Example 728x250
BerandaDiabetes

Keuntungan Berpuasa bagi Penderita Diabetes

66
×

Keuntungan Berpuasa bagi Penderita Diabetes

Sebarkan artikel ini
Keuntungan Berpuasa bagi Penderita Diabetes, tangkapan layar Sehat Selaras Youtube Smart FM


banner 678x960

Golansia.com — Observer Kesehatan/OBKESINDO Dr. Abidinsyah Siregar mengatakan, ada beberapa penyakit kronis yang berkorelasi dengan berpuasa, antara lain gula atau diabetes, gangguan pembuluh darah, juga obesitas berkorelasi.

Menurutnya, korelasinya antara lain pada diabetes dengan berpuasa maka disaat bersamaan terjadi proses metabolisme tubuh yang sesungguhnya normal sebagaimana hari-hari yang lain tetapi karena asupan yang diterima itu hanya terjadi sekali dalam 14 jam maka itu tidak cukup ya bagi tubuh. Maka secara otomatis akan diambil dari deposit yang ada di otot yang tadinya dalam bentuk glukosa kemudian habis.

“Nah itu dia berita menyenangkan itu glukosanya habis sehingga kadar gula darah kita turun. Tetapi kalau turun terus tidak ada pengganti kita bisa lemas karena gula juga dibutuhkan oleh tubuh sehingga dengan demikian sistem tubuh kita akan melelah ya akan mengolah glikogen yang terdapat di dalam otot diubah menjadi glukosa. Sehingga otomatis gula kita semakin tergali dan tergunakan dan habis otomatis tubuh kita itu akan sangat baik sekali dari segi ketersediaan kadar gula darah yang normal di tubuh kita itu kemenangan kita yang pertama dari peristiwa puasa,” kata Dokter Abidin dalam sesi tanya jawab di Sehat Selaras dengan topik “Puasa Tak Hanya Sekedar Ibadah, Banyak Manfaat Kesehatan” yang ditayangkan Youtube channel Radio Smart FM, (31/3/2023).

Kemudian yang kedua, dengan berkurangnya konsumsi makanan dan digunakan dalam 14 jam tanpa makan, maka tubuh pun akan menggunakan apa saja yang ada di dalam tubuh, termasuk lemak. Misalnya deposit lemak di mana-mana dihancurkan dibakar dipakai digunakan sebagai bahan makanan tubuh.

“Otomatis namanya deposit-deposit lemak yang ada di mana-mana itu berkurang, maka sebenarnya jika berat badan kita menurun pada bulan puasa itu sebenarnya tanda bagus itu. Tapi kalau ada orang mengaku, Kok berat saya naik perlu periksa ulang nih gimana tata kendali kita ini, ada apa ini ya kan kok masuk sedikit berat bertambah,” lanjutnya.

Mantan Ketua IDI Cabang Medan/Ketua PB IDI dan Ses KKI itu juga menyinggung ada hal-hal baru yang perlu diketahui, misalnya peristiwa berpuasa merupakan peristiwa detoksifikasi. Dimana organ jantung, paru, yang tadinya bekerja tidak pernah berhenti dikarenakan makanan datang terus, sistem tubuh bekeras terus menjadi memiliki waktu istirahat.

“Bahwa masa berpuasa itu adalah peristiwa detoksifikasi. Apa itu detoksifikas,i artinya tidak toxic artinya racun, peristiwa menghilangkan racun dari dalam tubuh Bagaimana caranya nah ketika jantung paru-paru hati ginjal dan lain-lain itu punya kesempatan istirahat dia melakukan proses internal cleaning perbaikan diri internal clinik atau sel healing. Dia akan melakukan perbaikan jaringan yang rusak. Nah luar biasanya di sana ada sistem yang bekerja tanpa sadar, yang namanya sistem tidak sadar ada yang sadar kalau kita perintah tapi ada yang tidak kita perintah seperti jantung, itu dia kan lebih kerja terus paru-paru mengembang terus hati dan ginjal bekerja terus mereka bekerja dalam konsep tanpa perintah,”

“Oleh karena itu puasa adalah saat yang paling tepat memperbaiki diri karena tubuh pun sedang bersiap dan siap untuk sama-sama memperbaiki diri,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *