Example 728x250
BerandaKesehatanTips Lansia

Tai Chi, Pilihan Terbaik dari Profesor Harvard untuk Lansia di Atas 60 Tahun

907
×

Tai Chi, Pilihan Terbaik dari Profesor Harvard untuk Lansia di Atas 60 Tahun

Sebarkan artikel ini

Golansia.com — “Takdir usia 60 bukan akhir gerak—melainkan panggilan untuk bijak memilih olahraga.” Saat kebanyakan menyarankan jalan pagi atau berenang untuk lansia, profesor Harvard Dr. Peter M. Wayne, PhD, dari Harvard Medical School, justru menempatkan tai chi sebagai olahraga terbaik untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus ketajaman mental di usia senja.

Memasuki usia lanjut, menjaga tubuh tetap bugar menjadi semakin penting. Namun, tidak semua jenis olahraga aman dilakukan. Penurunan kekuatan otot, gangguan persendian, serta risiko cedera membuat pilihan olahraga bagi lansia harus lebih selektif.

Dr. Peter Wayne menilai tai chi—seni bela diri kuno asal Tiongkok—dapat menjawab kebutuhan itu. Gerakan yang lembut, ritme yang lambat, dan tingkat risiko yang rendah menjadikan tai chi aman sekaligus efektif.

Dikutip dari The Mirror UK, Dr. Wayne menegaskan bahwa tai chi merupakan “meditasi dalam gerakan” yang membantu tubuh tetap responsif dan terkoordinasi.

Rekomendasi Latihan Menurut Riset Harvard

Pedoman kesehatan merekomendasikan orang dewasa, termasuk mereka yang berusia 65 tahun ke atas, untuk melakukan:

  • 150 menit latihan intensitas sedang per minggu, atau
  • 75 menit latihan intensitas tinggi per minggu.

Namun, bagi lansia, mencapai target itu tidak selalu mudah. Tubuh tak lagi sekuat dulu, sementara risiko cedera semakin tinggi. Karena itulah Dr. Wayne menyarankan tai chi—olahraga yang rendah risiko namun tetap mampu memberikan manfaat menyeluruh bagi tubuh dan pikiran.

“Dr Peter M. Wayne of Harvard Medical School studied the effects of tai chi on aging and found that it helps the body stay responsive and coordinated.” (Tom’s Guide)

 

Manfaat Tai Chi bagi Kesehatan Lansia

Tai chi bekerja bukan hanya pada satu aspek tubuh, melainkan pada banyak sisi sekaligus. Studi-studi yang dilakukan Harvard menunjukkan bahwa latihan ini dapat mengurangi risiko jatuh hingga 45 persen. Gerakannya yang lembut membantu memperkuat otot, melatih refleks, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam bergerak.

Selain itu, tai chi juga berperan penting dalam membangun kekuatan fungsional dan tulang. Setiap gerakan yang menyerupai latihan berbeban ringan mampu menstimulasi pembentukan tulang, sehingga efektif mencegah osteoporosis serta menjaga kekuatan tubuh dalam aktivitas sehari-hari.

Manfaat lain yang tak kalah penting adalah bagi fungsi otak. Penelitian membuktikan tai chi dapat meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan fungsi kognitif. Bahkan, beberapa studi mengaitkan latihan ini dengan penurunan risiko demensia.

Tak hanya fisik dan otak, kesehatan mental pun mendapat perhatian dalam latihan tai chi. Sebagai bentuk meditasi bergerak, tai chi mampu menurunkan tingkat stres, memperbaiki kualitas tidur, dan membantu menstabilkan suasana hati.

Riset di China juga menemukan bahwa tai chi dapat menurunkan tekanan darah lebih efektif dibanding olahraga kardio intensif. Hal ini terjadi berkat kombinasi antara gerakan perlahan, relaksasi, serta pengendalian stres yang menjadi inti dari latihan ini.

Lebih jauh, Harvard Health Publishing menekankan bahwa tai chi merupakan pendekatan holistik. Di dalamnya terdapat delapan komponen aktif—mulai dari kesadaran, niat, integrasi tubuh, relaksasi, kekuatan dan fleksibilitas, pernapasan alami, dukungan sosial, hingga dimensi spiritual. Semua unsur itu saling terhubung, menjadikan tai chi strategi kesehatan yang menyeluruh bagi lansia.

Kesimpulan

Gerakan sederhana dalam tai chi menyimpan manfaat besar. Setiap langkah perlahan dan tarikan napas teratur bukan hanya melatih fisik, tetapi juga menenangkan pikiran. Bagi lansia, tai chi adalah cara aman untuk menjaga keseimbangan, memperkuat tubuh, dan merawat kesehatan mental.

Dengan manfaat yang meluas dari aspek fisik hingga kognitif, tai chi layak disebut sebagai pilihan terbaik untuk tetap bugar, sehat, dan mandiri di usia senja.

📌 Referensi:

  • Tom’s Guide – Forget walking and swimming, Harvard research says this is the best way to keep fit after 60
  • Harvard Health Publishing – The Active Ingredients of Tai Chi
  • NIH Record – Evidence Grows for Tai Chi’s Benefits
  • Verywell Health – 11 Health Benefits of Tai Chi
  • Business Insider – Tai chi can lower blood pressure even more than cardio

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *