Example 728x250
Asam Urat

Asam Urat pada Lansia Mudah Kambuh? Ini 7 Cara Efektif Mencegahnya Sejak Dini

219
×

Asam Urat pada Lansia Mudah Kambuh? Ini 7 Cara Efektif Mencegahnya Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi lansia menerapkan pola makan sehat untuk membantu mencegah asam urat kambuh dan menjaga kesehatan sendi.
Pola makan rendah purin, cukup minum air putih, dan menjaga berat badan dapat membantu mengurangi risiko asam urat kambuh pada lansia.

Golansia.com – Asam urat atau gout menjadi salah satu penyakit yang cukup sering dialami oleh kelompok lanjut usia (lansia). Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi sehingga membentuk kristal yang mengendap di persendian dan menimbulkan nyeri hebat, bengkak, serta kemerahan.

Selain menyerang sendi, penumpukan kristal asam urat juga dapat terjadi di ginjal dan meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Kabar baiknya, kekambuhan asam urat dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat serta menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter.

Mengapa Asam Urat Sering Kambuh pada Lansia?

Dalam kondisi normal, asam urat akan larut dalam darah dan dikeluarkan melalui urine.

Namun, pada sebagian orang, tubuh memproduksi asam urat terlalu banyak atau ginjal tidak mampu membuangnya secara optimal. Akibatnya, kadar asam urat meningkat dan membentuk kristal di dalam sendi.

Risiko kondisi ini cenderung meningkat seiring bertambahnya usia karena fungsi ginjal dan metabolisme tubuh ikut mengalami penurunan.

1. Terapkan Pola Makan Rendah Purin

Langkah paling penting untuk mencegah kekambuhan asam urat adalah mengurangi konsumsi makanan yang tinggi kandungan purin.

Beberapa makanan yang sebaiknya dibatasi antara lain:

  • Jeroan, seperti hati, limpa, dan usus.
  • Daging merah dalam jumlah berlebihan.
  • Seafood tertentu, seperti ikan teri, sarden, kerang, dan udang.
  • Minuman beralkohol.
  • Minuman manis dengan tambahan gula atau sirup fruktosa.

Sebaliknya, perbanyak konsumsi sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan sumber protein rendah lemak.

2. Perbanyak Minum Air Putih

Asupan cairan yang cukup membantu ginjal membuang kelebihan asam urat melalui urine.

Lansia dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan setiap hari, kecuali memiliki kondisi medis tertentu yang mengharuskan pembatasan cairan sesuai anjuran dokter.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga dapat membantu menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal.

3. Pilih Produk Susu Rendah Lemak

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa susu dan produk olahan rendah lemak, seperti yoghurt tanpa tambahan gula, dapat membantu menurunkan risiko serangan asam urat.

Sumber protein ini juga menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan konsumsi daging merah secara berlebihan.

4. Jaga Berat Badan Tetap Ideal

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam tubuh.

Menurunkan berat badan secara bertahap melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik yang sesuai kemampuan dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan.

Namun, hindari diet ekstrem karena justru dapat memicu peningkatan kadar asam urat.

5. Tetap Aktif Bergerak

Olahraga ringan yang dilakukan secara rutin, seperti berjalan kaki, bersepeda santai, atau senam lansia, dapat membantu menjaga berat badan, meningkatkan metabolisme, dan mendukung kesehatan sendi.

Pilih aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing serta konsultasikan dengan dokter jika memiliki penyakit penyerta.

6. Minum Obat Sesuai Anjuran Dokter

Bagi lansia yang telah didiagnosis menderita asam urat, dokter dapat meresepkan obat untuk menurunkan kadar asam urat atau mencegah kekambuhan.

Obat seperti allopurinol atau kolkisin hanya boleh digunakan sesuai petunjuk tenaga medis.

Penggunaan obat tanpa pengawasan, terutama pada penderita penyakit ginjal kronis, berisiko menimbulkan efek samping yang serius.

7. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala

Memeriksa kadar asam urat secara rutin membantu mengetahui apakah pengobatan dan pola hidup yang dijalani sudah efektif.

Selain itu, pemeriksaan berkala juga penting untuk memantau fungsi ginjal serta mendeteksi komplikasi sejak dini.

Apa Penyebab Asam Urat Meningkat?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan kadar asam urat meliputi:

  • Konsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan.
  • Riwayat keluarga dengan penyakit asam urat.
  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Obesitas.
  • Diabetes dan sindrom metabolik.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti diuretik.
  • Efek samping kemoterapi pada beberapa kondisi.

Risiko penyakit ini juga cenderung lebih tinggi pada pria, meski wanita setelah menopause juga mengalami peningkatan risiko akibat perubahan hormon.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri apabila mengalami:

  • Nyeri sendi yang muncul mendadak dan sangat hebat.
  • Sendi tampak merah, bengkak, serta terasa hangat.
  • Nyeri berlangsung lebih dari beberapa hari.
  • Serangan asam urat terjadi berulang.
  • Muncul keluhan nyeri pinggang atau sulit buang air kecil yang dapat mengarah pada batu ginjal.

Penanganan yang tepat dapat membantu mencegah kerusakan sendi permanen serta komplikasi lainnya.

Pada akhirnya, pencegahan asam urat tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, menjaga berat badan ideal, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Dengan langkah-langkah tersebut, lansia dapat tetap aktif menjalani aktivitas sehari-hari tanpa terganggu oleh serangan asam urat yang berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *