Example 728x250
BerandaBeritaKesehatan

Apa Itu Infeksi “Nightmare Bacteria”? Kasusnya Meledak di AS Membuat Dunia Waspada

375
×

Apa Itu Infeksi “Nightmare Bacteria”? Kasusnya Meledak di AS Membuat Dunia Waspada

Sebarkan artikel ini

Golansia.com — Amerika Serikat tengah menghadapi lonjakan tajam kasus infeksi bakteri yang dijuluki “nightmare bacteria”, memicu kewaspadaan global. Data terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan, kasus infeksi bakteri yang membawa gen NDM meningkat lebih dari 460 persen antara 2019 dan 2023. Secara keseluruhan, kasus carbapenem-resistant Enterobacterales (CRE) juga melonjak sekitar 69 persen dalam periode yang sama.

Bakteri ini dijuluki “nightmare” karena sifatnya yang kebal terhadap hampir semua antibiotik, termasuk karbapenem yang biasanya menjadi lini pertahanan terakhir.

“Makhluk-makhluk ini benar-benar jahat,” tutur ahli mikrobiologi di Medical University of South Carolina, Michael Schmidt, Ph.D., dikutip dari Musc Edu, Jumat (3/10/2025).

Apa Itu NDM-CRE?

“Nightmare bacteria” adalah istilah untuk bakteri yang memiliki gen NDM (New Delhi metallo-β-lactamase). Gen ini menghasilkan enzim yang mampu menonaktifkan banyak jenis antibiotik. Nama lengkapnya adalah Enterobacterales resisten karbapenem penghasil NDM (NDM-CRE).

Bakteri ini berbahaya karena sangat sulit ditangani. Banyak laboratorium klinis bahkan belum memiliki fasilitas untuk mendeteksi gen NDM secara cepat, sehingga diagnosis dan isolasi pasien sering terlambat.

“Mereka dapat menyebabkan segalanya, mulai dari pneumonia hingga infeksi aliran darah, yang akan dikenal sebagai sepsis atau infeksi darah, infeksi luka, hingga infeksi saluran kemih, yang bisa berakhir kematian,” tutur Schmidt.

Laporan Lonjakan Kasus

CDC melaporkan, pada 2023 terdapat 4.341 kasus infeksi CRE di 29 negara bagian AS. Dari jumlah itu, 1.831 kasus di antaranya disebabkan oleh strain dengan gen NDM. Lonjakan ini disebut sebagai salah satu ancaman resistensi antibiotik terbesar dalam dekade terakhir.

Menurut laporan Scientific American, peningkatan kasus yang melibatkan gen NDM menunjukkan bahwa penyebaran bakteri resisten kini meluas lebih cepat daripada prediksi sebelumnya.

Penyebaran di Fasilitas Kesehatan

Seperti kasus infeksi resisten lainnya, penyebaran “nightmare bacteria” umumnya terjadi di rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Pasien dengan kondisi kritis, pemakaian alat medis invasif seperti kateter atau ventilator, menjadi kelompok paling rentan.

Selain itu, penggunaan antibiotik secara berlebihan — baik dalam dunia medis maupun sektor pertanian — turut mempercepat laju resistensi. Al Jazeera melaporkan, kondisi ini berpotensi menciptakan “superbug” yang tidak lagi dapat diatasi dengan obat-obatan yang ada.

Upaya Pencegahan

CDC dan organisasi kesehatan dunia menekankan pentingnya pencegahan dan deteksi dini. Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:

  • Identifikasi dan isolasi cepat pasien dengan infeksi NDM-CRE
  • Penerapan kebersihan tangan ketat di fasilitas layanan kesehatan
  • Penggunaan antibiotik bijak, hanya sesuai resep dan arahan medis
  • Diagnosis dini dengan teknologi molekuler dan strategi pengobatan berlapis
  • Upaya individu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta tidak meminta antibiotik tanpa alasan medis yang jelas

Ancaman Global

Peningkatan kasus di AS memicu kekhawatiran global karena penyebaran resistensi antibiotik tidak mengenal batas negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya sudah memasukkan CRE ke dalam daftar “priority pathogens” yang perlu mendapat perhatian riset dan pengembangan obat baru.

Tanpa langkah pencegahan yang agresif, pakar memperingatkan, dunia bisa menghadapi era “post-antibiotik” di mana infeksi ringan sekali pun dapat kembali mematikan.

Sumber:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *