Example 728x250
Berita

Silaknas KMA-PBS Supersemar di Solo, BEASISWA SUPERSEMAR MEMBENTUK KARAKTER PANCASILAIS

136
×

Silaknas KMA-PBS Supersemar di Solo, BEASISWA SUPERSEMAR MEMBENTUK KARAKTER PANCASILAIS

Sebarkan artikel ini


Seduluran Sak Lawase

Oleh : Dr.Abidin

Golansia.com — Indonesia memiliki salah satu tonggak penting nasib Proklamasi Kemerdekaan RI, dengan terbitnya Surat yang berisi Perintah Presiden Soekarno kepada Mayjen.TNI Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) pada tanggal 11 Maret 1966.

Perintah Bung Karno agar mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu, dimana Indonesia dalam tekanan, ancaman dan makar PKI (Partai Komunis Indonesia) untuk merebut kekuasaan Pemerintahan yang sah dan mengganti ideologi Pancasila menjadi Komunisme.

Peristiwa perubahan mendasar itu dikenal sebagai Supersemar

Supersemar mengawali Era Baru dengan basis Trilogi Pembangunan dengan dimulainya Pembangunan Nasional secara terencana dan nyata melalui Pembangunan Lima Tahunan dengan prioritas Stabilitas Nasional, Pertumbuhan dan Pemerataan.

Pembangunan diselenggarakan sejalan dengan prinsip Tujuan Nasional, sehingga mampu Melindungi Segenap Tumpah Darah dan Bangsa Indonesia, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Memajukan Kesejahteraan Umum dan banyak terlibat terdepan Menciptakan Perdamaian yang abadi diatas dunia.

Agar perjalanan Pembangunan terarah dan terukur disusunlah Garis-Garis Besar daripada Haluan Negara (GBHN).

Dengan GBHN terbangun sinergisme Pembangunan antara Pemerintah dan MPR/DPR serta berjalannya fungsi Check and Balancies diantara Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif.

Banyak karya besar Pak Harto dan diakui Dunia, bahkan dapat dirasakan hingga kini sebagai resultant positif disegala bidang.

Dengan mendahulukan Pembangunan Manusia Indonesia Seutuhnya.

Maka tumbuh Konsep brilian Pembangunan di segala bidang.

Pembangunan Puskesmas di setiap Kecamatan dan penempatan Dokter/Doktergigi INPRES langsung berakibat perbaikan kualitas kesehatan dan memanjangnya Umur Harapan Hidup (HDI Indonesia pernah sangat baik pada posisi 95 tahun 1995).

Konsep Pembangunan Keluarga berbasis Norma Dua Anak Cukup dengan mendirikan BKKBN 1970, dalam dua dekade telah meningkatkan produktifitas dan ekonomi keluarga sekaligus memberi kesempatan besar Pembangunan sektor lainnya.

Sukses berlanjut dimana Indonesia sejak 2010 mendapat Bonus Demografi, yaitu kesempatan emas bagi suatu Negara untuk waktu yang panjang berupa kelimpahan usia produktif dan surplus ekonomi yang menjadi kesempatan Indonesia mewujudkan Cita-Cita Nasionalnya sampai 2035 karena setelahnya Bonus Demografi berakhir dan tak datang lagi.

Sekolah Dasar INPRES bagi seluruh anak Indonesia didukung Wajib Belajar 9 tahun dan kemudian menjadi 12 tahun, berakibat dalam tempo cepat Indonesia mampu lepas dari Buta huruf menjadi Melek Huruf.

Anak Desa sudah sekolah dan mulai masuk kota dan Perguruan Tinggi serta lapangan kerja menggerakkan Pembangunan Infra struktur sampai ke desa-desa.

Berbagai konsep INPRES juga dilakukan di sektor Pertanian, Peternakan, Pengairan, dll untuk percepatan dan pemerataan.

Penempatan Dokter Inpres, Guru Inpres, Penyuluh Inpres dan lain-lain, berhasil menurunkan luas wilayah terpencil, angka kemiskinan sekaligus menutup mal-distribusi akibat kekurangan Dokter, Guru, Penyuluh, Pendamping Petani/peternak dsbnya.

 

BEASISWA SUPERSEMAR

Tentu tanda dan fakta sukses Pembangunan Nasional, tidak terlepas dari keberadaan Beasiswa Supersemar yang digagasi Pak Harto, yang disalurkan melalui Yayasan Supersemar sejak 16 Mei 1974 dan selanjutnya peran aktif patriotis para alumni Penerima Beasiswa Supersemar lulusan Sekolah Menengah Kejuruan dan lulusan Perguruan Tinggi.

Untuk mendapatkan data kondisi Valid sang Mahasiswa calon penerima Beasiswa, Yayasan baru memberi penilaian dan pertimbangan saat sang Mahasiswa berada pada Semester 3 atau 4.

Disaat itu Penilai Beasiswa sudah memiliki informasi yang cukup pada 2 kriteria utama yaitu Kemampuan Kognitif selama belajar 3-4 Semester dan Tingkat kesulitan Finansial keluarga Mahasiswa.

Objektifitas dan Integritas tim penilai yang tidak pernah di kenal dan ditemui, telah mengantarkan semua PBS dipastikan punya integritas sekaligus kapasitas yang kokoh dan teladan, sekaligus percaya diri yang positif.

Demikian pula dimasa pengabdian, dalam jabatan apapun membuktikan diri berkapasitas, kompeten dan bisa diandalkan.

Dengan beasiswa saat kuliah dan prestasi dalam masa pengabdian, maka “si anak kampung dan miskin” mengalami transformasi pengentasan ketertinggalan dan pengentasan kemiskinan.

Prof.DR.Sajidan (Calon Rektor terpilih UNS, yang didampingi Rektornya Prof.DR.Jamal Wiwoho) yang juga alumni PBS menegaskan dalam paparannya bahwa “ Cara Mengatasi kemiskinan yang paling eksponensial adalah Pendidikan melalui Beasiswa”.

Ditahun 1979, PNS alumni Penerima Beasiswa yang akan ditempatkan di daerah terpencil (IDT) sebelum bertugas mendapat kesempatan pembekalan Bela Negara selama 2 bulan dilatih Fisik, Mental, Ideologi Pancasila oleh Satuan Pelatih dari Kopassus yang dilaksanakan di Cilodong dan Cikole.

Diakhir pendidikan, dilakukan seremoni cium Sang Saka Merah Putih dipuncak bukit Situ Lembang.

Ada belasan ribu yang sudah terlatih dan tangguh rasa Kecintaan Tanah Air dengan Nasionalisme yang teguh dalam menjalankan pengabdiannya.

 

PENERIMA BEASISWA

Beasiswa memberi peluang kuat bagi mahasiswa cerdas namun tak mampu secara ekonomi untuk mewujudkan impiannya dan keluarga sekaligus menjadi pionir Pembangunan Nasional

Hingga terhentinya menejemen Yayasan Supersemar, pada tahun 2010/2011 telah menyalurkan Beasiswa kepada 1.473.963 orang yang terdiri dari 472.390 orang lulus Sarjana (S1), 5.600 orang Master/Magister (S-2), 1.860 orang Doktor (S-3) dan 994.212 lulus SLTA-Kejuruan (SMK).

Mereka kini mengisi jabatan strategis Nasional diseluruh wilayah Indonesia dalam berbagai jabatan formal maupun informal, dari Sabang hingga Merauke.

Prof.DR.HM.Mahfud MD, SH,SU,MIP (Menko Polhukam RI), Dr.Ir.H.M.Basuki Hadimoeljono, MSc,Ph.D (Menteri PUPR) adalah antara lain Pembantu Presiden Jokowi alumni Supersemar yang menjabat Menteri dan relatif paling popular.

Tokoh lainnya Prof.DR.KH.Nazaruddin Umar,MA yang kini menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, sebelumnya pernah menjadi Wakil Menteri Agama.

Masih banyak lagi, Mereka menjadi Garda Terdepan Pembangunan Nasional.

SILATURRAHMI NASIONAL

Silaturrahmi Nasional Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Bea Siswa Supersemar (KMA-PBS) Supersemar diselenggarakan 2 hari pada 11-12 Maret 2023 dikota Solo.

Selain memperingati Supersemar yang ke-57 tahun, diselenggarakan Sarasehan untuk menangkap gagasan segar dan relevan untuk memperkuat upaya Pemerintahan Presiden Jokowi memacu Pembangunan mencapai target RPJMN 2019-2024 dengan gemilang.

Kegiatan lainnya melakukan silaturrahmi kekediaman keluarga Pak Harto di Kalitan, Solo dan Ziarah ke pemakaman Bapak Jenderal Besar (Purn) HM.Soeharto dan Ibu Hj.RA.Siti Hartinah (Ibu Tien) di Astana Giri Bangun.

Disamping kegiatan subuhan ke Masjid Sheikh Al-Zayed yang baru diresmikan Presiden Jokowi dan kegiatan Olah raga pada momen Car Free Day di kota Solo.

Sarasehan Silaturrahmi Nasional KMA-PBS Supersemar yang bertema “ Merajut Silaturrahmi Untuk Memperkokoh Persatuan Indonesia”, dihadiri sekitar 150 orang dari seluruh Indonesia.

Dimotori Ketua Panitia mas Adib Adjiputra dan mas Zamroni, serta tentu saja Wakil Ketua Umum mas M.Zaenal Fatah (Sekjen Kementerian PUPR) dan Sekretaris Jenderal KMA-PBS mas Agus Riyanto yang ulet menggerakkan.

Kehadiran mas Eddy Djauhari (Mantan Ketua Umum PP KMA-PBS Supersemar) dan Prof Aris (mewakili Keluarga besar Pak Harto) menambah semangat silaturrahmi.

 

Diakhir Sarasehan, seluruh Peserta mengikrarkan :

Indonesia…… SATU

KMA-PBS Supersemar: Seduluran SakLawase

(yang maknanya Bersaudara Selamanya, Hingga Ajal Memisahkan).

Terimakasih Supersemar, Terimakasih Bung Karno, Terimakasih Pak Harto. Semoga mendapat Surga Jannatunnaiim…

 

Solo, 12 Maret 2023

Dr.Abidinsyah Siregar,DHSM,MBA,MKes

(Terakhir Deputi BKKBN, Pensiun 65 tahun sebagai Fungsional Ahli Utama). Menerima Beasiswa Supersemar pada tahun ketiga saat kuliah di Fakultas Kedokteran USU di Medan (tahun 1978-sampai lulus Dokter 1983).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *