Example 728x250
Tips Lansia

Lansia Mudah Lelah dan Sering Lupa? Kenali Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

211
×

Lansia Mudah Lelah dan Sering Lupa? Kenali Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Sebarkan artikel ini
Lansia mengalami mudah lelah dan penurunan daya ingat saat berkonsultasi dengan dokter
Mudah lelah, sering jatuh, penurunan daya ingat, dan berkurangnya kemandirian pada lansia perlu diperhatikan dan dapat menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Golansia.com – Bertambahnya usia memang membawa sejumlah perubahan pada tubuh. Energi yang tidak lagi seperti masa muda, daya ingat yang sesekali menurun, atau kemampuan fisik yang berkurang dapat terjadi seiring proses penuaan.

Namun, keluarga sebaiknya tidak langsung menganggap semua perubahan tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

Jika keluhan semakin sering muncul, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau membuat lansia kehilangan kemandirian, kondisi tersebut perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis geriatri dari RSUP Dr. Kariadi, dr. Khairunnisa Ayu K., Sp.PD, Subsp.Ger(K), FINASIM, menjelaskan bahwa kesehatan lansia perlu dilihat secara menyeluruh.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam talkshow Keluarga Sehat Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dengan tema “Makin Tua, Makin Banyak Keluhan. Kapan Harus ke Geriatri?”

Tidak Semua Keluhan Lansia Disebabkan Usia

Dalam pelayanan geriatri, dokter tidak hanya mencari penyakit tertentu. Pemeriksaan juga mempertimbangkan berbagai aspek yang berhubungan dengan kemampuan lansia menjalani kehidupan sehari-hari.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain fungsi kognitif, status nutrisi, kondisi psikologis, penggunaan obat, hingga kemampuan bergerak dan melakukan aktivitas secara mandiri.

Karena itu, perubahan kemampuan yang sebelumnya tidak terjadi perlu menjadi perhatian.

Misalnya, lansia yang dahulu mampu berjalan cukup jauh, membawa barang ringan, atau melakukan pekerjaan rumah sederhana, tetapi kini mengalami kesulitan. Perubahan tersebut sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai akibat bertambahnya usia.

Semakin besar dampaknya terhadap aktivitas dan kemandirian, semakin penting penyebabnya dievaluasi oleh tenaga kesehatan.

Mudah Lelah dan Sering Jatuh Perlu Dicermati

Keluarga dapat mulai memperhatikan perubahan fisik yang terjadi pada lansia.

Beberapa tanda yang patut diperhatikan antara lain:

  • tubuh lebih mudah lelah;
  • kemampuan berjalan menurun;
  • sering mengalami jatuh;
  • keseimbangan tubuh terganggu;
  • kekuatan otot berkurang;
  • berat badan turun tanpa penyebab yang jelas;
  • aktivitas sehari-hari mulai membutuhkan bantuan.

Satu keluhan mungkin tampak sederhana. Namun, apabila terjadi terus-menerus atau muncul bersamaan dengan perubahan lain, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebabnya.

Penurunan kekuatan tubuh, misalnya, dapat berkaitan dengan masalah nutrisi, kurang aktivitas fisik, penyakit tertentu, maupun kondisi lain yang membutuhkan evaluasi.

Sering Lupa pada Lansia, Kapan Perlu Diperiksa?

Daya ingat juga menjadi salah satu aspek penting dalam kesehatan lansia.

Sesekali lupa menaruh barang atau lupa nama seseorang belum tentu menunjukkan demensia. Namun, keluarga perlu lebih waspada apabila gangguan daya ingat semakin sering dan mulai menghambat aktivitas yang sebelumnya dapat dilakukan secara mandiri.

Gangguan kognitif pada lansia memiliki berbagai penyebab dan jenis. Beberapa bentuk demensia yang dikenal antara lain penyakit Alzheimer, demensia vaskular, dan demensia frontotemporal.

Perubahan kemampuan menjalankan rutinitas yang sebelumnya sudah dikuasai dapat menjadi alasan untuk melakukan evaluasi lebih lanjut.

Yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa sering seseorang lupa, tetapi juga seberapa jauh perubahan tersebut memengaruhi fungsi sehari-hari.

Perubahan Perilaku Juga Jangan Diabaikan

Kesehatan lansia bukan hanya mengenai kondisi fisik.

Perubahan perilaku juga dapat memberikan petunjuk bahwa seseorang membutuhkan perhatian lebih.

Contohnya, lansia yang sebelumnya aktif berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan tiba-tiba lebih sering menyendiri, kehilangan ketertarikan terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, atau menarik diri dari lingkungan sosial.

Kondisi semacam ini tidak selalu berarti demensia.

Masalah psikologis seperti kecemasan dan depresi juga dapat memengaruhi perilaku, minat, energi, serta kemampuan seseorang menjalani aktivitas sehari-hari.

Karena itu, perubahan perilaku yang berlangsung terus-menerus sebaiknya tidak dianggap semata-mata sebagai konsekuensi bertambahnya usia.

Kekuatan Otot Menjadi Bagian Penting dari Kesehatan Lansia

Menjaga kekuatan otot merupakan salah satu bagian penting dalam mempertahankan kemandirian lansia.

Dua hal yang tidak dapat dipisahkan adalah aktivitas fisik dan asupan nutrisi.

Namun, kebutuhan setiap lansia berbeda. Jumlah protein, jenis makanan, maupun bentuk latihan fisik perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, kemampuan tubuh, dan penyakit yang dimiliki.

Karena itu, keluarga sebaiknya tidak menerapkan pola makan atau latihan yang sama kepada semua lansia tanpa mempertimbangkan kondisi masing-masing.

Jangan Lupakan Kesehatan Gigi dan Mulut

Kemampuan makan juga berpengaruh terhadap status nutrisi lansia.

Masalah seperti gigi tanggal, gangguan gusi, atau penggunaan gigi palsu yang tidak nyaman dapat membuat lansia kesulitan mengunyah makanan.

Jika berlangsung lama, kondisi tersebut dapat memengaruhi jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Itulah sebabnya kesehatan gigi dan mulut juga perlu menjadi bagian dari perhatian keluarga ketika menjaga kesehatan lansia.

Menjaga Kesehatan Sebaiknya Dimulai Sebelum Lansia

Upaya menjaga kemampuan fisik dan kognitif tidak harus menunggu seseorang memasuki usia lanjut.

Kebiasaan sehat yang dilakukan sejak lebih muda dapat menjadi bagian dari persiapan menghadapi proses penuaan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain menjaga pola makan bergizi seimbang, rutin melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, mempertahankan interaksi sosial, melatih fungsi kognitif, serta mengendalikan penyakit kronis dengan baik.

Yang tidak kalah penting adalah melakukan pemeriksaan ketika muncul perubahan yang menetap atau mulai mengganggu aktivitas.

Kapan Sebaiknya Lansia Dibawa ke Dokter?

Secara sederhana, keluarga dapat mempertimbangkan konsultasi medis ketika perubahan kondisi lansia mulai mengganggu fungsi, aktivitas, keselamatan, atau kemandiriannya.

Misalnya, lansia yang semakin sering jatuh, mengalami penurunan kemampuan berjalan, kehilangan berat badan tanpa sebab yang jelas, kesulitan melakukan kegiatan yang sebelumnya mudah dilakukan, atau mengalami perubahan daya ingat dan perilaku yang semakin nyata.

Pemeriksaan dapat membantu mencari penyebab di balik keluhan tersebut sehingga penanganannya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing lansia.

Pesan pentingnya adalah jangan menunggu kondisi semakin berat.

Menjaga fungsi tubuh sejak dini, memperhatikan perubahan kecil, dan berkonsultasi ketika muncul keluhan yang menetap merupakan bagian dari upaya membantu lansia tetap aktif dan mandiri.

Menua memang merupakan proses alami. Namun, penurunan fungsi yang mengganggu kehidupan sehari-hari tetap perlu diperhatikan dan, bila diperlukan, diperiksa oleh tenaga kesehatan.

Respon (1)

  1. Betul banget yang dilakukan antara lain menjaga pola makan bergizi seimbang, rutin melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, mempertahankan interaksi sosial, melatih fungsi kognitif, serta mengendalikan penyakit kronis dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *