Example 728x250
Kanker

5 Tanda Peringatan Kanker pada Lansia yang Sering Dianggap Efek Penuaan

148
×

5 Tanda Peringatan Kanker pada Lansia yang Sering Dianggap Efek Penuaan

Sebarkan artikel ini
tanda kanker pada lansia
tanda kanker pada lansia

Golansia.com — Seiring bertambahnya usia, banyak lansia mengalami perubahan kondisi tubuh yang kerap dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Padahal, sejumlah gejala yang tampak ringan bisa menjadi tanda awal penyakit serius, termasuk kanker.

Ahli onkologi sekaligus Direktur Sains dan Inovasi di Orlando Health Cancer Institute, Dr. Jad Chahoud, mengingatkan bahwa banyak pasien baru menyadari tanda-tanda kanker setelah didiagnosis menderita penyakit tersebut.

Menurutnya, orang lanjut usia sering menganggap gejala seperti lelah, nyeri tubuh, atau perubahan fungsi organ sebagai dampak usia, sehingga terlambat memeriksakan diri ke dokter.

“Banyak pasien baru menyadari gejala tersebut beberapa minggu atau bulan setelah diagnosis kanker ditegakkan,” ujar Dr. Chahoud.

Padahal, deteksi dini menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan kanker.

1. Kelelahan Berkepanjangan

Kelelahan menjadi salah satu gejala yang paling sering diabaikan. Banyak orang mengira tubuh lemas atau kurang energi hanya disebabkan kurang tidur, stres, atau faktor usia.

Namun, rasa lelah yang terus-menerus dan tidak membaik meski sudah beristirahat dapat menjadi tanda kanker tertentu seperti leukemia, limfoma, kanker usus besar, maupun kanker ginjal.

Dr. Chahoud menjelaskan bahwa kelelahan yang perlu diwaspadai adalah ketika kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas dan kualitas hidup sehari-hari.

2. Berat Badan Turun Tanpa Sebab

Penurunan berat badan tanpa diet atau olahraga sering dianggap hal positif. Padahal, kondisi ini juga bisa menjadi sinyal kanker.

Beberapa jenis kanker yang sering dikaitkan dengan penurunan berat badan drastis antara lain kanker pankreas, paru-paru, lambung, dan kanker kolorektal.

Para ahli menyarankan pemeriksaan medis apabila berat badan turun lebih dari 5 persen dalam waktu enam hingga 12 bulan tanpa penyebab yang jelas.

3. Perubahan Pola Buang Air Besar

Perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung terus-menerus juga perlu diwaspadai.

Gejala yang patut diperhatikan meliputi:

  • Diare atau sembelit berkepanjangan
  • Frekuensi BAB berubah drastis
  • Bentuk tinja menjadi kecil dan pipih
  • Perut terasa tidak nyaman terus-menerus

Menurut dokter, kondisi tersebut dapat menjadi tanda awal kanker usus besar atau kanker kolorektal.

4. Gangguan Buang Air Kecil

Keluhan seperti sering buang air kecil, terbangun malam hari untuk buang air kecil, atau adanya darah dalam urine sering dianggap bagian normal dari proses penuaan, khususnya pada pria.

Padahal, gejala tersebut juga dapat berkaitan dengan kanker prostat, kanker kandung kemih, maupun kanker ginjal.

Karena itu, perubahan fungsi saluran kemih yang berlangsung terus-menerus sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga medis.

5. Nyeri yang Tidak Kunjung Hilang

Nyeri kronis pada punggung, sendi, atau bagian tubuh tertentu memang umum dialami lansia. Namun, rasa sakit yang menetap atau semakin memburuk tetap tidak boleh diabaikan.

“Sebagian besar nyeri memang tidak berkaitan dengan kanker. Tetapi rasa sakit yang menetap bisa menjadi tanda kanker tulang, pankreas, ginjal, atau organ lainnya,” jelas Dr. Chahoud.

Pentingnya Deteksi Dini Kanker

Dr. Chahoud menegaskan bahwa usia tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan perubahan kondisi tubuh.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya lansia, untuk segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala yang muncul terus-menerus tanpa penyebab jelas.

“Tidak ada gejala yang terlalu kecil untuk dibicarakan dengan dokter,” katanya.

Deteksi dini dan pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang pengobatan kanker yang lebih efektif serta menjaga kualitas hidup di usia lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *