Example 728x250
Kesehatan

Mengapa Lansia Lebih Mudah Terkena Infeksi di Rumah Sakit? Kenali Risikonya

276
×

Mengapa Lansia Lebih Mudah Terkena Infeksi di Rumah Sakit? Kenali Risikonya

Sebarkan artikel ini
Lansia menjalani perawatan di rumah sakit dan berisiko mengalami infeksi nosokomial
Lansia perlu mendapat perhatian khusus selama menjalani perawatan di rumah sakit karena perubahan sistem kekebalan dan kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko infeksi.

Menjaga Kebersihan Tangan

Cuci tangan atau gunakan pembersih tangan sebelum dan sesudah menyentuh pasien. Kebersihan tangan merupakan salah satu langkah paling penting untuk memutus rantai penyebaran mikroorganisme.

Menggunakan Alat Pelindung Sesuai Kebutuhan

Tenaga kesehatan perlu menggunakan sarung tangan, masker, pelindung wajah, gaun pelindung, atau perlengkapan lainnya sesuai jenis tindakan dan risiko paparan.

Menjaga Kebersihan Lingkungan

Permukaan dan peralatan yang sering disentuh perlu dibersihkan serta didesinfeksi sesuai prosedur. Kebersihan ruangan juga harus menjadi perhatian.

Menerapkan Isolasi Bila Diperlukan

Pasien dengan infeksi tertentu mungkin membutuhkan ruang atau prosedur isolasi untuk mengurangi risiko penularan kepada pasien lain maupun tenaga kesehatan.

Memastikan Ventilasi Ruangan Memadai

Sirkulasi udara yang baik menjadi salah satu bagian penting dalam pengendalian risiko penularan penyakit tertentu, terutama infeksi yang dapat menyebar melalui udara.

Bagaimana Mencegah Infeksi Saluran Kemih akibat Kateter?

Penggunaan kateter urine pada pasien lansia perlu dilakukan secara hati-hati. Kateter sebaiknya digunakan hanya ketika memang terdapat indikasi medis dan dilepas sesegera mungkin ketika sudah tidak diperlukan.

Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan tenaga kesehatan antara lain:

  • menerapkan teknik aseptik ketika memasang kateter;
  • menggunakan kateter hanya jika ada indikasi medis;
  • mengevaluasi kebutuhan kateter secara berkala;
  • menjaga sistem drainase tetap tertutup;
  • memastikan posisi kantong urine berada di bawah kandung kemih;
  • memastikan selang tidak tertekuk sehingga aliran urine tetap lancar;
  • mengganti kateter atau kantong urine berdasarkan indikasi medis, bukan semata-mata berdasarkan jadwal rutin;
  • segera melaporkan keluhan atau perubahan kondisi pasien kepada tenaga kesehatan.

Keluarga juga tidak perlu ragu bertanya kepada dokter atau perawat apabila belum memahami prosedur yang dilakukan selama perawatan.

Apa yang Bisa Dilakukan Keluarga?

Keluarga memiliki peran penting dalam membantu menjaga lansia selama berada di rumah sakit.

Pastikan tangan dibersihkan sebelum dan setelah menyentuh pasien. Hindari menyentuh alat medis tanpa arahan tenaga kesehatan dan jangan membawa makanan atau benda dari luar tanpa memperhatikan aturan rumah sakit.

Jika lansia mengalami demam, menggigil, perubahan kesadaran, batuk yang memburuk, sesak napas, luka operasi semakin merah atau bernanah, maupun perubahan warna dan jumlah urine, segera informasikan kepada tenaga medis.

Jangan Menganggap Semua Demam sebagai Hal Biasa

Pada lansia, tanda infeksi terkadang tidak selalu muncul dengan gejala yang khas. Karena itu, perubahan kecil pada kondisi tubuh perlu diperhatikan selama masa perawatan.

Infeksi nosokomial memang tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya. Namun, penerapan prosedur pencegahan infeksi secara konsisten dapat membantu menekan risikonya.

Bagi lansia, menjaga kebersihan tangan, penggunaan alat medis secara tepat, pengawasan kondisi kesehatan, serta komunikasi yang baik antara keluarga dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting untuk membuat proses perawatan lebih aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *