Example 728x250
BerandaKolom Kesehatan

Bu Siti, Mbok Djamu Tangguh, Sukses dan Terpercaya

356
×

Bu Siti, Mbok Djamu Tangguh, Sukses dan Terpercaya

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr.Abidin
Observer Kesehatan
Mantan Diryankes.Tradkom Kemenkes RI 2011-2013.
Ketum PP PDHMI (Herbal Medik) 2023-2027

Golansia.com — Lama sudah saya perhatikan Mbok Djamu “sepedaan” (bukan gendong) yang selalu terlihat di perumahan Depkes Sunterjaya. Selalu sedang melayani dirumah yang berbeda. Saya amati sambil jogging bbrp putaran sampai 7000 langkah, 3 kali seminggu..

Si mbok, orangnya tampak rapi, bersih, begitu pula jualannya, dan wajahnya (kebayang, mudanya cantik semampai).

Hari ini saya sapa dan minta dibuatkan jamu buatan sendiri. Gelas dibersihkan, ambil botol warnanya hitam katanya brotowali, hmmm pahit.. Dicampur dari botol lain kuning, kunyit. Botol ketiga warna keputihan, beras kencur. Hmmm terasa hangat, tingkat rasa manis yang halus dan enak. Hanya 5.000 rupiah..

Katanya sudah jualan keliling sejak 1986. Perumahan Pegawai Depkes mulai ada sejak pertengahan tahun 70an. Saya bergabung dari Medan sejak promosi jabatan atas perintah Menkes RI tahun 2005.

Ilmu meramu Djamunya belajar dari kakaknya. Kakaknya turun dari ibu dan eyangnya..
Wow… saya menemukan makna nyata contoh kearifan lokal indonesia pada level “turun temurun”.

Boleh saya lihat tangannya bu?, malu2 si ibu perlihatkan telapak tangannya.
Yang kanan, tebal berwarna kekuningan dengan banyak kerut halus. Sangat kontras dengan telapak kiri.
Wow lagi… ini asli..!!.

Kalau yang didepan apa bu, sambil saya tunjuk yang dikeranjang sepeda depan. Oh itu yang saset buatan pabrik.

Katanya utk permintaan khusus ibu-ibu yang problem keputihan, atau baru melahirkan atau menambah ASI.

Si mbok yang namanya bu Siti, berpesan “pak, kepada pelanggan saya ingatkan, jamu saset berupa bubuk yang bisa menyisakan endapan, jadi saya ingatkan banyak minum”.
Wow lagi saya..

ANAK KULIAH DI SOLO

Walau singkat saya sempat tanya tentang Keluarga. Alhamdulillah katanya suaminya pak Gatot jualan dipinggir jalan.

Putri pertama lulusan Geologi UMS (swasta) sedang cari kerja, putra kedua wafat usia 18 bulan, dan putri ketiga sibungsu ikut Test D4 Penata Anaestesi UNS tapi kalah. Katanya cuma kalah nol koma.
Saya beri semangat, Allah akan menolong putrimu bu Siti.

Sambil melanjutkan jalan pagi, saya nerawang mengagumi bu Siti dan pak Gatot, tekad hidupnya tinggi, anaķ sampai perguruan tinggi, swasta lagi. Anak² kuliah di Solo, ibu/bapak kerja mandiri di pojok Jakarta..

Saya coba ingat-ingat teman Solo, siapa ya yang bisa memperhatikan putri ibu Siti/pak Gatot yang tangguh dan rendah hati ini ??..
Semoga ada..🤲

Sunterjaya, 7 Mei 2025
Dr.Abidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *