Example 728x250
BerandaTips Sehat Manula

4 Aktivitas Fisik Ini Cocok untuk Lansia Agar Terhindar Dari Gula Darah Tinggi

154
×

4 Aktivitas Fisik Ini Cocok untuk Lansia Agar Terhindar Dari Gula Darah Tinggi

Sebarkan artikel ini


banner 678x960

Golansia.com — Diabetes atau gula darah tinggi merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Gula darah dapat menyebabkan berbagai gangguan pada organ tubuh. Jika tidak dipantau dan diobati dengan baik, penderita diabetes dapat mengalami berbagai komplikasi kesehatan.

Sayangnya, penyakit ini paling sering terjadi pada orang tua. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan makan yang tidak sehat dan terlalu sedikit berolahraga. Oleh karena itu, lansia sangat rentan terhadap penyakit diabetes.

Gejala gula darah tinggi atau diabetes yang terkenal, seperti buang air kecil lebih banyak dan merasa sangat haus, tidak begitu jelas pada lansia, biasanya terjadi ketika kadar gula darah cukup tinggi. Selain itu, gejala diabetes tipe 2, seperti merasa lelah dan lesu, atau secara bertahap menambah berat badan, seringkali dapat disalah artikan sebagai bagian dari proses penuaan yang normal.

Akibatnya, orang tua dengan diabetes tipe 2 mungkin tetap tidak terdiagnosis sampai komplikasi diabetes terjadi seperti kerusakan di beberapa organ tubuh mulai dari ginjal, arteri, mata atau saraf. Jika gejala gula darah tinggi pada lansia sudah mulai terlihat, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan rutin.

Ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan saat mengalami gejala gula darah tinggi pada lansia, sebagaimana keterangan Confidence.

1. Olahraga teratur

Olahraga ringan seperti berjalan kaki setengah jam per hari jauh lebih baik dibandingkan ke gym sekali seminggu. Olahraga jangka pendek membantu mengubah glukosa menjadi energi. Sedangkan olahraga jangka panjang membuat sel tubuh lebih responsif terhadap insulin sehingga mencegah resistensi.

2. Jaga kaki

Pilih olahraga atau aktivitas yang tidak memberatkan kaki seperti berenang, jalan santai, atau sepeda. Olahraga yang terlalu berat bagi kaki dapat menyebabkan luka, infeksi, atau lepuh yang membahayakan kaki penderita diabetes.

3. Dengarkan tubuh

Belajar membaca tanda-tanda kenaikan gula darah pada tubuh. Jika merasa sangat kehausan, buang air kecil yang terlalu sering, sangat lapar, berat badan turun, suasana hati yang naik turun, kelelahan, dan mual bisa jadi gula darah meninggi.

4. Beristirahat yang cukup

Pola tidur yang buruk serta kurangnya jam tidur bisa mempengaruhi penderita diabetes. Orang berusia lanjut ternyata juga membutuhkan jam tidur 7-9 jam per hari. Sayangnya, banyak yang mengalami susah tidur atau sering terbangun kemungkinan besar akibat kurangnya produksi melatonin (hormon yang membantu tidur) atau sensitivitas terhadap suara. Olahraga teratur bisa membantu mempermudah tidur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *