Example 728x250
BerandaMenu Makanan Sehat

Kopi Baik untuk Jantung, Saraf dan Otak, Kok Bisa?

131
×

Kopi Baik untuk Jantung, Saraf dan Otak, Kok Bisa?

Sebarkan artikel ini
kopi (foto Ingeu)


Golansia.com — Kopi yang menjadi minuman hits di dunia ini rupanya memiliki banyak manfaat. Namun bagaimana kopi bisa memberi efek baik bagi tubuh? Tentunya tidak serta merta begitu saja menyehatkan terutama bagi Anda yang usianya tidak muda lagi.

Menurut Dokter Tifuzia Tyassuma, kopi bila dengan cara yang tepat dikonsumsi, akan memberi proteksi pada tubuh manusia. Antioksidan yang terkandung di dalamnya berguna untuk memproteksi kardiovaskular kita, bahan memproteksi saraf dan otak.

Namun demikian Dokter Tifa mengatakan, kafein yang terkadung dalam kopi hanya boleh dikonsumsi maksimal tidak lebih dari 100 miligram per hari. Ia pun menegaskan bahwa yang dihitung adalah senyawa kafeinnya bukan kopinya. Adapun kandungan kafein dalam setiap 100 miligram kopi ialah 40 miligram kafein.

Bagaimana dengan Anda yang memiliki risiko kardiovaskular, jantung dan pembulu darah termasuk di dalamnya penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi? Anda perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi kopi. Doter Tifa menjelaskan lebih jauh, Anda tidak diperkenankan untuk rebahan setelah meminum kopi.

“Hati-hati kalau anda minum kopi lalu rebahan. Karena apa? energi yang dihasilkan stimulasi yang dihasilkan oleh kopi, oleh kafein yang ada pada kopi itu. Harus digunakan untuk aktivitas. Bisa untuk belajar beraktivitas berat, berpikiri dan segala macam,” kata Dokter Tifa dalam salah satu cuplikan video di intagram miliknya yang diunggah, pada 28 Oktober 2022.

Untuk itu Dokter Tifa mengimbau agar Anda yang memiliki risiko jantung dan hipertensi  tidak rebahan, lantaran jika terus rebahan saja, energi yang ditimbulkan nanti akan menstimulasi pembuluh darah Anda untuk bekerja lebih cepat. Dan tentu saja itu sangat berisiko bagi orang yang memilki riwayat tekanan darah tinggi.

Dengan demikian, kopi sangat bermanfaat dan baik bagi tubuh sekali pun Anda lansia, selama Anda tetap memperhatikan batasan-batasan dalam mengkonsumsi kopi. Salam sehat.(-Re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *