Example 728x250
BerandaKanker

Kabar Gembira! Ilmuwan Korsel Temukan Cara Mengembalikan Sel Kanker Menjadi Normal

452
×

Kabar Gembira! Ilmuwan Korsel Temukan Cara Mengembalikan Sel Kanker Menjadi Normal

Sebarkan artikel ini

Golansia.com — Terobosan penting datang dari dunia medis. Tim ilmuwan Korea Selatan berhasil menemukan cara untuk mengubah sel kanker kembali ke keadaan normal, membuka harapan baru dalam pengobatan kanker di masa depan.

Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari The Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST). Mereka menemukan sebuah saklar molekuler yang mampu mengembalikan sel kanker ke kondisi normal, dengan cara menangkap momen krusial ketika sel berada dalam keadaan transisi kritis, tepat sebelum berkembang menjadi kanker sepenuhnya.

Transisi kritis sendiri merujuk pada perubahan mendadak yang terjadi saat suatu sistem mencapai titik batasnya—seperti air yang berubah menjadi uap pada suhu 100 derajat Celsius. Fenomena serupa juga terjadi saat sel normal mengalami perubahan menjadi kanker akibat akumulasi perubahan genetik atau epigenetik.

Dikutip dari Korea Net, para peneliti menemukan bahwa tepat sebelum sel berubah menjadi kanker, sel-sel tersebut memasuki kondisi tidak stabil di mana sifat sel normal dan kanker dapat muncul secara bersamaan.

Melalui pendekatan biologi sistem, tim KAIST menganalisis kondisi ini dan mengembangkan teknologi yang dapat mengidentifikasi saklar molekuler untuk membalikkan proses perubahan tersebut. Mereka menguji pendekatan ini pada sel kanker usus besar, dan hasilnya menunjukkan bahwa sel kanker bisa dikembalikan ke sifat-sifat sel normal.

“Studi inovatif ini telah menemukan petunjuk penting untuk membalikkan nasib sel kanker dengan mengembalikannya ke keadaan normal tersembunyi di saat-saat transisi ini,” kata peneliti Cho Kwang-Hyun dari Departemen Bio and Brain Engineering KAIST.

Temuan ini disebut sebagai teknologi orisinal yang memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam pengembangan terapi kanker yang lebih efektif di masa mendatang.

Sumber: Detikhealth

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *