Example 728x250
DR. AbidinTips Sehat Manula

Dr. Abidin, Membangun Perilaku Sehat di Tahun Baru: Inspirasi untuk Lansia

648
×

Dr. Abidin, Membangun Perilaku Sehat di Tahun Baru: Inspirasi untuk Lansia

Sebarkan artikel ini

Golansia.com — Tahun baru sering menjadi momentum untuk merenungkan perjalanan hidup, terutama bagi para lansia yang telah melalui berbagai pengalaman hidup. Namun, tahun baru juga menjadi pengingat penting untuk memperbarui perilaku hidup demi kesehatan dan kesejahteraan di usia lanjut. Dr. Abidinsyah Siregar akan membagikan penjelasan dan beberapa tips tentang perilaku sehat di tahun 2025.

Apa itu Perilaku?
Perilaku adalah cara kita merespons apa yang ada di sekitar kita. “Perilaku itu wujud dari sikap seseorang yang merupakan implementasi pengertian terhadap lingkungan sekitarnya,” ujar Dr. Abidin, seorang praktisi kesehatan. Ia menekankan bahwa perubahan perilaku yang baik adalah kunci untuk mencapai kesehatan optimal.

Salah satu langkah yang penting adalah memahami bahwa tubuh kita terus berubah. “Tubuh kita ini ibarat casing baru setiap hari. Sel-sel kita terus diperbarui, artinya kita diberi kesempatan untuk memulai lagi,” tambahnya.

Peran Penting 1000 Hari Pertama Kehidupan
Dr. Abidin juga mengingatkan pentingnya masa 1000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak kehamilan hingga dua tahun pertama seorang anak. “Dalam periode ini, nutrisi dan perhatian dari orang tua sangat menentukan masa depan anak,” katanya. Hal ini menjadi pesan penting bagi para lansia yang kini mungkin menjadi kakek-nenek untuk mendukung generasi berikutnya.

Mengatasi Kebiasaan Buruk: Tantangan dan Solusi
Kebiasaan buruk sering kali menjadi hambatan utama dalam memperbaiki kesehatan. “Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri,” ujar Dr. Abidin. Ia menekankan bahwa kebiasaan buruk seperti pola makan yang tidak sehat, kurang tidur, dan minimnya aktivitas fisik perlu diubah.

Namun, mengubah kebiasaan bukanlah hal mudah. “Butuh motivasi yang kuat. Tanyakan pada diri sendiri, mengapa saya harus berubah? Temukan harapan indah di depan sana,” sarannya.

Motivasi dan Inspirasi dari Sekitar
Melihat contoh dari orang-orang di sekitar yang hidup sehat juga bisa menjadi motivasi. “Orang dengan kebiasaan baik hasilnya adalah kebaikan, sementara kebiasaan buruk membawa keburukan. Pilih yang mana?” tanya Dr. Abidin, mendorong kita untuk merenungkan pilihan hidup.

Menjalani Tahun Baru dengan Semangat Perubahan
Tahun baru menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi kebiasaan kita. Apa yang dapat diperbaiki untuk meningkatkan kualitas hidup? Seperti kata Dr. Abidin, “Tahun baru adalah kesempatan untuk menata ulang perilaku kita. Jangan biarkan kebiasaan lama menghalangi langkah kita menuju kesehatan yang lebih baik.”

  • Tentang Pentingnya Perilaku Positif
    “Perilaku itu adalah respons, sikap, atau reaksi kita terhadap apa saja yang ada di sekitar kita,” jelas Dr. Abidin. “Bagaimana kita bersikap akan menentukan seberapa aman dan leluasa kita dalam menjalani hidup.” Menurutnya, perilaku yang baik bukan hanya soal kebiasaan sehari-hari, tetapi juga upaya untuk menjaga diri dari hal-hal yang membahayakan, seperti udara buruk atau pola makan tidak sehat.
  • Menyoroti Dampak Stunting
    “Stunting itu bukan penyakit yang bisa disembuhkan,” tegas Dr. Abidin. “Kalau sudah terjadi, anak itu tidak hanya tumbuh pendek, tapi juga otaknya tidak berkembang secara optimal.” Ia mengingatkan bahwa stunting bisa menyebabkan ‘lost generation’—generasi yang tidak memiliki kemampuan memadai untuk bersaing di sekolah atau pekerjaan. “Ini bukan hanya tragedi keluarga, tapi juga tragedi kemanusiaan,” tambahnya.
  • Peran Ibu dalam Seribu Hari Pertama Kehidupan
    “Ibu harus melihat anak yang dikandungnya sebagai makhluk hebat yang kelak akan mengubah zaman,” kata Dr. Abidin penuh semangat. Ia menekankan pentingnya 270 hari kehamilan dan 730 hari pertama setelah lahir, yang disebutnya sebagai ‘seribu hari pertama kehidupan.’ “Dalam fase ini, ibu harus memastikan nutrisi cukup dan kasih sayang diberikan sepenuh hati.”
  • Mengenai Kebiasaan Buruk yang Harus Diubah
    “Kita harus memeriksa semua kebiasaan,” ujar Dr. Abidin.

“Misalnya, apakah saya terlalu sering makan yang manis-manis? Apakah saya suka begadang? Kalau iya, pantas saja badan saya mudah lelah atau berat badan saya naik.” Ia menekankan bahwa perubahan gaya hidup harus dimulai dengan kesadaran akan kebiasaan buruk yang telah mengakar.

  • Motivasi untuk Perubahan Diri
    “Musuh terbesar kita itu bukan orang lain, tapi diri kita sendiri,” ujar Dr. Abidin sambil tersenyum.

“Tapi teman terbaik kita untuk mencapai cita-cita juga diri kita sendiri.” Ia mendorong para pendengar untuk menemukan motivasi kuat agar mampu keluar dari zona nyaman dan mengatasi kebiasaan buruk. “Kita harus bertanya pada diri sendiri: untuk apa saya hidup, dan apa tujuan saya?”

  • Menghadapi Tahun Baru dengan Perubahan Positif
    “Setiap tahun kita mendapat kesempatan baru untuk menjadi lebih baik,” ungkap Dr. Abidin.

“Pertanyaannya, apakah kita akan tetap begini saja, atau kita mau memperbarui perilaku kita?” Ia mengingatkan bahwa perubahan diri membutuhkan perjuangan, tetapi hasilnya akan terasa sepadan. “Orang dengan kebiasaan baik hasilnya pasti baik. Jadi, tinggal kita memilih: mau tetap di zona nyaman atau berubah untuk menjadi lebih baik?”

Untuk lebih lengkapnya Anda bisa menyimak pemaparan Dr. Abidin di channel youtubenya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *