Example 728x250
BerandaDR. AbidinKesehatan

Pikun Bisa Dilatih, Demensia Harus Diwaspadai Sejak Dini

577
×

Pikun Bisa Dilatih, Demensia Harus Diwaspadai Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

Golansia.com — Pikun dan demensia sering dianggap sebagai satu hal yang sama. Padahal, menurut Pakar Kesehatan Dr. Abidinsyah Siregar, keduanya adalah kondisi yang berbeda dan memiliki dampak yang sangat berlainan terhadap kehidupan seseorang, terutama pada usia lanjut.

Dalam program Sehat Selaras Smart FM yang tayang pada Jumat (5/5/2025), Dr. Abidin menjelaskan bahwa pikun adalah bagian dari proses penuaan alami, sedangkan demensia merupakan kondisi serius akibat kerusakan daya ingat di otak.

“Pikun itu masih alami. Masih bisa dilatih dan masih bisa kembali membaik,” ujarnya.

“Demensia berbeda. Di situ sudah ada kerusakan daya ingat di otak.”

Pikun Masih Bisa Kembali, Demensia Terus Menurun

Pikun biasanya muncul sebagai lupa ringan. Seseorang bisa lupa menaruh barang, lupa nama, atau lupa sesuatu yang baru saja dilakukan. Namun, setelah diberi petunjuk, ingatan itu bisa muncul kembali. Aktivitas harian pun masih dapat dijalani seperti biasa.

Demensia berada di tahap yang jauh lebih serius. Ingatan tidak hanya hilang, tetapi rusak. Jika dibiarkan, penurunannya bisa sangat cepat. Penderita bisa lupa arah pulang, lupa fungsi ruang di rumah, bahkan lupa kebutuhan paling dasar.

“Bayangkan lansia yang tinggal berdua dengan pasangan, lalu lupa ke mana harus pergi atau ke mana harus buang air. Itu situasi yang sangat berbahaya,” kata Dr. Abidin.

Usia Tua Bukan Alasan untuk Menyerah

Salah satu hal yang paling ditekankan Dr. Abidinsyah adalah kebiasaan masyarakat yang terlalu mudah memaklumi lupa.

“Jangan berkata, ‘maklum sudah tua’. Justru saat tua, kita harus semakin mandiri,” ujarnya.

Menurutnya, lansia sering kali tidak lagi memiliki banyak penolong. Jika daya ingat terganggu, kehidupan sehari-hari bisa menjadi kacau dan tidak nyaman, bahkan memicu risiko kecelakaan di rumah.

Anak Muda Juga Bisa Mengalami Gangguan Ingatan

Menariknya, gangguan daya ingat tidak hanya mengintai lansia. Dr. Abidin menegaskan bahwa usia produktif pun berisiko mengalami penurunan daya ingat akibat gaya hidup.

Begadang, kurang tidur, stres berkepanjangan, konsumsi rokok dan alkohol, penggunaan obat penenang, hingga cedera kepala adalah faktor-faktor yang sering ia temui sebagai pemicu gangguan ingatan.

Kurang tidur, misalnya, membuat aliran darah dan oksigen ke otak tidak optimal. Akibatnya, otak menjadi lamban, respons menurun, dan daya simpan ingatan ikut melemah.

Makanan dan Kebiasaan Menentukan Ketajaman Otak

Dalam wawancara tersebut, Dr. Abidin juga menyoroti kebiasaan makan yang kerap diabaikan. Ia mengingatkan pentingnya pola makan seimbang, bukan hanya mengenyangkan.

“Ikan itu sumber kecerdasan. Sayur dan buah menjaga daya tahan. Jangan hanya memperbanyak nasi,” tuturnya.

Selain itu, konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan perlu dibatasi karena dapat memperburuk kondisi tubuh dan otak.

Otak Perlu Dilatih, Bukan Dibiarkan Diam

Daya ingat, menurut Dr. Abidin, harus terus dilatih. Otak yang jarang digunakan akan melemah, sama seperti otot yang jarang digerakkan.

Ia menyarankan aktivitas sederhana seperti teka-teki silang, sudoku, catur, permainan logika di ponsel, hingga olahraga yang melibatkan konsentrasi, seperti tenis atau tenis meja.

“Permainan dan olahraga itu memaksa otak bekerja—melihat pola, membuat keputusan, dan berpikir cepat,” jelasnya.

Pikun adalah Tanda Awal

Pesan utama Dr. Abidin sederhana namun penting: pikun adalah peringatan, bukan vonis. Jika disadari sejak awal, masih ada peluang besar untuk memperbaiki dan memperlambat penurunan daya ingat.

“Jangan menyerah pada lupa. Pikun masih bisa diperbaiki. Tapi kalau diabaikan, bisa berkembang menjadi demensia,” katanya.

Bagi Dr. Abidin, menjaga daya ingat bukan hanya soal umur panjang, tetapi tentang menjaga martabat dan kemandirian hingga usia lanjut.

Simak selengkapnya dalam video berikut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *