Example 728x250
Penyakit Mata

AMD pada Mata Lansia: Kenali Gejala, Jenis, dan Cara Menanganinya

11
×

AMD pada Mata Lansia: Kenali Gejala, Jenis, dan Cara Menanganinya

Sebarkan artikel ini
Lansia mengalami gangguan penglihatan sentral akibat degenerasi makula terkait usia
AMD dapat mengganggu penglihatan sentral lansia sehingga aktivitas seperti membaca dan mengenali wajah menjadi lebih sulit.

Golansia.com – Penglihatan dapat mengalami berbagai perubahan seiring bertambahnya usia. Salah satu gangguan mata yang perlu diperhatikan pada kelompok lanjut usia adalah age-related macular degeneration (AMD) atau degenerasi makula terkait usia.

Penyakit ini menyerang makula, yaitu bagian kecil di retina yang berperan penting dalam penglihatan sentral atau kemampuan melihat detail tepat di depan mata.

AMD tidak selalu menyebabkan seseorang kehilangan penglihatan secara total. Namun, jika berkembang, kondisi ini dapat membuat aktivitas sehari-hari seperti membaca, mengenali wajah, menulis, atau mengemudi menjadi lebih sulit.

Karena itu, mengenali gejalanya sejak awal penting agar gangguan penglihatan dapat segera diperiksa dan ditangani sesuai penyebabnya.

Apa Itu AMD pada Mata?

AMD adalah gangguan degeneratif yang memengaruhi makula akibat proses perubahan pada mata yang berkaitan dengan usia.

Ketika makula mengalami kerusakan, bagian tengah penglihatan dapat terlihat buram, terdistorsi, atau muncul area kosong. Sementara itu, penglihatan tepi umumnya masih relatif terjaga.

Perjalanan penyakit setiap orang dapat berbeda. Sebagian kasus berkembang perlahan selama bertahun-tahun, sedangkan jenis tertentu dapat mengalami penurunan penglihatan yang lebih cepat.

AMD umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu AMD kering dan AMD basah.

1. AMD Kering

AMD kering merupakan bentuk yang paling sering ditemukan.

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel dan jaringan di sekitar makula mengalami perubahan atau kerusakan secara bertahap.

Pada tahap awal, seseorang mungkin belum menyadari adanya gangguan yang berarti. Namun, seiring perkembangan penyakit, penglihatan sentral dapat semakin menurun.

Karena prosesnya dapat berlangsung perlahan, pemeriksaan mata secara berkala menjadi penting, terutama bagi orang yang sudah memasuki usia lanjut.

2. AMD Basah

Berbeda dengan AMD kering, AMD basah terjadi ketika pembuluh darah abnormal tumbuh di bawah retina dan dapat mengalami kebocoran.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan makula dan penurunan penglihatan sentral yang lebih cepat.

Karena perkembangannya dapat berlangsung relatif cepat, perubahan penglihatan seperti garis lurus yang tiba-tiba terlihat bengkok atau muncul area gelap di tengah pandangan sebaiknya tidak diabaikan.

AMD basah membutuhkan evaluasi dan penanganan dokter mata sesegera mungkin.

Gejala AMD yang Perlu Diperhatikan

Pada tahap awal, AMD dapat tidak menimbulkan keluhan yang jelas.

Namun, beberapa perubahan penglihatan yang patut diperhatikan antara lain:

  • Penglihatan bagian tengah menjadi buram.
  • Garis lurus terlihat bergelombang atau bengkok.
  • Muncul area kosong atau gelap di tengah pandangan.
  • Warna tampak lebih kusam atau kurang terang.
  • Kesulitan melihat detail kecil.
  • Membaca menjadi lebih sulit.
  • Kesulitan mengenali wajah.
  • Membutuhkan pencahayaan lebih terang untuk melihat.
  • Penglihatan menjadi semakin terganggu dari waktu ke waktu.

Jika seseorang mengalami perubahan seperti ini, pemeriksaan mata sebaiknya tidak ditunda.

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami AMD?

Usia merupakan salah satu faktor risiko utama AMD.

Namun, bukan berarti setiap orang lanjut usia pasti mengalami penyakit ini. Beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan risikonya, antara lain:

Merokok. Kebiasaan merokok berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit mata, termasuk AMD.

Riwayat keluarga. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan AMD dapat memiliki risiko lebih tinggi.

Tekanan darah tinggi. Hipertensi dapat berkaitan dengan berbagai gangguan pembuluh darah, termasuk yang berhubungan dengan kesehatan retina.

Penyakit kardiovaskular. Kondisi yang memengaruhi kesehatan pembuluh darah juga perlu diperhatikan.

Karena memiliki faktor risiko bukan berarti seseorang pasti akan terkena AMD, pemeriksaan mata tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis AMD?

Diagnosis AMD tidak cukup dilakukan hanya berdasarkan keluhan pasien.

Dokter spesialis mata dapat melakukan pemeriksaan ketajaman penglihatan dan melihat kondisi retina secara langsung.

Dalam kondisi tertentu, dokter juga dapat menggunakan pemeriksaan pencitraan seperti optical coherence tomography (OCT).

OCT membantu dokter mendapatkan gambaran lapisan retina secara lebih detail sehingga perubahan pada makula dapat dinilai dengan lebih baik.

Pemeriksaan tambahan dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi pasien.

Bagaimana AMD Ditangani?

Penanganan AMD bergantung pada jenis dan tingkat perkembangan penyakit.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat melakukan pemantauan berkala. Sementara itu, beberapa kasus, terutama AMD basah, dapat membutuhkan terapi khusus yang diberikan oleh dokter mata.

Salah satu terapi yang digunakan pada AMD basah adalah obat anti-VEGF yang diberikan melalui suntikan ke dalam mata. Tujuannya adalah membantu menghambat pertumbuhan pembuluh darah abnormal dan kebocoran yang dapat merusak retina.

Karena penyebab AMD berada pada struktur retina dan makula, obat tetes mata biasa tidak dapat menyembuhkan AMD.

Penanganan harus ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.

Kapan Lansia Harus Segera Memeriksakan Mata?

Jangan menunggu sampai penglihatan semakin buruk untuk melakukan pemeriksaan.

Segera temui dokter spesialis mata jika mengalami perubahan penglihatan yang muncul secara tiba-tiba, terutama jika:

  • Garis lurus mendadak terlihat bengkok.
  • Penglihatan sentral tiba-tiba buram.
  • Muncul bayangan atau area gelap di tengah pandangan.
  • Penglihatan pada salah satu mata mengalami perubahan yang cepat.

Keluhan tersebut dapat menjadi tanda masalah pada retina atau makula yang membutuhkan pemeriksaan segera.

Pemeriksaan Mata Penting Setelah Usia 50 Tahun

Menjaga kesehatan mata bukan hanya dilakukan ketika sudah mengalami gangguan penglihatan.

Bagi orang berusia di atas 50 tahun, pemeriksaan mata secara berkala dapat membantu mendeteksi berbagai masalah penglihatan lebih awal, terutama jika memiliki faktor risiko seperti merokok atau riwayat keluarga dengan penyakit mata.

Pemeriksaan juga penting bagi keluarga. Perubahan penglihatan pada orang tua atau kakek-nenek terkadang dianggap sebagai proses penuaan biasa, padahal bisa saja merupakan tanda penyakit mata yang membutuhkan penanganan.

AMD memang berkaitan dengan usia, tetapi penurunan penglihatan bukan sesuatu yang sebaiknya dianggap sebagai hal yang pasti terjadi dan harus dibiarkan.

Semakin cepat perubahan penglihatan diperiksa, semakin cepat pula penyebabnya dapat diketahui dan langkah penanganan dapat ditentukan oleh dokter.

Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau diagnosis dokter spesialis mata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *