Oleh: Dr.Abidinsyah Siregar, Observer kesehatan.
Ringkasan dari KOMPAS 8 Okt 2026
Golansia.com – Rasio harga RUMAH di Jakarta terhadap pendapatan keluarga 25-26 KALI lipat. Untuk APARTEMEN ukuran keluarga 8,3 X lipat.
Angka itu menunjukkan betapa beratnya membeli rumah jika harga dibandingkan dengan pendapatan dalam setahun.
JIKA kita ingin tinggal di Jakarta, kita harus bekerja dan menabung 25-26 tahun serta tidak makan demi bisa membeli rumah.
Hasil riset Prof Sing Tien Foo, Provost Chair Professor in the Dept of Real Estate at NU of Singapore Business School.
Krisis perumahan tidak saja soal kekurangan rumah. Tetapi harus memperhatikan kebutuhan pengguna.
Lansia harus diperhatikan, karena komunitas ini akan semakin banyak dan bahkan dalam 30 yang akan datang, lansia menjadi kelompok komunitas terbanyak.
Bagaimana perumahan untuk Lansia?..
Membeli nyaris tak mungkin. Jika ada rumah, seperti apa?.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menilai penataan hunian vertikal perlu mempertimbangkan kebutuhan kelompok lansia.
Beberapa waktu yang lalu, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Fahri Hamzah, melalui siaran pers, menyampaikan gagasan menempatkan kelompok lansia dan ruang publik di lantai bawah, sedangkan generasi muda berada di lantai atas sehingga akses warga lansia lebih mudah sekaligus membuka ruang interaksi antargenerasi.
“Kita sangat membutuhkan ruang publik untuk kesehatan mental masyarakat. Konsep rumah panggung itu sebenarnya rumah vertikal. Masa depan ko-ta memang harus hidup vertikal karena tanah semakin terbatas”..
(Kompas, 081026).

















