Example 728x250
Khazanah

Nikmat Akan Datang dengan Rasa Syukur

598
×

Nikmat Akan Datang dengan Rasa Syukur

Sebarkan artikel ini
Nikmat Akan Datang dengan Rasa Syukur
Nikmat Akan Datang dengan Rasa Syukur

Allah Azza Wa Jalla berfirman,

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS: Ar-Rahman: 77).

وَمَا بِكُمْ مِّنْ نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ  ۖ  ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْئَرُونَ

“Dan segala nikmat yang ada padamu datangnya dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.” (QS. An-Nahl: 53).

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ  ۗ  إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 18).

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ yang  mengingatkan kita betapa penting dan wajibnya mensyukuri nikmat itu.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Nabi ﷺ bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR Bukhari, No. 5933).

Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan:  “Kenikmatan adalah keadaan yang baik. Ada yang mengatakan, kenikmatan adalah manfaat yang dilakukan dengan bentuk melakukan kebaikan untuk orang lain.”  (Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari, penjelasan hadits No. 5933).

Ibnu Baththaal rahimahullah mengatakan:

“Makna hadits ini, bahwa seseorang tidaklah menjadi orang yang longgar punya waktu luang sehingga dia tercukupi kebutuhannya dan sehat badannya. Barangsiapa dua perkara itu ada padanya, maka hendaklah dia berusaha agar tidak tertipu, yaitu meninggalkan syukur kepada Allah Azza wa Jalla terhadap nikmat yang telah Allah Azza wa Jalla berikan kepadanya. Dan termasuk syukur kepada Allah Azza wa Jalla adalah melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Barangsiapa melalaikan hal itu, maka dia adalah orang yang tertipu.”

Hidup nikmat itu bukan soal angka melainkan soal rasa. Nikmat itu akan datang bila kita mengikatnya dengan rasa syukur.

Bersyukur dalam segala hal, kita akan bahagia dalam setiap keadaan. Syukur adalah cara yang paling bijak untuk merasa lebih meski dalam serba kekurangan dan serba keterbatasan.

Bersyukurlah atas apa yang kita miliki, kita tak akan pernah khawatir dengan apa yang belum kita miliki. Dalam kondisi apapun, Allah Azza wa Jalla akan menghadirkan kenikmatan dan kebahagiaan.

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa bersyukur atas setiap ketetapan dan pemberian Allah Azza wa Jalla untuk meraih ridha-Nya. Aamiin Ya Rabb. Wallahua’lam bishawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *