Example 728x250
Tips Lansia

Waspada Penyakit Musim Hujan, Anak dan Lansia Perlu Perlindungan Ekstra

19
×

Waspada Penyakit Musim Hujan, Anak dan Lansia Perlu Perlindungan Ekstra

Sebarkan artikel ini
Dokter memeriksa pasien anak dan lansia untuk mengantisipasi penyakit musim hujan seperti ISPA, diare, dan DBD.
Anak-anak dan lansia perlu mendapat perhatian ekstra untuk mencegah penyakit yang sering meningkat saat musim hujan.

Golansia.com – Musim hujan membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan keluarga. Selain cuaca yang berubah-ubah, lingkungan lembap dan genangan air dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, mulai dari infeksi saluran pernapasan hingga demam berdarah dengue (DBD).

Anak-anak, lanjut usia (lansia), serta orang dengan daya tahan tubuh yang lemah termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih. Pada kelompok tersebut, infeksi yang awalnya terlihat ringan dapat berkembang menjadi kondisi serius apabila tidak dikenali dan ditangani dengan tepat.

Dokter umum sekaligus ahli gizi masyarakat, dr. Tan Shot Yen, menyebut tiga penyakit yang kerap menjadi perhatian saat musim hujan, yakni Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, dan DBD.

Dalam keterangannya kepada Kompas.com pada Senin (2/11/2026), ia menjelaskan bahwa meningkatnya risiko penyakit saat musim hujan berkaitan dengan beberapa faktor, termasuk perubahan kondisi lingkungan, kebersihan yang kurang terjaga, serta genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Tiga Penyakit yang Perlu Diwaspadai Saat Musim Hujan

1. ISPA, infeksi yang menyerang saluran pernapasan

ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menimbulkan gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga demam.

Sebagian besar infeksi saluran pernapasan dapat membaik dengan perawatan yang sesuai. Namun, kondisi tertentu dapat berkembang menjadi komplikasi, termasuk pneumonia atau radang paru-paru.

Anak kecil, lansia, dan orang yang memiliki penyakit penyerta perlu lebih diperhatikan. Segera cari pertolongan medis apabila muncul sesak napas, napas cepat, penurunan kesadaran, atau kondisi tubuh semakin melemah.

2. Diare, berisiko menyebabkan dehidrasi

Diare juga menjadi salah satu gangguan kesehatan yang perlu diantisipasi selama musim hujan. Sanitasi yang buruk, makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kebiasaan mencuci tangan yang kurang baik dapat meningkatkan risiko infeksi saluran cerna.

Buang air besar lebih sering dengan tinja cair dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Jika tidak segera diganti, kehilangan cairan tersebut bisa berkembang menjadi dehidrasi.

Risiko ini lebih besar pada bayi, anak-anak, dan lansia. Karena itu, pemberian cairan yang cukup perlu menjadi perhatian sejak gejala diare muncul. Larutan oralit dapat digunakan untuk membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.

3. DBD, ancaman dari genangan air

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes.

Saat musim hujan, genangan air di sekitar rumah dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Wadah air yang sering luput dari perhatian, seperti pot bunga, vas, talang, ember, dan barang bekas, perlu diperiksa secara rutin.

DBD tidak boleh dianggap sebagai demam biasa. Pada kondisi berat, penyakit ini dapat menyebabkan kebocoran plasma, perdarahan, hingga syok yang mengancam nyawa.

Anak dan Lansia Lebih Rentan Mengalami Komplikasi

Ketiga penyakit tersebut dapat berdampak serius apabila terlambat ditangani. ISPA berpotensi berkembang menjadi pneumonia, diare dapat menyebabkan dehidrasi berat, sedangkan DBD bisa menimbulkan gangguan sirkulasi akibat kebocoran plasma.

Anak-anak dan lansia perlu mendapat perhatian khusus karena kondisi tubuh serta kemampuan mereka menghadapi infeksi dapat berbeda dari orang dewasa yang sehat.

Pada lansia, gejala infeksi terkadang tidak selalu tampak jelas. Perubahan perilaku, kebingungan mendadak, penurunan aktivitas, atau berkurangnya asupan makan dan minum juga perlu diperhatikan sebagai kemungkinan tanda gangguan kesehatan.

Keluarga sebaiknya tidak menunggu sampai kondisi memburuk sebelum membawa anggota keluarga yang sakit untuk mendapatkan pemeriksaan.

Kenali Gejala Awal dan Tanda Bahaya

Gejala awal penyakit saat musim hujan terkadang menyerupai gangguan kesehatan ringan. Demam, sakit kepala, batuk, pilek, sakit perut, serta perubahan frekuensi buang air besar merupakan beberapa keluhan yang perlu diamati.

Namun, ada sejumlah tanda yang membutuhkan pemeriksaan medis lebih cepat, antara lain:

  • Demam yang menetap atau disertai kondisi tubuh semakin memburuk.
  • Diare berulang, terutama jika disertai muntah atau nyeri perut hebat.
  • Tanda dehidrasi, seperti mulut kering, sangat haus, buang air kecil berkurang, atau tampak sangat lemas.
  • Sesak napas, napas cepat, atau kesulitan bernapas.
  • Sakit kepala berat, penurunan kesadaran, atau kebingungan mendadak.
  • Pada dugaan DBD, muncul perdarahan, muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, atau tubuh terasa sangat lemah.

Khusus pada DBD, tanda bahaya dapat muncul ketika demam mulai turun. Karena itu, turunnya suhu tubuh tidak selalu berarti pasien sudah pulih. Apabila terdapat tanda bahaya, segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan.

Lima Langkah Mencegah Penyakit Selama Musim Hujan

Menjaga kesehatan selama musim hujan tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Kebiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten dapat membantu mengurangi risiko infeksi.

1. Penuhi kebutuhan gizi seimbang

Konsumsi makanan beragam yang mengandung protein, sayuran, buah-buahan, serta sumber karbohidrat dan lemak sehat. Asupan gizi yang cukup membantu tubuh menjalankan fungsi sistem kekebalan secara optimal.

Pastikan anak dan lansia tetap mendapatkan makanan bergizi serta cairan yang mencukupi.

2. Jaga waktu tidur dan kebersihan diri

Istirahat yang cukup membantu menjaga fungsi tubuh. Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah beraktivitas di luar rumah.

Saat kehujanan, segera ganti pakaian basah agar tubuh tetap nyaman. Gunakan jas hujan atau perlengkapan pelindung ketika harus bepergian.

3. Lakukan pemberantasan sarang nyamuk

Pencegahan DBD perlu dilakukan dengan rutin menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mendaur ulang atau membuang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Periksa pula pot bunga, vas, talang, dan sudut halaman yang mungkin menyimpan genangan. Langkah ini merupakan bagian penting dari gerakan 3M Plus.

4. Lengkapi imunisasi anak sesuai jadwal

Pastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan. Imunisasi membantu memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan vaksin.

Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter atau petugas kesehatan apabila ada jadwal imunisasi yang terlewat.

5. Konsultasikan kebutuhan vaksinasi orang dewasa

Vaksinasi juga dapat menjadi perlindungan tambahan bagi orang dewasa sesuai usia, kondisi kesehatan, riwayat imunisasi, dan risiko paparan.

Vaksin influenza, tifoid, maupun hepatitis dapat dipertimbangkan berdasarkan indikasi masing-masing. Namun, vaksin tersebut tidak secara khusus mencegah seluruh penyakit yang meningkat saat musim hujan. Konsultasikan jenis dan jadwal vaksinasi dengan dokter.

Jangan Abaikan Kesehatan Keluarga Saat Musim Hujan

Musim hujan bukan alasan untuk mengurangi aktivitas, tetapi menjadi pengingat agar masyarakat lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan kondisi tubuh.

Orang tua perlu memantau kesehatan anak, sementara keluarga yang merawat lansia sebaiknya memperhatikan perubahan kondisi sekecil apa pun. Pastikan kebutuhan makan, minum, istirahat, dan imunisasi tetap terpenuhi.

Jika demam, diare, gangguan pernapasan, atau keluhan lain tidak membaik, jangan menunda pemeriksaan medis. Penanganan yang tepat sejak awal dapat membantu mencegah komplikasi dan menjaga seluruh anggota keluarga tetap sehat selama musim hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *