Golansia.com – Fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan April hingga September 2026 membawa ancaman serius bagi kesehatan, terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia). Salah satu risiko terbesar yang mengintai adalah dehidrasi yang kerap terjadi tanpa disadari.
Berbeda dengan usia muda, lansia sering kali tidak merasakan haus meski tubuh sudah kekurangan cairan. Hal ini disebabkan menurunnya fungsi alami tubuh seiring bertambahnya usia.
Menurut Ngabila Salama, mekanisme rasa haus pada lansia memang mengalami penurunan. Kondisi ini diperparah dengan melemahnya fungsi jantung, pembuluh darah, serta terganggunya regulasi suhu tubuh.
“Sering kali lansia tidak sadar sudah mengalami dehidrasi karena tidak merasa haus. Ditambah lagi, banyak yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung,” ujarnya.
Dari Dehidrasi hingga Risiko Fatal
Paparan panas ekstrem bukan sekadar menyebabkan rasa tidak nyaman. Pada lansia, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan serius seperti kelelahan akibat panas (heat exhaustion) hingga heat stroke yang berpotensi fatal.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain tubuh terasa lemas, pusing, kulit menjadi sangat kering atau panas, hingga muncul kebingungan dan penurunan kesadaran.
Selain itu, suhu tinggi juga dapat memperparah penyakit kronis yang sudah ada. Risiko serangan jantung, stroke, hingga ketidakstabilan tekanan darah dan gula darah meningkat secara signifikan.
Kualitas Udara Memperburuk Kondisi
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyebut lansia sebagai kelompok paling rentan dalam kondisi cuaca ekstrem.
Menurutnya, suhu tinggi tidak hanya meningkatkan risiko dehidrasi dan heat stroke, tetapi juga memperberat penyakit jantung dan paru.
Kondisi ini semakin diperparah oleh menurunnya kualitas udara akibat meningkatnya partikel debu dan polusi selama musim panas kering. Akibatnya, risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut juga meningkat.
Ancaman ISPA pada Lansia
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, turut mengingatkan bahwa aspek kesehatan menjadi perhatian utama dalam menghadapi El Nino.
Gangguan pernapasan seperti ISPA pada lansia tidak boleh dianggap sepele karena dapat berkembang menjadi pneumonia yang lebih berbahaya.
Pencegahan: Jangan Tunggu Haus
Para ahli menekankan bahwa pencegahan menjadi langkah paling penting. Lansia dianjurkan untuk minum secara teratur tanpa menunggu rasa haus.
Kebutuhan cairan harian diperkirakan sekitar 2–3 liter, tergantung kondisi tubuh. Selain itu, lingkungan tempat tinggal perlu dijaga tetap sejuk dan memiliki ventilasi yang baik.
Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dihindari pada jam terpanas, yakni antara pukul 10.00 hingga 15.00. Penggunaan pelindung seperti topi atau payung juga dianjurkan saat harus beraktivitas di luar.
Indikator sederhana seperti warna urine juga bisa menjadi tanda kecukupan cairan. Jika warnanya pekat, itu menandakan tubuh kekurangan cairan.
Kesimpulan
Fenomena El Nino 2026 bukan hanya persoalan cuaca, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan lansia. Dehidrasi yang terjadi tanpa rasa haus menjadi bahaya tersembunyi yang perlu diwaspadai.
Dengan meningkatkan kesadaran, menjaga hidrasi, dan membatasi paparan panas, risiko komplikasi serius pada lansia dapat diminimalkan.

















