Golansia.com – Rumah sakit merupakan tempat untuk mendapatkan perawatan dan pemulihan. Namun, lingkungan fasilitas kesehatan juga memiliki risiko penularan infeksi yang perlu diwaspadai, terutama oleh kelompok lanjut usia.
Salah satu jenis infeksi yang dapat muncul berkaitan dengan pelayanan kesehatan adalah infeksi nosokomial, yaitu infeksi yang berkembang selama seseorang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Gejalanya bisa muncul ketika pasien masih dirawat maupun setelah meninggalkan rumah sakit.
Lansia termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih karena perubahan alami tubuh akibat proses penuaan dapat membuat sistem pertahanan tubuh tidak sekuat ketika masih muda.
Lantas, mengapa lansia lebih rentan mengalami infeksi nosokomial?
Apa Itu Infeksi Nosokomial?
Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang diperoleh seseorang selama menjalani perawatan di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan dan sebelumnya tidak sedang mengalami infeksi tersebut.
Infeksi dapat berkaitan dengan berbagai prosedur medis, penggunaan alat kesehatan, lingkungan perawatan, maupun paparan mikroorganisme selama berada di fasilitas kesehatan.
Beberapa jenis infeksi yang dapat muncul antara lain:
- Infeksi aliran darah, terutama yang berkaitan dengan penggunaan kateter intravena.
- Pneumonia, termasuk pneumonia yang berhubungan dengan perawatan di rumah sakit.
- Infeksi saluran kemih (ISK), khususnya pada pasien yang menggunakan kateter urine.
- Infeksi luka operasi (ILO) setelah tindakan pembedahan.
Risiko tersebut dapat meningkat pada pasien yang menjalani perawatan lebih lama atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Mengapa Lansia Lebih Rentan?
1. Sistem Kekebalan Tubuh Mengalami Penurunan
Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh mengalami perubahan. Kemampuan tubuh dalam mengenali dan melawan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit dapat menurun.
Kondisi tersebut membuat lansia lebih mudah mengalami infeksi ketika terpapar bakteri, virus, atau mikroorganisme lainnya.
2. Terjadi Perubahan pada Organ Tubuh
Proses penuaan menyebabkan berbagai perubahan pada struktur dan fungsi organ.
Misalnya, fungsi paru-paru, ginjal, kulit, dan sistem pencernaan dapat mengalami perubahan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mempertahankan diri dari infeksi.
Pada lansia yang sedang sakit dan membutuhkan perawatan intensif, perubahan fungsi organ tersebut dapat menjadi semakin penting untuk diperhatikan.
3. Lebih Banyak Memiliki Penyakit Kronis
Tidak sedikit lansia yang hidup dengan penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan paru, atau penyakit ginjal.
Penyakit kronis tertentu dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh maupun kemampuan tubuh untuk pulih. Ketika kondisi tersebut disertai perawatan di rumah sakit, risiko komplikasi akibat infeksi juga dapat meningkat.
4. Lebih Sering Menjalani Prosedur Medis
Pasien lansia yang menjalani perawatan mungkin membutuhkan berbagai prosedur medis, termasuk pemasangan infus, kateter urine, ventilator, atau tindakan pembedahan.
Alat-alat medis tersebut sangat penting untuk membantu perawatan pasien. Namun, penggunaannya juga dapat menjadi salah satu jalur masuk mikroorganisme apabila prosedur pencegahan infeksi tidak dilakukan dengan benar.
5. Masa Pemulihan Bisa Lebih Panjang
Lansia terkadang membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari penyakit maupun tindakan medis tertentu.
Semakin lama seseorang menjalani perawatan, semakin panjang pula periode paparan terhadap lingkungan fasilitas kesehatan. Karena itu, pencegahan infeksi menjadi bagian penting dalam perawatan lansia.
Bagaimana Infeksi Nosokomial Bisa Dicegah?
Pencegahan infeksi merupakan tanggung jawab bersama antara fasilitas kesehatan, tenaga medis, pasien, dan keluarga yang mendampingi.
Rumah sakit perlu menjalankan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) secara konsisten. Beberapa langkah penting antara lain:

















