Example 728x250
BerandaDiabetes

Catat Nih, 7 Teh Terbaik Penderita Diabetes untuk Menurunkan Gula Darah

172
×

Catat Nih, 7 Teh Terbaik Penderita Diabetes untuk Menurunkan Gula Darah

Sebarkan artikel ini


Golansia.com — Seperti diketahui, teh memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari meningkatkan konsentrasi, menurunkan berat badan, hingga menurunkan risiko diabetes.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “Diabetologia” pun mengungkapkan hal ini.

Penelitian yang dikutip dari Eatingwell menjelaskan bahwa minum secangkir teh hitam setiap hari dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan mengurangi risiko pradiabetes dan diabetes tipe 2.

Selain itu, teh mengandung antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan stres oksidatif dalam tubuh.

Hal ini pada akhirnya dapat memperburuk masalah kesehatan, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

“Sebuah meta-analisis terhadap teh dan dampaknya terhadap risiko diabetes menyimpulkan bahwa minum tiga cangkir teh atau lebih per hari dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes,” kata ahli diet dan seorang peneliti yang berbasis di York, Pennsylvania Julie Stefanski, dilansir dari Everydayhealth (10/4/2023).

 

Lantas, jenis teh apa sih yang cocok untuk penderita diabetes?

Jenis teh untuk penderita diabetes

1. Teh hijau

Sebuah tinjauan penelitian menunjukkan, teh hijau dan ekstrak teh hijau dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah untuk mencegah diabetes tipe 2 dan obesitas.

Dalam penelitian disebutkan bahwa orang yang rutin minum teh hijau selama lebih dari 10 tahun memiliki lemak tubuh lebih rendah dan lingkar pinggang lebih kecil dibandingkan mereka yang tidak.

Seperti yang diketahui, obesitas dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes tipe 2 setidaknya enam kali lipat, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2020.

Selain itu, teh hijau juga mengandung senyawa kuat yang disebut epigallocationchin gallate (EGCG).

“EGCG terbukti meningkatkan penyerapan glukosa ke dalam sel otot,” kata ahli diet Erin Palinski-Wade yang berspesialisasi dalam manajemen diabetes dan berbasis di wilayah New York City.

Menurut ulasan yang diterbitkan pada 2019, proses EGCG yang merangsang glukosa untuk memasuki sel otot mungkin juga berguna untuk mengobati obesitas.

 

2. Teh hitam

Sebuah ulasan yang diterbitkan pada 2019 mencatat, beberapa studi epidemiologi menunjukkan bahwa minum teh hitam, hijau, atau oolong dapat mengurangi risiko terkena diabetes atau komplikasi diabetes.

Selain itu, para peneliti menyarankan teh (termasuk teh hitam) mungkin bekerja di dalam tubuh dengan meningkatkan resistensi insulin, memainkan peran seperti insulin, serta mengurangi respons peradangan.

Tak hanya itu, teh hitam juga dapat membantu penderita diabetes dengan cara lain.

Studi lain pada tahun 2017 menemukan bahwa minum teh hitam setelah mengonsumsi gula membantu mengontrol glukosa darah.

Penelitian kecil ini mengamati orang-orang dengan pradiabetes dan juga orang-orang tanpa diabetes.

3. Teh kamomil

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kurang tidur satu malam saja dapat menyebabkan tubuh memproduksi insulin kurang efektif, sehingga berpotensi meningkatkan kadar gula darah.

Untuk itu, minum teh kamomil yang bebas kafein dapat menunjang tidur Anda.

Sebuah penelitian pada tahun 2015 menemukan, ketika wanita dengan kualitas tidur yang buruk meminum teh kamomil selama dua minggu, mereka mengalami lebih sedikit masalah tidur dan gejala depresi dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak meminum teh tersebut.

Tentu saja, wanita-wanita tersebut tidak menderita diabetes. Namun bukan berarti teh kamomil tidak memberikan manfaat bagi orang-orang ini.

“Diabetes dianggap sebagai kondisi peradangan, dan seiring dengan asupan makanan yang tepat, kualitas tidur yang baik penting dalam mengurangi peradangan,” kata Stefanski.

“Teh kamomil juga dikaitkan dengan peningkatan sensitivitas insulin dan pengelolaan glukosa serta dapat membantu mengurangi stres oksidatif dalam tubuh,” kata Palinski-Wade.

 

4. Teh jahe

Tak hanya memberikan sensasi yang menyegarkan, secangkir teh jahe juga bisa bermanfaat bagi Anda yang menderita diabetes.

Tinjauan dari tahun 2015 menunjukkan, suplementasi jahe secara teknis merupakan bentuk yang lebih manjur daripada teh untuk menurunkan kadar glukosa darah puasa pada penderita diabetes tipe 2, serta A1C.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa jahe dapat memengaruhi kontrol glikemik dalam tubuh dengan menghambat enzim yang terlibat dalam proses metabolisme karbohidrat serta meningkatkan sensitivitas insulin.

Hasilnya, para peneliti mencatat, ada lebih banyak penyerapan glukosa ke dalam jaringan adiposa perifer dan otot rangka.

 

5. Teh peppermint

Dilansir dari Breathewellbeing (29/9/2023), teh peppermint adalah pilihan teh bagus lainnya untuk pasien diabetes. Ini lantaran, peppermint menjadi penekan alami dan berdampak positif terhadap HbA1C.

Teh peppermint untuk pasien diabetes dapat membantu meredakan gangguan pencernaan dan mengurangi kembung.

Teh ini meredakan gejala sindrom iritasi usus besar (IBS) dengan menenangkan otot-otot di saluran pencernaan.

Menthol dalam teh peppermint dapat berperan sebagai dekongestan yang dapat membantu meringankan hidung tersumbat dan meningkatkan pernapasan.

 

6. Teh rooibos

Teh rooibos atau teh kayu manis adalah pilihan teh yang baik dikonsumsi untuk pasien diabetes.

Penelitian menunjukkan, teh kayu manis berpotensi merangsang enzim insulin pankreas dan meningkatkan sensitivitasnya. Ini juga membantu mengatur kadar gula, yang merupakan manfaat lain teh kayu manis untuk pasien diabetes.

Sebuah studi tahun 2003 yang diterbitkan dalam Diabetes Care Journal mengatakan kayu manis meningkatkan profil glukosa dan lipid penderita diabetes tipe 2.

Selain itu, teh kayu manis mengandung antioksidan yang dapat membantu mengatasi stres oksidatif dan juga menurunkan peradangan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kayu manis juga dapat membantu mengurangi kadar kolesterol LDL dan trigliserida.

Terakhir, teh kayu manis juga dapat membantu pengelolaan berat badan dengan meningkatkan metabolisme dan meningkatkan rasa kenyang, sehingga membantu penderita diabetes yang mencoba mempertahankan berat badan yang sehat.

 

7. Teh hibiscus

Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa teh hibiscus mungkin memiliki dampak positif pada pengelolaan gula darah.

Misalnya, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine pada tahun 2009 menemukan, ekstrak kembang sepatu atau hibiscus mengurangi kadar glukosa darah puasa pada pasien diabetes.

Studi lain dalam Journal of Human Hypertension tahun 2010 melaporkan adanya penurunan kadar hemoglobin A1c (penanda pengendalian gula darah jangka panjang) pada pasien diabetes yang mengonsumsi teh hibiscus.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *