lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami stroke dibandingkan pria pada usia yang sama. Namun, wanita tetap dapat mengalami stroke di usia yang lebih tua.

Itulah beberapa faktor risiko stroke pada lansia yang perlu diwaspadai. Jika kamu memiliki faktor risiko, segera ubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *