Example 728x250
BeritaKesehatan

Wah! Tim Dokter China Kembangkan Skrining Kanker Payudara Berbasis AI

401
×

Wah! Tim Dokter China Kembangkan Skrining Kanker Payudara Berbasis AI

Sebarkan artikel ini
Doctor in futuristic medical concept pressing button

Hajinews.co.id — Tim dokter di China telah menciptakan sistem skrining kanker payudara berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan menggunakan teknologi termografi inframerah (AI-IRT). Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk memeriksa tingkat risiko kanker payudara secara mudah hanya dengan aplikasi yang terhubung ke kamera inframerah di perangkat gawai mereka.

Sistem ini, yang dikembangkan oleh tim peneliti dari Peking Union Medical College Hospital (PUMCH) di Beijing, terdiri dari kamera inframerah, algoritma AI, dan platform big data. Dengan menghubungkan kamera inframerah ke gawai, pengguna dapat mengambil gambar termal bagian dada mereka, yang kemudian diunggah ke aplikasi dan diproses oleh algoritma AI. Hasilnya akan menunjukkan tingkat risiko kanker secara otomatis.

Harapan tim peneliti adalah agar sistem ini menjadi solusi skrining praklinis yang lebih mudah, akurat, dan terjangkau bagi para wanita di China. Saat ini, pemeriksaan payudara sendiri masih menjadi metode skrining utama, tetapi mayoritas wanita tidak melakukannya secara rutin atau dengan teknik yang benar.

Kanker payudara merupakan masalah kesehatan utama bagi wanita di China, dengan 357.200 kasus baru dan 75.000 kematian yang tercatat pada tahun 2022.

“Pemeriksaan dan diagnosis dini merupakan kunci pengobatan kanker payudara,” ujar Sun Qiang, Kepala Dokter Spesialis Payudara di PUMCH, yang juga anggota inti tim peneliti tersebut.

Dibandingkan metode klinis seperti ultrasonografi, mamografi, dan MRI, sistem AI-IRT memiliki keunggulan karena non-invasif, bebas radiasi, cepat, dan lebih terjangkau. Metode ini juga efektif untuk skrining tipe dense breast, yang lebih umum pada wanita Asia.

“Ini adalah solusi yang dikembangkan China untuk skrining praklinis kanker payudara bagi wanita di China,” kata Zhou Yidong, Direktur Departemen Bedah Payudara di PUMCH.

Tim peneliti berharap AI-IRT bisa segera digunakan di rumah atau di pusat kesehatan masyarakat tanpa perlu membuat janji rumah sakit atau menunggu lama. Wang Xuefei, anggota inti dari tim peneliti dan dokter bedah payudara di PUMCH, menyatakan bahwa sistem ini masih membutuhkan studi validasi lebih lanjut, tetapi memiliki potensi aplikasi yang luar biasa.

Para peneliti juga mengungkapkan bahwa transfer teknologi inti perangkat keras untuk AI-IRT telah selesai dilakukan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *