Example 728x250
BeritaKesehatan

Menjadi Tua adalah Kepastian, Bahagia di Masa Lansia Adalah Pilihan

224
×

Menjadi Tua adalah Kepastian, Bahagia di Masa Lansia Adalah Pilihan

Sebarkan artikel ini

Persiapan Mental dan Spiritualitas Penting Hadapi Masa Tua

lansia bahagia sehat dan berdaya
lansia bahagia sehat

Golansia.com — Wakil Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Bahiroh, mengingatkan bahwa setiap manusia pasti akan memasuki fase lanjut usia. Namun, menjalani masa tua dengan bahagia, sehat, dan tetap produktif membutuhkan persiapan sejak dini, baik secara mental, fisik, maupun spiritual.

Hal tersebut disampaikan Siti Bahiroh dalam podcast Indahnya Cahaya Islam bersama Adib Sofia pada Senin (29/6). Ia menilai masyarakat perlu mengubah pandangan terhadap lansia, bukan sebagai fase yang menakutkan, tetapi bagian alami kehidupan yang dapat dijalani dengan penuh makna.

Menurutnya, meningkatnya angka harapan hidup membuat jumlah lansia terus bertambah, termasuk di Indonesia. Karena itu, keluarga dan masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan mendukung kualitas hidup para lansia.

Mental yang Kuat Membantu Lansia Lebih Siap

Siti Bahiroh menjelaskan, kesiapan mental menjadi fondasi utama menghadapi masa tua. Lansia akan mengalami banyak perubahan, mulai dari menurunnya kondisi fisik, pensiun dari pekerjaan, kehilangan teman sebaya, hingga ditinggal pasangan hidup.

“Ketika memasuki usia lansia, seseorang akan menghadapi berbagai kehilangan. Karena itu, sejak sekarang kita perlu mempersiapkan mental sekaligus memperkuat spiritualitas agar tidak mudah resah maupun gelisah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kedekatan kepada Allah SWT melalui doa, zikir, dan ibadah dapat menghadirkan ketenangan hati sehingga seseorang lebih ikhlas menjalani proses penuaan.

Siti Bahiroh juga mengingatkan bahwa proses menua merupakan sunatullah sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Yasin ayat 68 yang menerangkan bahwa manusia yang dipanjangkan usianya akan mengalami penurunan kondisi fisik.

Menurutnya, yang perlu dipersiapkan bukan hanya usia panjang, tetapi bagaimana mengisi masa tua dengan kualitas hidup yang baik.

Silaturahmi Jadi Kunci Lansia Tetap Bahagia

Selain kesiapan mental dan spiritual, hubungan sosial juga dinilai sangat penting bagi kebahagiaan lansia.

Siti Bahiroh mengatakan, lansia yang tetap aktif bersosialisasi akan merasa dirinya masih dibutuhkan dan dihargai dalam kehidupan.

“Lansia yang tetap aktif bersosialisasi akan merasa dirinya masih memiliki makna dalam kehidupan,” katanya.

Ia mengaitkan hal itu dengan ajaran Islam tentang pentingnya menjaga silaturahmi. Selain bernilai ibadah, hubungan sosial yang baik juga terbukti membantu menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup seseorang.

Terapkan Gaya Hidup Sehat Sejak Dini

Siti Bahiroh juga menekankan pentingnya menerapkan pola hidup sehat seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Kebiasaan berjalan kaki, menjaga pola makan, dan tidak berlebihan saat makan dinilai sangat relevan bagi semua usia, terutama lansia.

Menurutnya, kemampuan fisik lansia tentu berbeda dengan usia muda sehingga pola konsumsi harus lebih diperhatikan.

Mengonsumsi makanan secukupnya dan berhenti makan sebelum kenyang menjadi salah satu cara menjaga kesehatan di usia lanjut.

Selain fisik, lansia juga perlu memahami perubahan emosional yang muncul seiring bertambahnya usia. Sikap positif dan kemampuan mengelola perasaan dinilai penting agar tidak mudah tersinggung atau merasa diabaikan.

Lansia Bukan Beban Keluarga

Dalam kesempatan tersebut, Siti Bahiroh menolak anggapan bahwa lansia identik dengan beban keluarga.

Ia menegaskan, para lansia tetap memiliki peran penting melalui pengalaman hidup, kebijaksanaan, dan nasihat yang dimiliki.

“Lansia tetap memiliki kekuatan dalam keluarga, bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga pengalaman dan ilmu,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai lansia sebaiknya tetap berada di lingkungan keluarga selama memungkinkan. Kehangatan keluarga membuat lansia merasa dicintai dan dihargai.

Ia juga mengingatkan pentingnya melibatkan orang tua dalam musyawarah keluarga sebagai bentuk penghormatan terhadap pengalaman hidup mereka.

Membangun Lingkungan Ramah Lansia

Siti Bahiroh mengajak masyarakat untuk mulai mempersiapkan masa tua sejak usia produktif, mulai dari menjaga kesehatan, memperkuat spiritualitas, hingga mempererat hubungan sosial.

Ia juga menilai meningkatnya jumlah lansia harus diikuti dengan pembangunan lingkungan yang lebih ramah terhadap kelompok usia lanjut, termasuk dari sisi fasilitas rumah dan ruang publik.

Menurutnya, lansia yang sehat, bahagia, dan tetap berdaya bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga tanggung jawab keluarga dan masyarakat secara bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *