Example 728x250
Diare

Diare Kronis pada Lansia, Bagaimana Pencegahannya?

30
×

Diare Kronis pada Lansia, Bagaimana Pencegahannya?

Sebarkan artikel ini
Diare Kronis pada Lansia
Diare Kronis pada Lansia


Golansia.com – Diare merupakan masalah pencernaan yang menyebabkan volume tinja meningkat dan tinja encer. Masalah pencernaan ini umum terjadi dan hampir semua orang pernah mengalaminya.

Bagi banyak orang, ini biasanya merupakan diare parah yang dapat sembuh tanpa komplikasi dalam beberapa hari. Namun diare bisa berlangsung lebih lama, hingga 2-4 minggu. Kondisi ini disebut diare kronis.

Diare jenis ini tentu sangat mengkhawatirkan terutama bagi orang lanjut usia atau lansia. Diare kronis dapat menyebabkan gejala tidak menyenangkan lainnya seperti demam dan mual. Mengetahui cara mencegah diare kronis pada lansia penting dilakukan untuk menghindari masalah kesehatan yang bisa menjadi serius.

Penyebab Diare Kronis pada Lansia

Diare kronis terkadang disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya. Kondisi medis yang sering menjadi penyebab diare kronis pada lansia, antara lain:

  • Radang usus buntu.
  • Kanker usus besar.
  • Penyakit Crohn (radang saluran pencernaan).
  • Divertikulitis (radang kantong usus besar).
  • Kolitis iskemik (kondisi yang menyebabkan cedera usus besar karena suplai darah berkurang atau terputus).
  • Kolitis ulseratif (radang atau borok di saluran pencernaan).
  • Tumor karsinoid.
  • Sirosis hati.
  • Diabetes.
  • Pankreatitis kronis (kerusakan pankreas akibat peradangan berkepanjangan).
  • Kanker pankreas.
  • Penyakit Celiac (konsumsi gluten yang dapat merusak usus kecil).

Lansia yang mengalami diare yang tidak kunjung membaik setelah menerima perawatan rumah, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Selama kunjungan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan gejala yang dialami, seperti seberapa sering buang air besar, adakah gejala lainnya, dan adakah riwayat masalah pencernaan baik pribadi maupun dalam keluarga.

Setelah itu, dokter mungkin juga merekomendasikan pemeriksaan darah lengkap atau mengambil sampel feses untuk memeriksa infeksi atau peradangan. Sampel feses dapat mengungkapan peningkatan sel darah putih yang bisa menjadi tanda peradangan dalam tubuh atau adanya bakteri atau parasit di tinja. Sampel tersebut juga mengungkapkan lemak di tinja yang dapat mengindikasikan pankreatitis kronis atau penyakit Celiac.

Pola makan bisa berpengaruh pada diare kronis yang dialami lansia. Bahan-bahan makanan tertentu dapat mempercepat laju pencernaan dan menyebabkan makanan melalui usus besar dengan cepat. Makanan yang biasanya menyebabkan diare kronis, yaitu susu dan pemanis buatan (sorbitol dan fruktosa).

Selain itu, beberapa hal yang juga bisa menjadi penyebab diare kronis, antara lain:

  • Obat-obatan, seperti NSAID, antibiotik, antasida.
  • Keracunan makanan.
  • Intoleransi laktosa.
  • Penyalahgunaan alkohol.

Terkadang, penyebab diare kronis tidak diketahui. Bila tes diagnostic tidak menunjukkan adanya kelainan, dokter mungkin akan mengaitkan diare kronis dengan sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS). Kondisi tersebut memengaruhi usus besar dan menyebabkan berbagai gejala, termasuk diare. IBS bisa menjadi kronis, tapi tidak merusak usus besar.

Cara Mencegah Diare Kronis

Diare kronis yang disebabkan oleh kondisi medis tidak selalu bisa dicegah. Namun, diare kronis akibat infeksi dapat dicegah dengan menjaga persediaan makanan dan air tetap bersih. Berikut cara-cara yang bisa dilakukan untuk mencegah diare kronis pada lansia:

  • Dorong kebiasaan mencuci tangan secara rutin, seperti setelah menggunakan toilet, sebelum makan, dan sebelum menyiapkan makanan.
  • Pastikan orangtua hanya meminum air yang bersih dan sudah dimasak.
  • Hindari memberi daging atau seafood yang masih mentah atau setengah matang pada orangtua.
  • Bersihkan dan kupas buah-buahan, atau masak sayuran terlebih dahulu sebelum diberikan pada orangtua untuk dimakan.
  • Ubah pola makan dengan menghindari makanan yang dapat memicu diare.
  • Pastikan orangtua tetap terhidrasi dengan baik.

Nah, itulah cara-cara yang perlu dilakukan agar orang lanjut usia atau lansia dapat terhindar dari diare kronis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *