Example 728x250
Paru-Paru

Waspadai Infeksi RSV Berat pada Lansia dengan Penyakit Komorbid

270
×

Waspadai Infeksi RSV Berat pada Lansia dengan Penyakit Komorbid

Sebarkan artikel ini
infeksi RSV pada lansia komorbid
Foto: lansia indonesia yang terkena Infeksi RSV dan terbaring di kamar rumah sakit

Golansia.com – Infeksi Respiratory Syncytial Virus (RSV) bisa menjadi ancaman serius bagi lansia, terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta. Kelompok ini lebih rentan mengalami gejala berat hingga membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Namun, lansia tanpa komorbid pun tetap berisiko jatuh sakit parah akibat RSV, khususnya pada usia 75 tahun ke atas.

“Jika populasi dengan komorbid terkena RSV, potensi untuk dirawat di rumah sakit jauh lebih besar,” ujar dr. Robert Sinto Sp.PD-PTI dalam acara Sahabat Peduli Journalist Club Edisi ke-3 di Jakarta Selatan, Rabu (3/12/2025).

Menurutnya, risiko kematian akibat infeksi pernapasan ini juga meningkat karena banyaknya jenis komorbid yang dapat memperberat kondisi pasien.

“Mulai dari kelainan paru, PPOK, penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, gangguan saraf, pasien stroke, hingga gangguan hati dan kelainan darah,” jelasnya.

Kondisi-kondisi tersebut membuat tubuh lansia tidak optimal dalam melawan infeksi baru, sehingga risiko rawat inap dan komplikasi menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan lansia tanpa komorbid.

Gagal Ginjal Jadi Komorbid dengan Risiko Tertinggi

Di antara berbagai komorbid, gagal ginjal menjadi faktor risiko paling tinggi bagi lansia yang terinfeksi RSV.

“Pasien gagal ginjal yang terinfeksi RSV memiliki kemungkinan enam setengah kali lipat lebih besar untuk mengalami kondisi berat hingga masuk rumah sakit,” ungkap dr. Robert.

Selain gagal ginjal, penyakit paru seperti PPOK ikut meningkatkan risiko. Bahkan kondisi yang sering dianggap ringan, seperti obesitas, juga memperburuk kemungkinan infeksi RSV menjadi lebih parah.

“Seperti saat COVID-19, pasien dengan obesitas cenderung jatuh sakit lebih berat dan bisa berakhir fatal. Hal yang sama terjadi pada RSV,” tambahnya.

Lansia dengan dua penyakit kronis memiliki risiko hampir tujuh kali lipat untuk dirawat inap jika terkena RSV.

Perlu Kewaspadaan Lebih pada Lansia 75 Tahun ke Atas

Menurunnya fungsi tubuh akibat penuaan membuat infeksi RSV perlu mendapat perhatian serius, baik pada lansia sehat maupun yang memiliki komorbid. Faktor tambahan seperti hilangnya nafsu makan, dehidrasi, dan malnutrisi saat sakit juga dapat memperparah kondisi penderita.

Karena itu, dr. Robert menekankan pentingnya vaksinasi RSV bagi lansia, terutama yang memiliki penyakit penyerta atau berusia sangat lanjut. Vaksin dianggap sebagai langkah preventif penting untuk menurunkan risiko infeksi berat, rawat inap, maupun komplikasi yang dapat membahayakan nyawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *