Example 728x250
Tips Sehat Manula

Lansia Tak Hanya Butuh Obat, Aktivitas Sosial Juga Penting untuk Kebahagiaan

213
×

Lansia Tak Hanya Butuh Obat, Aktivitas Sosial Juga Penting untuk Kebahagiaan

Sebarkan artikel ini

Psikolog Sebut Interaksi Sosial Jadi Kunci Menjaga Kesehatan Mental Lansia

aktivitas sosial lansia
aktivitas sosial lansia

Golansia.com — Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan dan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat.

Namun, di balik bertambahnya usia harapan hidup, muncul tantangan baru yang tak kalah penting, yakni menjaga kesehatan mental lansia agar tetap bahagia, sehat, dan merasa bermakna dalam kehidupan sehari-hari.

Psikolog Klinis RS Kemenkes Surabaya, Mellyana Setyowati, menilai bahwa aktivitas sosial memiliki peran besar dalam menjaga kesejahteraan psikologis para lansia.

Menurutnya, lansia tidak hanya membutuhkan perawatan fisik atau obat-obatan, tetapi juga memerlukan hubungan sosial yang hangat agar tetap merasa dihargai dan memiliki tujuan hidup.

Aktivitas Sosial Bantu Lansia Tetap Bahagia

Mellyana menjelaskan bahwa kegiatan sosial membantu lansia mempertahankan rasa memiliki dan tetap merasa menjadi bagian penting dalam lingkungan sekitarnya.

“Selain menjadi sarana berinteraksi, kegiatan sosial membantu lansia merasa dihargai, memiliki peran, dan tetap memiliki tujuan hidup,” ujarnya.

Di tengah perubahan sosial dan kesibukan keluarga modern, banyak lansia perlahan kehilangan ruang untuk berbagi cerita maupun menjalankan aktivitas yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam hidup mereka.

Padahal, perhatian sederhana seperti mengobrol, menemani minum teh, atau sekadar menyapa dapat memberikan dampak besar bagi kondisi emosional lansia.

Kualitas Hubungan Lebih Penting

Menurut Mellyana, yang paling penting bukan hanya seberapa sering lansia bertemu orang lain, tetapi bagaimana kualitas hubungan yang terjalin.

Ia menyebut dukungan sosial terbukti menjadi faktor penting yang dapat membantu mencegah depresi dan penurunan kualitas hidup pada lansia.

Perasaan diterima oleh keluarga dan lingkungan sekitar membuat lansia merasa lebih tenang, bersemangat, dan tidak merasa sendirian.

Lansia Perlu Tetap Aktif dan Terlibat

Mellyana juga menekankan bahwa program untuk lansia sebaiknya tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan semata.

Lansia perlu diberi ruang untuk tetap aktif, berpartisipasi, dan berkontribusi dalam lingkungan sosialnya.

Kegiatan seperti posyandu lansia, senam bersama, pengajian, komunitas hobi, kelas keterampilan, hingga kunjungan sosial dari relawan dinilai efektif untuk mengurangi rasa kesepian dan isolasi sosial.

Selain itu, aktivitas yang dilakukan secara rutin juga dapat membantu menjaga kesehatan fisik, melatih kemampuan berpikir, sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Dukungan Keluarga dan Lingkungan Sangat Penting

Mellyana menilai keterlibatan keluarga dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental lansia.

Menurutnya, konsistensi perhatian dan interaksi sosial sederhana dapat membantu para lansia menjalani masa tua dengan lebih sehat, bahagia, dan bermakna.

Karena itu, lansia tidak hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga kehangatan hubungan sosial agar tetap merasa dicintai dan dihargai dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber: kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *