Example 728x250
BerandaJantung

Pahami Langkah Tepat Menolong Pasien Henti Jantung, Bukan Ditepuk atau Dipijat!

338
×

Pahami Langkah Tepat Menolong Pasien Henti Jantung, Bukan Ditepuk atau Dipijat!

Sebarkan artikel ini

Golansia.com — Henti jantung adalah kondisi gawat darurat di mana jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba, menyebabkan aliran darah menuju organ vital terhenti. Tanpa pertolongan cepat dan tepat, pengidap henti jantung bisa kehilangan nyawa hanya dalam hitungan menit.

Namun, masih banyak kesalahpahaman tentang cara menolong pasien henti jantung. Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Susetyo Atmojo, SpJP, menegaskan bahwa menepuk-nepuk atau memijat tubuh pasien yang terjatuh akibat henti jantung tidak membawa manfaat apa pun. Langkah tersebut, menurutnya, hanya membuang-buang waktu dan justru berpotensi membahayakan nyawa pasien.

“Kalau hanya sekedar dipijat, sekedar dikasih minyak angin, bahkan dikasih minum, kemudian ditepuk-tepuk pipinya itu sebenarnya tidak menolong. Yang menolong secara penelitian atau evidence base itu hanya melakukan resusitasi jantung-paru atau pijat jantung yang baik,” jelas dr. Susetyo saat ditemui di Puskesmas Palmerah, Jakarta Barat, Senin (5/5/2025).

Ia menekankan bahwa tindakan resusitasi jantung-paru (CPR) seharusnya menjadi pengetahuan umum yang dimiliki setiap orang. Di luar negeri, CPR bahkan sudah diajarkan sejak usia sekolah, demi menciptakan masyarakat yang siap menghadapi situasi darurat seperti henti jantung.

“Teman kita misalnya kena, lingkungannya juga sudah siap. Kalau cuma diurut, tepuk-tepuk, minyak kayu putih, terus dikasih air, saya rasa tidak terbukti menyelamatkan yang bersangkutan,” tambahnya.

Sembari melakukan resusitasi atau pijat jantung, dr. Susetyo mengingatkan pentingnya segera menghubungi ambulans untuk membawa pasien ke rumah sakit. Langkah ini bertujuan agar resusitasi tidak terputus sampai pasien mendapat penanganan medis yang memadai.

Langkah-Langkah Resusitasi Jantung Paru (CPR) yang Tepat:

  1. Pastikan lokasi pasien aman.
  2. Coba panggil pasien, cek responsnya.
  3. Jika tidak responsif, segera hubungi ambulans.
  4. Letakkan kedua tangan di area tulang dada bagian bawah.
  5. Tekan dengan kedalaman 5–6 cm, kecepatan 100–120 kali per menit.
  6. Lakukan 30 kompresi, diselingi 2 kali napas buatan, ulangi secara berkala.
  7. Periksa denyut jantung dan napas korban.
  8. Jangan hentikan CPR sampai tenaga medis tiba. Jika penolong lelah, segera bergantian dengan orang lain di lokasi.

Dengan memahami langkah-langkah CPR yang benar, Anda bisa menyelamatkan nyawa dalam situasi kritis. Menepuk atau memijat tanpa teknik yang tepat hanya membuang waktu berharga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *