Golansia.com — Memasuki usia lanjut bukan berarti seseorang harus kehilangan kemandirian atau berhenti menjalani aktivitas yang disukai. Pola makan bergizi, aktivitas fisik teratur, pemeriksaan kesehatan, serta hubungan sosial yang terjaga dapat membantu lansia mempertahankan kesehatan fisik dan mental sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
Momentum Hari Lansia Internasional yang diperingati setiap 1 Oktober menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan orang lanjut usia. Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk mendorong keluarga, masyarakat, dan pemerintah menciptakan lingkungan yang mendukung lansia agar tetap aktif, produktif, dan mandiri.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa penuaan sehat berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk tetap melakukan hal-hal yang bermakna dalam kehidupannya. Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik dan mental setiap orang dapat berbeda. Karena itu, upaya menjaga kesehatan lansia perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing individu.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa upaya kesehatan lanjut usia ditujukan kepada masyarakat berusia 60 tahun ke atas. Upaya tersebut mencakup pemenuhan gizi seimbang, aktivitas fisik rutin, kebersihan diri, kehidupan sosial, kesempatan berkarya, serta deteksi dini penyakit.
Lantas, kebiasaan apa saja yang dapat dilakukan untuk membantu lansia tetap sehat, aktif, dan mandiri?

















