Example 728x250
Kesehatan

Lansia Mudah Tersinggung dan Emosional, Normal atau Tanda Gangguan Mental?

532
×

Lansia Mudah Tersinggung dan Emosional, Normal atau Tanda Gangguan Mental?

Sebarkan artikel ini
lansia mudah tersinggung
lansia indonesia sedang emosi

Golansia.com – Perubahan emosi pada orang lanjut usia (lansia) kerap menjadi perhatian keluarga. Lansia yang lebih mudah tersinggung, marah, atau tiba-tiba merasa sedih sering dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah kondisi tersebut wajar atau justru menjadi tanda gangguan kesehatan mental?

Dosen Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), dr. Erikavitri Yulianti, Sp.KJ, Subsp. Ger (K), menjelaskan bahwa perasaan sensitif pada lansia memang perlu dipahami secara komprehensif. Keluarga perlu mengetahui mana perubahan emosi yang masih normal dan mana yang membutuhkan penanganan profesional.

Penyebab Lansia Lebih Sensitif secara Emosional

Menurut dr. Erikavitri, meningkatnya sensitivitas emosi pada lansia umumnya berkaitan erat dengan perubahan fisik dan kesehatan yang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia. Kondisi tubuh yang melemah dapat membuat lansia merasa kehilangan kendali dan kemandirian, sehingga lebih mudah merasa frustrasi.

Penurunan fungsi otak dan sistem saraf juga berpengaruh pada kemampuan kognitif, seperti daya ingat dan kemampuan berbahasa. Hal ini berdampak langsung pada kontrol emosi yang menjadi lebih lemah dibandingkan saat usia muda.

Selain itu, fase kehidupan baru seperti pensiun, hilangnya rutinitas harian, serta menyempitnya ruang sosial dapat memicu perasaan tidak berdaya. Dalam kondisi tertentu, lansia bisa merasa serba salah: merasa tidak dihargai ketika dibantu, tetapi merasa diabaikan saat tidak diperhatikan.

Gangguan Tidur dan Pengaruh Obat

Perubahan pola tidur juga menjadi faktor penting. Lansia cenderung mengalami waktu tidur yang lebih singkat dan sering terbangun di malam hari. Kurang tidur ini secara alami dapat memengaruhi kestabilan emosi.

Tak hanya itu, beberapa obat untuk penyakit degeneratif yang umum dialami lansia memiliki efek samping yang menimbulkan ketidaknyamanan fisik. Kondisi ini dapat memperburuk suasana hati dan meningkatkan kepekaan emosi.

Dampak Psikologis yang Perlu Diwaspadai

Jika perasaan sensitif berlangsung terus-menerus, dampaknya tidak bisa dianggap sepele. Lansia berisiko mengalami kecemasan, depresi, penurunan interaksi sosial, hingga kecenderungan menarik diri dari lingkungan.

Penurunan minat melakukan aktivitas sehari-hari juga menjadi sinyal yang perlu diperhatikan. Lansia yang lebih sering berdiam diri dan kehilangan motivasi dapat mengalami penurunan kualitas hidup secara signifikan.

Pentingnya Diagnosis Profesional

Dr. Erikavitri menekankan bahwa diagnosis kondisi emosional lansia perlu dilakukan secara hati-hati melalui wawancara klinis dan observasi yang sesuai dengan karakter lansia. Pendekatan komunikasi yang hangat dan empatik sangat penting agar lansia merasa nyaman menyampaikan perasaannya.

Psikiater dapat melakukan penilaian psikometri menggunakan instrumen tertentu untuk menentukan apakah kondisi emosional tersebut masih dalam batas normal atau sudah mengarah pada gangguan seperti depresi dan kecemasan. Penilaian juga mencakup perubahan pola tidur, nafsu makan, serta aktivitas harian.

Peran Keluarga dalam Mendampingi Lansia

Dukungan keluarga memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan mental lansia. Keluarga diharapkan mampu membedakan antara perubahan emosi sesekali yang masih wajar dengan kondisi sensitif yang muncul terus-menerus tanpa sebab jelas.

Mendorong lansia untuk tetap bersosialisasi, menjaga komunikasi yang baik, serta mempertahankan kemandirian menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Pemantauan rutin terhadap kondisi psikologis juga sangat dianjurkan.

Jika lansia menunjukkan tanda-tanda serius seperti insomnia berkepanjangan, kehilangan minat hidup, rasa putus asa, menarik diri dari lingkungan, hingga muncul halusinasi, keluarga disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga profesional atau psikiater.

Dengan pemahaman dan pendampingan yang tepat, perasaan sensitif pada lansia dapat dikelola dengan baik, sehingga mereka tetap menjalani masa tua dengan nyaman dan bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *