Example 728x250
Osteoporosis

Simak! 3 Cara Meredakan Gejala Osteoporosis Pada Lansia

56
×

Simak! 3 Cara Meredakan Gejala Osteoporosis Pada Lansia

Sebarkan artikel ini
Meredakan Gejala Osteoporosis Pada Lansia
ilustrasi: Osteoporosis Pada Lansia


banner 678x960

Golansia.com – Salah satu masalah yang rentan dialami oleh lansia adalah osteoporosis. Masalah ini juga dapat menimbulkan beberapa gejala sehingga harus diatasi agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Berikut beberapa solusinya!

Beberapa Cara Atasi Gejala Osteoporosis pada Lansia

Osteoporosis merupakan penyakit tubuh yang menyebabkan tulang menjadi kurang padat sehingga berisiko menjadi keropos dan mudah patah. Masalah ini lebih sering terjadi pada orang lanjut usia. Penyebab paling umum dari masalah ini adalah penurunan kadar estrogen dalam tubuh untuk menjaga kekuatan tulang dan menopang tubuh.

Namun gejala apa saja yang bisa muncul pada osteoporosis? Faktanya, kelainan terkait kepadatan tulang ini bisa terjadi tanpa gejala hingga salah satu tulang di tubuh patah.

Beberapa patah tulang mungkin luput dari perhatian dalam jangka waktu lama karena tidak menunjukkan gejala. Saat terjadi patah tulang, berbagai gejala mungkin akan dialami, seperti nyeri di lokasi patah tulang.

Beberapa gejala lainnya yang dapat timbul jika seseorang alami patah tulang belakang dalam waktu yang lama adalah:

  • Rasa nyeri parah yang menyebar dari belakang ke sisi tubuh (kronis).
  • Kehilangan tinggi badan.
  • Tulang belakang yang melengkung.
  • Tubuh yang bungkuk.

Lalu, pengobatan apa yang bisa dilakukan untuk atasi gejala osteoporosis ini? Berikut beberapa caranya:

  1. Konsumsi Obat

Salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi osteoporosis beserta gejalanya adalah dengan mengonsumsi obat. Jenis obat yang paling pertama menjadi pilihan dokter untuk diberikan agar masalah pada tulang ini teratasi adalah Bifosfonat. Beberapa jenis dari obat ini, antara lain:

  • Alendronate, yang merupakan pil mingguan.
  • Risedronate, pil mingguan atau bulanan.
  • Ibandronate, pil bulanan atau melalui infus intravena per tiga bulan.
  • Asam Zoledronic, infus IV tahunan.

Alternatif lainnya dari bifosfonat adalah denosumab. Jenis obat ini dapat digunakan oleh orang-orang yang tidak bisa mengonsumsi bifosfonat layaknya seseorang yang mengalami penurunan fungsi ginjal. Denosumab diberikan melalui suntikan setiap enam bulan. Disebutkan jika ada risiko patah tulang belakang yang tinggi jika berhenti minum obat ini, sehingga perlu dikonsumsi secara konsisten.

  1. Berolahraga Secara Rutin

Selain konsumsi obat, ada beberapa pola hidup yang bisa kamu terapkan setiap harinya agar kepadatan tulang tidak mudah menurun. Dengan begitu, risiko untuk alami patah tulang juga lebih kecil. Caranya adalah dengan melakukan olahraga dan diet yang tepat.

Olahraga dapat membuat tulang lebih kuat karena mampu meningkatkan massa tulang dan mengurangi risiko terjadinya patah tulang. Kamu bisa melakukan olahraga sedang hingga berat paling tidak tiga kali seminggu. Terbukti, wanita menopause dapat memperkuat tulangnya dengan latihan menahan beban. Beberapa contoh olahraga yang dapat dilakukan adalah:

  • Latihan Menahan Beban.
  • Latihan Penguatan Otot.
  • Aktivitas Fisik Tanpa Dampak, seperti Tai Chi dan Yoga.
  1. Pola Diet yang Benar

Pada seseorang yang mengalami osteoporosis, ada beberapa nutrisi yang sangat penting untuk dipenuhi agar kepadatan tulang dapat terjaga sehingga risiko terjadinya patah tulang berkurang. Berikut beberapa nutrisi yang dibutuhkan:

Kalsium: Hal ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kepadatan tulang.

Vitamin D: Vitamin ini mampu menyerap kalsium yang masuk ke dalam tubuh dengan efektif.

Nah, itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala osteoporosis pada lansia. Pastikan semua hal tersebut dilakukan secara konsisten, sehingga masalah tulang yang keropos hingga risiko tulang patah dapat dihindari. Terlebih lagi jika patah tulang terjadi di tulang belakang yang tentunya dapat membahayakan nyawa pengidapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *