Example 728x250
BerandaBeritaKesehatan

Lansia, Generasi Pencipta Bonus Demografi dan Penggerak Pembangunan

181
×

Lansia, Generasi Pencipta Bonus Demografi dan Penggerak Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Koordinator Komunitas Menua Bermartabat, dr Abidinsyah Siregar, DHSM, MBA, MKes

Golansia.com — Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tahun 2026 menjadi momentum untuk mengingat kembali kontribusi generasi lanjut usia dalam perjalanan pembangunan Indonesia. Di balik keberhasilan program keluarga berencana dan lahirnya bonus demografi, para lansia dinilai memiliki peran besar sebagai generasi yang turut meletakkan fondasi pembangunan bangsa.

Pandangan tersebut mengemuka dalam peringatan HLUN 2026 yang diselenggarakan di Haryono Suyono Center (HSC), kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026). Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh pembangunan keluarga, di antaranya Prof Dr Clara Kusharto, MSc, Ibu Benny Moerdani, Dr Moch Soedarmadi, Dr Mazwar Noerdin, Dr Chazali H. Situmorang, Apt, MSc, Drs Sukaryo Teguh Santoso, MPd, Dr Silverius Y. Soeharso SE, MM yang akrab dipanggil Pak Sonny, Drs Hardyanto Wiryo, Ir Ambar Rahayu, MNS, Dra Kasmiyati, MSc, Dra Setiawati Arifin, MSc, Dr Mulyono D Prawiro, Dra Sri Rahayu, MSi, Mukhtar Bakti, SH, MA, Drs Dedi Hermawan, MPA, serta sejumlah tokoh lainnya.

Koordinator Komunitas Menua Bermartabat, dr Abidinsyah Siregar, DHSM, MBA, MKes, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Seusai acara, dokter Abidinsyah panggilan akrabnya, saat diwawancarai pemimpin redaksi JuangKencana.wordpress.com mengungkap, “saya sungguh beruntung memenuhi undangan dari Haryono Suyono Center(HSC) bekerja sama dengan Gerakan Nasional Lansia Peduli (GNLP) yang mengadakan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tahun 2026, di Pancoran, Jakarta Selatan. Keberuntungan itu, saya bisa menyaksikan Prof Dr.Haryono Suyono, sebagai Pembina meresmikan Sekolah Lansia Siti Padmirah Silver Center yang memulai aktivitas Juni 2026, yang dipimpin Kepala Sekolahnya Dra Ria Indrastuty Haryono,” ungkapnya.

Menurut Abidinsyah, dalam kesempatan tersebut ia juga memperoleh penjelasan langsung dari maestro pembangunan keluarga, Prof Dr Haryono Suyono, mengenai peran generasi lansia dalam perjalanan pembangunan Indonesia.

Selain itu, mantan Deputi Advokasi dan Penggerakan BKKBN ini mendapat pernyataan tegas dan jelas dari maestro Pembangunan Keluarga Prof Dr Haryono Suyono, bahwa masyarakat yang kini berusia lanjut (diatas 60 tahun) adalah bahagian dari generasi baby boomer, bersaudara lebih dari 6 (TFR >5,8), yang dirasa menjadi beban negara karena besarnya Anggaran Belanja konsumtif yang tinggi, berdampak macetnya tekad Pembangunan untuk mengisi Kemerdekaan.

Bukan hanya itu ia mengatakan, menyadari ancaman demografi yang melesat cepat dibanding ketersediaan Sumberdaya Pembangunan, Presiden RI kedua Bapak HM Soeharto mendirikan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di tahun 1970. BKKBN dengan Gerakan Nasional KB melalui semangat Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) yang secara masif dilakukan para Penyuluh KB, PKK, Puskesmas dan berbagai potensi masyarakat, dalam tempo 25 tahun, TFR menurun menjadi 1,9-2,1. Artinya putra dan putri para Lansia membangun Rumah Tangga dengan 2 anak cukup, katanya.

Sebagai Ketum BPP OBKESINDO, ia menjelaskan, dengan outcome capaian 2 anak cukup, akhirnya bermuara pada benefit meningkatnya tanggung jawab sosial, kepedulian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. “Para Lansia adalah Pejuang dan Pahlawan Pembangunan yang telah memberi penurunan beban konsumsi dan mendorong peningkatan fiskal negara untuk membangun disegala bidang,” jelas dokter Abidinsyah.

Sumber: juang kencana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *