Example 728x250
BerandaBeritaKesehatan

Musim Hujan Tiba, Leptospirosis Mengintai: Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

558
×

Musim Hujan Tiba, Leptospirosis Mengintai: Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Sebarkan artikel ini

Golansia.com — Memasuki musim hujan, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit leptospirosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dari air kencing tikus.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu, mencatat tujuh kasus leptospirosis sejak awal Januari hingga November 2024, dengan satu kasus di antaranya berakhir fatal.

“Meskipun tidak ada lonjakan kasus, masyarakat harus tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), karena tikus yang membawa bakteri Leptospira dapat berkembang biak lebih cepat selama musim hujan,” ujar Endang di Yogyakarta, Rabu (4/12/2024), seperti dilaporkan Antara.

Genangan air pascahujan menjadi salah satu faktor risiko terbesar, karena berpotensi terkontaminasi oleh air kencing tikus. Selain itu, tumpukan sampah rumah tangga, khususnya limbah makanan, dapat menarik perhatian tikus pembawa bakteri tersebut.

Endang menekankan pentingnya mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di tempat berisiko untuk mencegah penularan penyakit ini.

“Prinsipnya, jika masyarakat konsisten melakukan PHBS, kasus leptospirosis bisa dikendalikan,” tambahnya.

Hasil survei Dinkes Kota Yogyakarta pada awal 2024 menemukan keberadaan tikus positif bakteri Leptospira di salah satu kecamatan.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, menjelaskan bahwa bakteri ini masuk ke tubuh manusia melalui kulit yang lecet atau selaput lendir saat bersentuhan dengan air, lumpur, atau lingkungan yang tercemar kencing tikus.

Gejala dan Tindakan Pencegahan

Gejala leptospirosis meliputi demam, nyeri kepala, nyeri otot di betis atau paha, mata kuning atau merah, diare, dan iritasi. Lana mengimbau masyarakat yang mengalami gejala ini, terutama jika beraktivitas di lingkungan berisiko, untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Sampai saat ini, kasus leptospirosis masih aman terkendali. Namun, masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan dan mencegah penularan,” pungkas Lana. (Dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *