Example 728x250
Tips Lansia

Mana yang Lebih Sehat untuk Lansia, Tidur Lebih Lama atau Bangun Pagi? Ini Penjelasan Dokter

280
×

Mana yang Lebih Sehat untuk Lansia, Tidur Lebih Lama atau Bangun Pagi? Ini Penjelasan Dokter

Sebarkan artikel ini
tidur lansia yang sehat
lansia indonesia sedang bangun dari tidurnya

Golansia.com — Seiring bertambahnya usia, pola tidur lansia memang cenderung berubah. Banyak orang lanjut usia lebih mudah terbangun dini hari, tidur lebih cepat pada malam hari, atau merasa kualitas tidurnya tidak lagi senyenyak dulu.

Lalu, apakah lansia lebih baik tidur lebih lama atau justru bangun pagi?

Menurut para ahli kesehatan tidur, jawabannya bukan sekadar soal bangun lebih awal atau tidur lebih panjang. Yang paling penting justru adalah menjaga pola tidur yang konsisten dan sesuai kebutuhan tubuh.

Konsistensi Jadwal Tidur Lebih Penting

Dokter spesialis kesehatan tidur, Christopher Winter, menjelaskan bahwa tubuh manusia membutuhkan ritme tidur yang stabil.

Ia menyarankan lansia memiliki waktu tidur dan bangun yang teratur setiap hari, termasuk saat akhir pekan atau setelah pensiun.

“Tubuh lebih membutuhkan jadwal bangun yang konsisten dibanding terus mengubah pola tidur,” jelasnya.

Artinya, bangun lebih siang tidak selalu buruk selama tubuh tetap mendapatkan tidur yang cukup dan jadwalnya stabil.

Ritme Biologis Tubuh Perlu Dijaga

Pola tidur berkaitan erat dengan ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur kapan seseorang merasa mengantuk dan kapan merasa segar.

Jika jadwal tidur berubah-ubah, tubuh akan kesulitan menyesuaikan diri. Akibatnya, lansia bisa lebih mudah lelah, sulit fokus, dan merasa tidak bugar sepanjang hari.

Karena itu, menjaga ritme tidur yang teratur jauh lebih penting dibanding memaksakan diri bangun terlalu pagi.

Kebutuhan Tidur Lansia Bisa Berbeda-beda

Setiap lansia memiliki kebutuhan tidur yang berbeda.

Dokter spesialis behavioral sleep medicine, Jade Wu, mengatakan sebagian lansia mungkin membutuhkan tidur lebih panjang, terutama jika aktivitas fisiknya cukup tinggi atau kondisi tubuh sedang lelah.

Secara umum, lansia tetap membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam.

Namun faktor seperti:

  • aktivitas harian,
  • tingkat stres,
  • kondisi kesehatan,
  • hingga konsumsi obat tertentu,

dapat memengaruhi kebutuhan istirahat masing-masing individu.

Lansia Memang Cenderung Bangun Lebih Pagi

Seiring bertambahnya usia, pola biologis tubuh memang berubah.

Tubuh lansia cenderung:

  • mengantuk lebih cepat di malam hari,
  • tidur lebih ringan,
  • dan bangun lebih awal pada pagi hari.

Selain itu, fase tidur dalam atau deep sleep juga semakin berkurang. Akibatnya, tidur menjadi lebih mudah terganggu.

Karena itu, banyak lansia merasa sering terbangun dini hari meski belum waktunya bangun.

Kenali Pola Alami Tubuh

Para ahli juga menyarankan lansia mengenali kronotipe atau kecenderungan alami tubuh masing-masing.

Ada orang yang memang nyaman bangun pagi, sementara lainnya merasa lebih segar jika bangun sedikit lebih siang.

Jika tubuh masih membutuhkan istirahat, memaksakan bangun terlalu pagi justru bisa membuat kondisi fisik menurun.

Kunci Tidur Sehat bagi Lansia

Agar kualitas tidur tetap baik di usia lanjut, beberapa hal berikut penting diperhatikan:

  • menjaga jadwal tidur yang konsisten,
  • menghindari begadang,
  • rutin bergerak atau olahraga ringan,
  • membatasi konsumsi kafein malam hari,
  • dan menciptakan suasana tidur yang nyaman.

Pada akhirnya, tidur sehat bagi lansia bukan soal siapa yang bangun paling pagi, melainkan siapa yang bangun dengan tubuh lebih segar, pikiran lebih tenang, dan energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *