Example 728x250
DR. AbidinKolom Kesehatan

HKN 2025: GENERASI SEHAT, MASA DEPAN HEBAT

303
×

HKN 2025: GENERASI SEHAT, MASA DEPAN HEBAT

Sebarkan artikel ini

Catatan: Dr. Abidin

Golansia.com — Jika mengingat 61 tahun yang lalu, yang menjadi momentum peringatan awal Hari Kesehatan Nasional, sesungguhnya itu adalah Proklamasi keberhasilan seluruh rakyat Indonesia, setiap orang dan setiap Rumah Tangga sukses menghentikan wabah Malaria yang sangat luas meluas sejak tahun 1950an diseluruh wilayah Indonesia dan sangat mematikan.

Sang nyamuk malaria, makhluk kecil, ramai dan berkembang biak sangat cepat, serta butuh darah manusia untuk hidupnya, sembari “menyuntikkan” lebih dahulu liur nya yang mengandung parasit Plasmodium Falsifarum yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles jenis betina. Ada 430 jenis nyamuk malaria, sekitar 10% penyebab Malaria yang merusak organ tubuh dan menyebabkan kematian.

Mulai dari Presiden, para Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota, Camat dan Kepala Desa hingga struktur terbawah, bersama Masyarakat dan semua Organisasi Kemasyarakatan dan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama bergerak, sejak 12 November 1959 yang ditandai dengan Penyemprotan insektisida DDT oleh Presiden RI di desa Kalasan, Jogyakarta.

Sejak Itu Indonesia bersama bergotong royong mengejar dan membasmi nyamuk dan jentiknya. Dalam beberapa tahun akhirnya tuntas menurunkan angka kasus dan kematian akibat Malaria hingga level terendah dan aman.

Ini karya nyata, semua tahu apa yang harus dilakukan, banyak pilihan cara sesuai kemampuan dan ketersediaan bahan yang ada, menggerakkan, kompak, dan menang bersama.

Peristiwa yang kemudian dijadikan momentum Peringatan Hari Kesehatan Nasional hingga hari ini, tidak hanya untuk diperingati dengan “asalan”, “rutinitas” atau “lomba twibbon”, tetapi menyadarkan dan menggerakkan.

Jika tahun 2025 ini, HKN mengangkat thema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, rasanya frasa itu seperti suara dari cloud yang melayang diudara dan terdengar lamat-lamat sayup di telinga, tanpa menggerakkan, atau mungkin bahkan menimbulkan rasa miris. Tanpa gerakan.

MENGAPA??..
Jika kita bicara Generasi. Dalam menentukan sehat-sakit generasi, harus berani membuka data dan informasi seperti apa peta Prevalensi berbagai Penyakit pada setiap garis generasi kita.

Pertanyaan bisa dimulai dari, kondisi Janin dalam kandungan, Bayi dalam 2 tahun pertama, Balita yang masuk usia pertumbuhan, kesiapan pra sekolah, masa sekolah dengan modal kecerdasan terbatas, masa remaja tumbuh tanpa aktivitas olahraga dan seni karena padatnya mata ajaran dan ketiadaan fasilitas, usia kerja dengan lingkungan sanitasi dan pembiaran perilaku buruk, hingga usia lanjut dengan hanya 4% sehat dan sisanya dengan komorbid, pra renta dan renta. Itulah peta Generasi saat ini.

Bahkan penyakit Malaria, kini bangkit kembali dan menurut data 2024, kasus Malaria di Indonesia merupakan terbanyak kedua di Asia setelah India.

Pertanyaan berikut, bagaimana caranya agar bisa Masa Depan Sehat?.
Jawabannya ada pada makna dan spirit Hari Kesehatan Nasional.
HKN adalah kisah sukses. Dari spirit HKN, penyelenggara Negara beserta Masyarakat, secara total bergerak dan digerakkan untuk gotong royong mengatasi masalah Kesehatan yang sudah sangat mengancam masa depan Bangsa dan akan memiskinkan.
Mengacu pada berbagai prestasi terburuk Indonesia dalam berbagai Penyakit Menular, Penyakit Tidak Menular, Kekurangan dan Kelebihan Gizi, serta Angka Stunting yang masih sangat tinggi.
Untuk semua itu, butuh Transformasi dan Reaktivasi, didukung langkah Promotif, Preventif serta Advokasi kepada semua pemegang kuasa, mendorong peran aktif dan kekuatan Masyarakat serta Penegakan disiplin (yang sudah diatur dalam setiap regulasi Kesehatan) hidup sehat pada semua aspek yang merupakan perwujudan Hak Sehat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selamat mengingat spirit Hari Kesehatan Nasional.

Sehat bukan pemberian, Sehat adalah Investasi. Dimulai dari diri sendiri, karena yang paling bahagia dan mendapat manfaat adalah yang paling sehat diantara kita. Kita semua ingin Sehat dan Bahagia.

Pemerintah memfasilitasi, menggerakkan dan memantau dengan dengan cermat.

Jakarta, Perumahan Depkes Sunter Jaya, 12 November 2025

Dr.Abidinsyah Siregar,DHSM,MBA,MKes
Ketua Umum Observasi Kesehatan Indonesia (OBKESINDO)/ IHO.
Purnabakti ASN Kemenkes.
Penasehat PB IKatan Dokter Indonesia (IDI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BU NAF
DR. Abidin

Golansia.com – Alhamdulillah bertemu bunda Dr.Nafsiah Mboi, Sp…