Golansia.com – Mendengarkan musik bukan hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup. Bagi kalangan lanjut usia (lansia), manfaat musik bahkan jauh lebih luas, termasuk menjaga ketajaman ingatan.
Jika di sekitar kita ada lansia yang gemar mendengarkan musik, sebaiknya kebiasaan itu terus didukung. Pasalnya, musik tidak hanya menenangkan jiwa, tetapi juga memberi stimulus positif bagi otak.
Dengan mendukung lansia menikmati musik kesukaan mereka, keluarga sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup serta menjaga kesehatan mental dan kognitif mereka.
Berikut beberapa manfaat mendengarkan musik bagi lansia:
1. Mempertajam daya ingat
Sejumlah riset internasional membuktikan, musik memiliki peran penting dalam menjaga fungsi otak, khususnya pada lansia. Harvard Health Publishing melaporkan bahwa mendengarkan musik dapat mengaktifkan kembali area otak yang berkaitan dengan memori, penalaran, ucapan, hingga emosi.
Penelitian di Amerika Serikat dan Jepang mengungkap, musik tidak hanya membantu memunculkan kembali kenangan lama, tetapi juga mampu menciptakan kenangan baru. Temuan serupa juga dikutip CNA, yang menyoroti peran musik sebagai pendekatan terapi non-medis bagi penderita demensia dalam mempertajam daya ingat.
Para peneliti menjelaskan, melodi dan lirik lagu memiliki kekuatan melekat dalam memori dalam jangka panjang. Hal ini karena bagian otak yang menyimpan memori musik tetap terjaga lebih baik dibanding memori lainnya.
Bahkan, studi tahun 2013 di Skandinavia menunjukkan bahwa intervensi terapi musik selama enam minggu mampu mengurangi kegelisahan (agitasi) pada pasien demensia. Dampaknya, penggunaan obat untuk mempertajam daya ingat pun berkurang secara signifikan.
2. Mengurangi stres dan kecemasan
Penelitian terbaru di Jepang kembali menegaskan manfaat musik bagi penderita demensia. Studi tersebut menemukan bahwa terapi musik mampu secara signifikan menurunkan tingkat stres pasien sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.
Yang menarik, intervensi ini dilakukan dengan pendekatan musik individual. Artinya, lagu-lagu yang dipilih disesuaikan dengan pengalaman pribadi pasien, sehingga dapat membangkitkan kenangan menyenangkan dan memicu emosi positif.
Hasil penelitian ini memperkuat bukti bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana terapi non-medis yang efektif untuk mendukung kesehatan mental lansia, khususnya penderita demensia.
3. Memberi rasa aman dan nyaman
Penelitian menunjukkan bahwa musik tidak hanya bermanfaat bagi lansia dengan demensia, tetapi juga pada penderita Alzheimer. Melodi dan lirik lagu favorit terbukti tetap melekat dalam ingatan, meski penyakit neurologis telah mengikis memori lainnya.
Fenomena ini menegaskan bahwa nostalgia melalui musik mampu menghadirkan kembali kenangan pribadi, mulai dari suasana rumah hingga momen bahagia seperti hari pernikahan.
Tak jarang, pasien demensia atau Alzheimer yang sudah tidak lagi mengenali orang terdekatnya, masih mampu mengingat lirik lagu lama yang mereka cintai. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya peran musik dalam memberikan kenyamanan sekaligus menjaga keterhubungan dengan identitas diri.
4. Manfaat terapeutik
Musik kembali terbukti memberi manfaat besar bagi lansia. Analisis yang dipublikasikan dalam Journal of American Geriatrics Society menyebutkan, musik dapat meningkatkan kualitas hidup karena menawarkan manfaat terapeutik.
“Terapi musik seperti bernyanyi dalam paduan suara atau bermain alat musik adalah aktivitas yang aman dan menarik bagi lansia. Aktivitas ini terbukti mampu menjaga fungsi kognitif yang umumnya menurun seiring bertambahnya usia,” jelas Jennie L. Dorris, MM, peneliti dari Universitas Pittsburgh.
Selain menjaga kognitif, musik juga memberi efek terapeutik lain, yakni mendorong lansia lebih aktif secara fisik. Irama musik mampu menciptakan sinkronisasi antara saraf dan otot, sehingga memudahkan gerakan seperti berjalan, menari, atau sekadar melakukan peregangan.
Dengan manfaat ganda tersebut, musik dinilai bukan hanya sebagai hiburan, melainkan juga sarana terapi non-medis yang efektif bagi lansia.
Kemudian manfaat terapeutik lainnya bisa meningkatkan beberapa hal berikut ini:
- Kesehatan jantung dan kardiovaskular
- Kekuatan otot
- Kepadatan tulang
- Keseimbangan dan koordinasi
- Fleksibilitas
5. Meningkatkan kualitas hidup
Tidak hanya menjaga fungsi kognitif, musik juga terbukti mampu membantu mengurangi rasa sakit dan stres pada lansia. Irama musik dapat mengalihkan perhatian dari keluhan nyeri, sekaligus memberi efek menenangkan.
Ketika seseorang mendengarkan musik, tubuh cenderung lebih rileks. Tegangan otot berkurang, suasana hati membaik, dan rasa nyeri pun berangsur mereda.
Manfaat ini turut mendukung proses pengobatan yang dijalani lansia. Musik memberikan efek positif berupa relaksasi otot, peningkatan kualitas pernapasan, menurunkan detak jantung, hingga membantu mengendalikan tekanan darah tinggi.
Dengan demikian, musik tidak hanya berperan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai terapi sederhana yang mampu meningkatkan kualitas hidup para lansia.

















